KARANGANYAR | Kabarjateng.id – Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo mengunjungi sejumlah anak dengan kelainan kaki bawaan lahir atau Congenital Talipes Equinovarus (CTEV) di RS PKU Muhammadiyah Karanganyar, Senin (21/9/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bentuk perhatian kepolisian terhadap anak-anak yang membutuhkan penanganan medis secara berkelanjutan.
Kapolda juga memberikan dukungan kepada para orang tua yang mendampingi buah hati mereka menjalani proses terapi.
Didampingi Kabiddokkes Polda Jateng Kombes Pol Dr. drg. Ignatius Hendra Arifianto dan jajaran, Kapolda meninjau pemeriksaan pasien CTEV di Ruang Badan Pengawas Harian (BPH) RS PKU Muhammadiyah Karanganyar.
Setelah meninjau pemeriksaan, Ribut Hari Wibowo berdialog dengan para orang tua pasien di Aula KH Sudja’.
Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk mendengarkan pengalaman keluarga selama mendampingi anak menjalani pengobatan.
Kapolda menyampaikan bahwa perjuangan orang tua dalam mendampingi anak membutuhkan kesabaran, ketekunan, dan semangat yang terus terjaga.
“Kami ingin para orang tua tidak merasa sendiri dalam mendampingi anak-anaknya. Tetap semangat, sabar, dan ikuti proses pengobatan sesuai anjuran tenaga medis,” ujar Ribut.
Ia menambahkan, setiap upaya yang dilakukan keluarga untuk mendukung proses pemulihan anak memiliki arti penting.
Karena itu, dukungan dari keluarga dan lingkungan diperlukan selain penanganan medis.
Menurutnya, perhatian bersama diharapkan dapat membantu anak-anak menjalani terapi secara optimal, sehingga mereka memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang dengan baik.
Orang Tua Pasien Terharu
Perhatian Kapolda dirasakan langsung oleh Wahyu Darmaji, warga Dungsari, Desa Karangbangun, Kecamatan Matesih.
Ia merupakan orang tua Revi, salah satu pasien CTEV yang sedang menjalani terapi.
Wahyu mengaku terharu karena Kapolda menyempatkan diri melihat kondisi anaknya sekaligus memberikan motivasi kepada keluarga pasien.
“Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Kapolda yang sudah datang melihat kondisi anak kami, memberikan perhatian dan semangat kepada kami sebagai orang tua,” ungkap Wahyu.
Ia menilai dukungan tersebut memberikan kekuatan bagi keluarga untuk terus mendampingi Revi selama menjalani pengobatan.
Wahyu berharap perhatian serupa dapat menjadi motivasi bagi anak-anak penderita CTEV lainnya.
Ia juga ingin para orang tua tetap tabah menghadapi setiap tahapan terapi yang harus dilalui.
Delapan Pasien Mendapat Perhatian
Dalam kegiatan tersebut, Polda Jawa Tengah turut menyerahkan bantuan sosial kepada para orang tua pasien CTEV.
Bantuan itu diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap keluarga yang tengah mendampingi anak menjalani penanganan medis.
Sebanyak delapan pasien CTEV dari sejumlah wilayah di Kabupaten Karanganyar mendapat perhatian dalam kunjungan tersebut.
Para pasien masih berusia bayi hingga di bawah satu tahun.
Masing-masing anak menjalani tahapan penanganan yang berbeda.
Beberapa di antaranya mengikuti terapi, menggunakan gips dan sepatu khusus, serta menjalani pemeriksaan lanjutan sesuai kebutuhan medis.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Yuliyanto mengatakan, kunjungan Kapolda merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya keluarga yang membutuhkan dukungan selama proses pengobatan anak.
“Kunjungan Kapolda kepada anak-anak penderita CTEV ini merupakan bentuk perhatian sekaligus dukungan moril kepada anak dan keluarganya agar mereka tetap memiliki semangat dalam menjalani setiap tahapan pengobatan,” kata Yuliyanto.
Ia menjelaskan, penanganan CTEV memerlukan kesabaran dan konsistensi karena kondisi serta tahapan terapi setiap anak tidak selalu sama.
Yuliyanto menegaskan pentingnya memastikan anak memperoleh penanganan tenaga medis dan pendampingan keluarga secara berkelanjutan.
“Kami berharap dukungan dari berbagai pihak dapat memberikan kekuatan kepada para orang tua untuk terus mendampingi anak-anak mereka,” pungkasnya. (ar)






