Menu

Mode Gelap
 

Kabar Brebes

Warga Sirampog Brebes Desak Pembangunan Huntara, Pemprov Jateng Percepat Proses

badge-check


					Warga Sirampog Brebes Desak Pembangunan Huntara, Pemprov Jateng Percepat Proses Perbesar

BREBES, Kabarjateng.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana tanah gerak di Dukuh Bojongsari, Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan komitmen tersebut saat meninjau langsung lokasi pengungsian pada Jumat, 27 Maret 2026.

Dalam kunjungan itu, ia mendengarkan langsung keluhan dan harapan warga.

Lahan Siap, Survei Terus Berjalan

Taj Yasin menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan lahan milik Perhutani untuk pembangunan huntara.

Pemerintah kini terus menjalankan proses survei agar pembangunan tetap menjaga kelestarian lingkungan.

“Kami akan memastikan lokasi aman dan tidak merusak lingkungan. Kita semua harus menjaga kawasan ini bersama,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu warga sejak bencana terjadi.

Warga Bertahan di Pengungsian

Sejak tanah bergerak pada akhir Januari 2026, ratusan warga masih bertahan di pengungsian yang berada di Ponpes Bahrul Quran.

Kondisi ini mendorong warga agar pemerintah segera merealisasikan pembangunan huntara.

Ketua Pokmas, Asro, menyampaikan langsung harapan tersebut kepada Wakil Gubernur.

“Kami berterima kasih kepada semua pihak, khususnya Ponpes Bahrul Quran yang telah membantu kami. Kami berharap pembangunan huntara segera dimulai,” ujarnya.

Aktivitas Terganggu, Lebaran Tanpa Rumah

Masripah mengaku tidak nyaman tinggal terlalu lama di lingkungan pondok pesantren.

Ia menilai keberadaan pengungsi ikut mengganggu aktivitas belajar para santri.

“Kasihan anak-anak santri, kegiatan belajar mereka ikut terganggu,” katanya.

Ia juga merasakan kesedihan karena Lebaran tahun ini tidak dapat berkumpul dengan anak-anaknya yang merantau.

“Mereka tidak pulang karena kami tidak memiliki rumah,” ungkapnya.

Slamet Riyadi juga menjalani kondisi serupa. Ia tetap bekerja setiap hari, lalu kembali ke pengungsian bersama keluarganya pada sore hari.

Kebutuhan Huntara Ratusan Unit

Kepala Desa Sridadi, Sudiryo, menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah terhadap warganya.

Ia mendorong percepatan pembangunan huntara dan berharap pemerintah segera melanjutkan ke pembangunan hunian tetap (huntap).

“Kami berharap pembangunan huntara segera berjalan, lalu berlanjut ke hunian tetap,” katanya.

Ia menjelaskan, warga membutuhkan 143 unit huntara untuk menampung 176 kepala keluarga atau total 533 jiwa terdampak.

Sudiryo menambahkan, pemerintah telah merencanakan lokasi pembangunan di lahan Perhutani, tepatnya di petak 34 G Dusun Susunda.

Warga juga berinisiatif memanfaatkan kembali material rumah yang masih tersisa untuk membangun huntara. (wb)

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Danramil Serengan Tekankan Disiplin dan Kekompakan Satgas TMMD Demi Rampungkan Seluruh Sasaran

1 Agustus 2026 - 19:40 WIB

Babinsa Nogosari Kawal Revitalisasi SMKN 1 Boyolali Demi Tingkatkan Kualitas Pendidikan

1 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Lantik Pengurus PTMSI Jateng, Ahmad Luthfi Dorong Kebangkitan Prestasi Tenis Meja

1 Agustus 2026 - 18:57 WIB

AKBP Wahyu Sulistyo Resmi Pimpin Polres Kudus, Komitmen Perkuat Pelayanan dan Kamtibmas

1 Agustus 2026 - 16:37 WIB

Semarak HUT RI ke-81, Rutan Salatiga Fasilitasi Warga Binaan Tunjukkan Bakat Lewat Lomba Karaoke

1 Agustus 2026 - 15:07 WIB

Rutan Salatiga Gelar Kerja Bakti, Ciptakan Lingkungan Bersih demi Tingkatkan Pelayanan

1 Agustus 2026 - 14:55 WIB

Trending di Daerah