BOYOLALI | Kabarjateng.id – Pagi belum sepenuhnya beranjak ketika suasana di pusat Kabupaten Boyolali mulai dipenuhi riuh peserta lari.
Minggu (30/8/2026), sekitar 1.000 orang mengikuti Bank Jateng Friendship Run 2026, mengubah sejumlah ruas jalan kota menjadi lintasan penuh semangat dan keceriaan.
Gedung Putih Kantor Bupati Boyolali di Jalan Merdeka Barat menjadi titik keberangkatan sekaligus tempat peserta menyelesaikan perjalanan.
Mulai pukul 06.00 WIB, para pelari bersiap menikmati rute sepanjang 5 kilometer.
Di balik kemeriahan tersebut, kesiapan pengamanan juga menjadi perhatian.
Polres Boyolali mengerahkan personel ke sejumlah lokasi yang dilewati peserta.
Petugas mengawal jalannya kegiatan sekaligus mengatur lalu lintas agar pelari dan pengguna jalan sama-sama merasa aman.
Pengamanan diawali dengan apel kesiapan.
Setelah itu, anggota ditempatkan sesuai ploting yang telah ditentukan.
Koordinasi bersama unsur terkait dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan serta memastikan seluruh rangkaian acara berjalan tertib.
Friendship Run kali ini tidak sekadar mengajak masyarakat bergerak.
Rute yang dipilih juga membawa peserta menyusuri berbagai kawasan di pusat kota.
Dari Gedung Putih, pelari melintasi Jalan Ahmad Yani dan kawasan Driyan.
Langkah kemudian berlanjut ke Jalan Nanas, Jalan Jambu dan Jalan Pahlawan.
Perjalanan semakin panjang saat peserta melewati Taman Pandanalas dan Pasar Boyolali Kota.
Dari Jalan Pemuda, pelari kemudian menuju Boulevard Soekarno sebelum kembali ke Gedung Putih.
Tak ada kewajiban menjadi yang tercepat.
Ada yang berlari dengan ritme penuh tenaga, ada pula yang memilih berjalan santai sambil menikmati suasana.
Konsep fun run membuat perjalanan lima kilometer terasa sebagai ruang untuk bersenang-senang bersama.
Sekda Provinsi Jawa Tengah Sumarno yang hadir dalam kegiatan tersebut mengajak masyarakat menjadikan olahraga sebagai kebiasaan untuk menjaga kebugaran.
Ia juga mengingatkan bahwa keselamatan harus tetap menjadi prioritas, baik bagi peserta maupun pengguna jalan lainnya.
“Fun run ini bukan perlombaan, jadi tetap mengutamakan dan menghormati keselamatan pengguna jalan lainnya,” kata Sumarno.
Ketika seluruh pelari menyentuh garis finish, energi pagi itu belum berakhir.
Peserta dan masyarakat bergerak menuju Alun-Alun Kidul Kompleks Pemkab Boyolali untuk mengikuti agenda berikutnya.
Senam bersama menjadi salah satu kegiatan yang menghidupkan suasana.
Masyarakat juga memperoleh kesempatan mengikuti Cek Kesehatan Gratis (CKG), menikmati makanan gratis dan mengikuti Gerakan Minum Susu.
Panitia menyiapkan sekitar 2.000 porsi soto, nasi tumpeng dan susu.
Sajian tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman yang tidak hanya sehat, tetapi juga menyenangkan.
Di tempat yang sama, Gerakan Pangan Murah (GPM) memberikan kesempatan kepada warga memperoleh berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Rangkaian acara berakhir sekitar pukul 10.00 WIB.
Sepanjang kegiatan, pengamanan Polres Boyolali berjalan secara terpadu hingga peserta dan masyarakat meninggalkan lokasi.
Friendship Run 2026 pun meninggalkan lebih dari sekadar catatan jarak lima kilometer.
Dari langkah-langkah yang sederhana, Boyolali menghadirkan cerita tentang olahraga, kepedulian, dan kebersamaan yang dirayakan dalam satu pagi. (ar)






