SEMARANG, Kabarjateng.id – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Kecamatan Tembalang terus mendorong peran aktif para kader dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan, khususnya melalui pengelolaan sampah rumah tangga.
Upaya tersebut dinilai tidak hanya berdampak positif bagi lingkungan, tetapi juga mampu menekan pengeluaran keluarga bahkan membuka peluang tambahan pendapatan.
Ketua PAC Muslimat NU Tembalang, Dwi Supratiwi, menyampaikan bahwa pengelolaan sampah menjadi salah satu fokus utama program organisasi.
Hal itu disampaikannya usai kegiatan pengajian sekaligus pertemuan rutin yang digelar di rumah warga RT 02 RW 08 Kelurahan Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Minggu (11/1/2026).
“Dalam kegiatan ini kami sengaja menghadirkan Ketua TP PKK Kota Semarang untuk memberikan motivasi kepada para kader agar tiga program utama PAC Muslimat NU Tembalang dapat berjalan optimal,” ujar Tiwi, sapaan akrabnya.
Ia menjelaskan, para ibu rumah tangga yang tergabung dalam Muslimat NU memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan lingkungan.
Kebiasaan sederhana seperti memilah sampah sejak dari rumah diyakini mampu memberikan dampak besar apabila dilakukan secara konsisten dan kolektif.
“Dimulai dari sosialisasi, kemudian kita pantau praktik di lapangan, dan selanjutnya kita evaluasi bersama. Pengelolaan sampah ini memang harus menjadi kebiasaan sehari-hari,” jelasnya.
Lebih lanjut, Tiwi menuturkan bahwa program peduli lingkungan tersebut juga terintegrasi dengan upaya pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi berbasis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Menurutnya, sampah yang dikelola dengan baik dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi, seperti pupuk kompos, media tanam, pot tanaman, hingga kerajinan tangan.
Selain aspek lingkungan dan ekonomi, PAC Muslimat NU Tembalang juga menaruh perhatian pada penerapan pola hidup sehat.
Para kader didorong untuk rutin berolahraga minimal satu kali dalam sepekan guna menjaga kebugaran tubuh, khususnya bagi kelompok pra-lansia.
“Olahraga tidak harus berat, bisa melalui jalan sehat, senam, atau joging. Di Kelurahan Kramas, misalnya, sudah berjalan kegiatan joging rutin yang digagas Ketua Ranting Kramas, Ibu Romdhanah,” ungkapnya.
Tiga fokus tersebut kemudian dirangkum dalam program unggulan PAC Muslimat NU Kecamatan Tembalang masa khidmah 2025–2030, yakni Mustika Darling (Muslimat Cantik Sadar Lingkungan), Mustika Mesem (Muslimat Cantik Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem), dan Mustika Segar (Muslimat Cantik Sehat dan Bugar).
Sebagai bentuk nyata komitmen tersebut, Tiwi mengaku saat ini aktif membina Bank Sampah Fortuna di RT 02 RW 03 Kelurahan Meteseh serta Bank Sampah Mandiri Mulia di RT 01 RW 07 Kelurahan Bulusan. Kedua bank sampah tersebut dikelola oleh kader Muslimat dan Fatayat NU.
Selain itu, PAC Muslimat NU Tembalang juga mendapat dukungan dari Ketua Dewan Pertimbangan, Dr. Hj. Siti Masrochah, S.Si., M.Kes., yang saat ini menjabat sebagai Ketua Jantung Sehat Kota Semarang dan aktif membina kader peduli kesehatan masyarakat serta kegiatan olahraga rutin. (arh)
Editor: Mualim






