Menu

Mode Gelap
 

Kabar Brebes · 28 Mar 2026 14:48 WIB

Warga Sirampog Brebes Desak Pembangunan Huntara, Pemprov Jateng Percepat Proses


					Warga Sirampog Brebes Desak Pembangunan Huntara, Pemprov Jateng Percepat Proses Perbesar

BREBES, Kabarjateng.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana tanah gerak di Dukuh Bojongsari, Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan komitmen tersebut saat meninjau langsung lokasi pengungsian pada Jumat, 27 Maret 2026.

Dalam kunjungan itu, ia mendengarkan langsung keluhan dan harapan warga.

Lahan Siap, Survei Terus Berjalan

Taj Yasin menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan lahan milik Perhutani untuk pembangunan huntara.

Pemerintah kini terus menjalankan proses survei agar pembangunan tetap menjaga kelestarian lingkungan.

“Kami akan memastikan lokasi aman dan tidak merusak lingkungan. Kita semua harus menjaga kawasan ini bersama,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu warga sejak bencana terjadi.

Warga Bertahan di Pengungsian

Sejak tanah bergerak pada akhir Januari 2026, ratusan warga masih bertahan di pengungsian yang berada di Ponpes Bahrul Quran.

Kondisi ini mendorong warga agar pemerintah segera merealisasikan pembangunan huntara.

Ketua Pokmas, Asro, menyampaikan langsung harapan tersebut kepada Wakil Gubernur.

“Kami berterima kasih kepada semua pihak, khususnya Ponpes Bahrul Quran yang telah membantu kami. Kami berharap pembangunan huntara segera dimulai,” ujarnya.

Aktivitas Terganggu, Lebaran Tanpa Rumah

Masripah mengaku tidak nyaman tinggal terlalu lama di lingkungan pondok pesantren.

Ia menilai keberadaan pengungsi ikut mengganggu aktivitas belajar para santri.

“Kasihan anak-anak santri, kegiatan belajar mereka ikut terganggu,” katanya.

Ia juga merasakan kesedihan karena Lebaran tahun ini tidak dapat berkumpul dengan anak-anaknya yang merantau.

“Mereka tidak pulang karena kami tidak memiliki rumah,” ungkapnya.

Slamet Riyadi juga menjalani kondisi serupa. Ia tetap bekerja setiap hari, lalu kembali ke pengungsian bersama keluarganya pada sore hari.

Kebutuhan Huntara Ratusan Unit

Kepala Desa Sridadi, Sudiryo, menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah terhadap warganya.

Ia mendorong percepatan pembangunan huntara dan berharap pemerintah segera melanjutkan ke pembangunan hunian tetap (huntap).

“Kami berharap pembangunan huntara segera berjalan, lalu berlanjut ke hunian tetap,” katanya.

Ia menjelaskan, warga membutuhkan 143 unit huntara untuk menampung 176 kepala keluarga atau total 533 jiwa terdampak.

Sudiryo menambahkan, pemerintah telah merencanakan lokasi pembangunan di lahan Perhutani, tepatnya di petak 34 G Dusun Susunda.

Warga juga berinisiatif memanfaatkan kembali material rumah yang masih tersisa untuk membangun huntara. (wb)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Viral Truk Overload, Satlantas Polres Semarang Turun Tangan dan Beri Sanksi Tegas

16 April 2026 - 06:48 WIB

Dukung Program Bangga Kencana, Sekda Jateng Ajak Perkuat Peran Keluarga

16 April 2026 - 06:27 WIB

Benang Sederhana, Ruang Kreativitas di Tengah Padatnya Profesi

16 April 2026 - 06:13 WIB

Hiace Hantam Truk di Tol Semarang–Solo, Dua Orang Meninggal Dunia

15 April 2026 - 23:54 WIB

Pemkab Demak Resmikan Desa Binaan Imigrasi di Mranggen, Perkuat Edukasi Paspor dan Cegah TPPO

15 April 2026 - 23:42 WIB

Truk Tanpa Plat dan Diduga Overload Melintas di Bergas, Pengawasan Dipertanyakan

15 April 2026 - 18:23 WIB

Trending di Daerah