SEMARANG | Kabarjateng.id – Asap pekat dari kebakaran TPA Jatibarang, Kota Semarang, mulai berdampak terhadap aktivitas belajar di SDN Ngaliyan 01 pada Jumat (2/10/2026) pagi.
Kondisi tersebut membuat pihak sekolah mengambil langkah antisipasi dengan memulangkan siswa lebih awal. Pembelajaran selanjutnya juga diarahkan berlangsung secara daring dari rumah.
Kepala SDN Ngaliyan 01, Ngatiningsih, S.Pd., mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah asap tebal menyelimuti kawasan sekolah dan menimbulkan bau menyengat.
“Memang tadi asap tebal sekali menyelimuti. Bahkan sampai di lapangan Sulanji, asapnya benar-benar turun ke bawah,” kata Ngatiningsih kepada Kabarjateng.id melalui sambungan telepon.
Menurut dia, keputusan memulangkan siswa juga dilakukan setelah Kabid SD Dinas Pendidikan Kota Semarang, Yudha Wijayanto, melakukan monitoring ke sejumlah sekolah di wilayah Ngaliyan.
Saat tiba di SDN Ngaliyan 01, Yudha disebut langsung meminta pihak sekolah segera memulangkan siswa karena kondisi asap cukup pekat.
“Saya baru turun dari mobil, Pak Kabid turun di belakang saya suruh pulangkan segera begitu, karena memang asap tebal sekali,” ujarnya.
Ngatiningsih menjelaskan, sebelumnya sekolah telah menerima imbauan terkait kondisi asap.
Namun, pada Kamis (1/10), aktivitas pembelajaran masih berjalan normal karena kondisi asap belum terlalu mengganggu.
Situasi berubah pada Jumat pagi. Asap pekat masuk hingga ke lingkungan sekolah, bahkan aroma menyengat masih terasa di dalam ruang kelas.
“Kami sampai membuka pintu-pintu ruangan. Memang sekarang sudah lumayan, tetapi baunya masih menyengat,” katanya.
Dia mengaku kondisi asap pada pagi hari cukup mengganggu pernapasan dan membuat tenggorokan terasa tidak nyaman.
“Baunya tetap masih sangat berbahaya karena ini rasanya masuk itu menyengat gimana gitu,” tuturnya.
Untuk sementara, siswa kelas 1 hingga kelas 5 dipulangkan lebih awal.
Sementara siswa kelas 6 masih mengikuti simulasi program asesmen standar Kota Semarang.
Selama mengikuti kegiatan tersebut, siswa kelas 6 tetap diminta mengenakan masker untuk mengurangi paparan asap.
“Untuk kelas 6 masih ada simulasi. Setelah selesai, mereka juga kami pulangkan. Selama simulasi tetap menggunakan masker,” jelas Ngatiningsih.
Sekolah berharap kondisi asap akibat kebakaran TPA Jatibarang segera membaik sehingga kegiatan pembelajaran dapat kembali normal pada Senin (5/10/2026).
Terlebih, setelah siswa dipulangkan pada Jumat, mereka memiliki waktu libur Sabtu dan Minggu untuk berada di rumah.
“Harapan kami Senin sudah bisa masuk kembali. Kebetulan ini pekan terakhir, jadi ada waktu dua hari. Mudah-mudahan Senin kondisi sudah membaik,” ungkapnya.
Salah satu orang tua siswa kelas 1C, Lestari, mengaku tidak keberatan dengan keputusan tersebut.
Menurutnya, keselamatan dan kondisi kesehatan anak menjadi pertimbangan utama.
Lestari mengaku sempat khawatir ketika mengantar anaknya ke sekolah pada Jumat pagi. Ia bahkan melihat langsung kepulan asap tebal di sekitar lingkungan sekolah.
“Saya sempat khawatir. Tadi pagi saya mengantar anak saya berangkat ke sekolah dan melihat sendiri asap tebal di depan sekolah,” ujar Lestari.
Ia berharap kebakaran di TPA Jatibarang segera dapat dipadamkan sehingga aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan belajar mengajar, bisa kembali normal.
“Semoga kebakaran cepat padam,” pungkasnya. (lim)






