Menu

Mode Gelap
 

Kabar Klaten

Iming-Iming Lolos CPNS Berujung Penjara, Kapolres Klaten Ungkap Penipuan Ratusan Juta Rupiah

badge-check


					Iming-Iming Lolos CPNS Berujung Penjara, Kapolres Klaten Ungkap Penipuan Ratusan Juta Rupiah Perbesar

KLATEN, Kabarjateng.id – Polres Klaten mengungkap kasus penipuan dan penggelapan dengan modus menjanjikan kelulusan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Kasus itu terjadi tahun 2023 dan 2024 dan menyebabkan kerugian korban mencapai ratusan juta rupiah.

Modus Janjikan Kelulusan CPNS

Kapolres Klaten, AKBP Moh Faruk Rozi, memaparkan langsung kronologi pengungkapan kasus di hadapan awak media.

Kapolres menjelaskan, tersangka YS (56), warga Semarang, menawarkan jasa kepada korban, mengaku memiliki kedekatan pejabat kementerian.

Melalui bujuk rayu, pelaku meyakinkan korban dirinya mampu membantu kelulusan CPNS.

“Setelah kami dalami, kami tidak menemukan aliran dana pejabat mana pun. Tersangka menggunakan seluruh uang untuk kepentingan pribadi,” ujar Kapolres, Jumat (20/2).

Kerugian Korban Capai Ratusan Juta

Kapolres mengungkapkan bahwa ada dua korban penipuan CPNS, yakni FK dan MDH, keduanya warga Kabupaten Klaten.

Korban menyerahkan uang secara bertahap sejak akhir 2023 hingga 2024 dengan alasan biaya pendaftaran, pelunasan, hingga pelantikan.

“Korban FK mengalami kerugian Rp192.500.000, sedangkan korban MDH mengalami kerugian Rp126.000.000,” jelasnya.

“Karena tersangka tidak memberikan kepastian pengangkatan, korban akhirnya melapor ke Polres Klaten,” tambahnya.

Polisi Amankan Tersangka dan Barang Bukti

Petugas mengamankan tersangka di wilayah Semarang sekitar satu pekan sebelum konferensi pers.

Polisi juga menyita barang bukti berupa rekening koran milik korban dan tersangka, buku tabungan, serta satu unit telepon seluler yang tersangka gunakan untuk berkomunikasi dengan korban.

Kapolres menegaskan, tersangka tidak memiliki akses maupun kewenangan dalam proses rekrutmen CPNS.

Pelaku menjalankan aksinya karena alasan ekonomi.

“Dari hasil pemeriksaan, kami tidak menemukan dokumen palsu maupun jaringan tertentu. Tersangka hanya mengandalkan komunikasi untuk meyakinkan korban bahwa ia memiliki akses. Motifnya murni ekonomi,” tegas AKBP Moh Faruk Rozi.

Ancaman Hukuman dan Imbauan Kapolres

Atas perbuatannya, penyidik menjerat tersangka dengan Pasal 492 KUHP atau Pasal 486 KUHP jo Pasal 127 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama empat tahun serta denda hingga Rp200 juta.

Kapolres Klaten mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran pekerjaan yang menjanjikan kelulusan instan dengan imbalan uang.

“Pemerintah melaksanakan rekrutmen CPNS secara resmi dan transparan. Jika ragu, masyarakat dapat langsung mengonfirmasi ke instansi terkait,” pungkas AKBP Moh Faruk Rozi. (ar)

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Rayakan Maulid Nabi, Mahasiswa KKN Ajak Generasi Muda Berprestasi Lewat Festival Pendidikan dan Keagamaan

30 Agustus 2026 - 12:17 WIB

Hari Kedua GBF 2026 Dipadati Ribuan Pengunjung, Wahana Hiburan dan Produk Lokal Jadi Magnet

30 Agustus 2026 - 09:53 WIB

Dieng Culture Festival 2026 Hadirkan Harmoni Tradisi, Seni dan Pariwisata

30 Agustus 2026 - 08:42 WIB

PSHT Cabang Sragen Pusat Madiun Sampaikan Aspirasi, Kapolres Sragen Minta Maaf dan Tegaskan Komitmen Jaga Kondusivitas

30 Agustus 2026 - 06:16 WIB

Ruwatan dan Bersih Desa Pruwatan Meriah, Wayang Kulit “Semar Semoro” Tutup Pentas Seni Budaya

29 Agustus 2026 - 19:55 WIB

Wakapolres Demak Berganti, Kapolres Minta Pejabat Baru Perkuat Koordinasi dan Integritas

29 Agustus 2026 - 17:26 WIB

Trending di Daerah