KABUPATEN SEMARANG | Kabarjateng.id – Mahasiswa KKN MIT Ke-22 UIN Walisongo Semarang dan UIN Saizu Purwokerto Posko 57 menggelar Festival Pendidikan dan Keagamaan di SDN 01 Kebondowo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Sabtu (29/8/2026).
Acara tersebut diikuti oleh anak-anak setempat yang menunjukkan antusiasme melalui berbagai perlombaan.
Sejumlah perlombaan digelar seperti lomba adzan, mewarnai, fashion show busana muslim, dan hafalan surat pendek.
Tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, festival ini juga dirancang sebagai sarana bagi peserta untuk melatih keberanian, kreativitas, serta kepercayaan diri saat tampil di hadapan orang lain.
Yuha Fathiyyah, Koordinator Divisi Pendidikan dan Keagamaan KKN MIT Ke-22 UIN Walisongo Semarang dan UIN Saizu Purwokerto Posko 57, mengatakan festival tersebut menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengeksplorasi kemampuan sekaligus membangun keberanian dalam menunjukkan potensinya.
“Kegiatan ini sebenarnya memiliki tujuan untuk memberikan wadah buat anak-anak supaya mereka bisa menunjukkan dan mengembangkan bakat yang mereka punya. Selain itu, kami juga ingin anak-anak lebih berani dan percaya diri untuk tampil di depan orang lain. Karena dari kegiatan ini kami lihat ternyata banyak banget anak-anak yang punya potensi dan bakat, jadi semoga kegiatan seperti ini bisa terus ada dan menjadi kesempatan buat mereka untuk berkembang,” ujar Yuha.
Tingginya minat terlihat dari banyaknya peserta yang mendaftarkan diri pada berbagai cabang perlombaan.
Bagi pendamping peserta, festival tersebut juga menjadi pengalaman yang memberikan motivasi bagi anak-anak untuk mengenali dan menggali kemampuan mereka, terutama dalam bidang pendidikan dan keagamaan.
“Kami bersyukur dan bangga bisa menjadi bagian dari lomba Islami yang diadakan oleh kakak-kakak KKN UIN Walisongo Semarang. Suasana lomba yang seru dan suportif tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga memotivasi anak-anak untuk terus menggali potensi diri, khususnya dalam bidang keagamaan. Terima kasih atas wadah positif yang telah diberikan. Semoga pengalaman ini menjadi kenangan indah bagi anak-anak dan kegiatan seperti ini dapat terus memberikan semangat bagi mereka untuk belajar dan mengaji,” ujar Asyhfa Aulia Putri selaku pendamping peserta.
Melalui festival tersebut, mahasiswa KKN MIT Ke-22 UIN Walisongo Semarang dan UIN Saizu Purwokerto Posko 57 berharap ruang-ruang edukatif serupa dapat terus hadir bagi generasi muda di Desa Kebondowo.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mahasiswa menghadirkan aktivitas yang memadukan pendidikan, kreativitas, dan nilai-nilai keagamaan.
Penulis: Ummi Zakiyya Fakhira – Mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam UIN Walisongo Semarang






