Menu

Mode Gelap
 

Kabar Brebes

Maulid Nabi di Karang Anggrung Desa Jatisawit, Warga Diajak Meneladani Empat Sifat Rosulullah

badge-check


					Maulid Nabi di Karang Anggrung Desa Jatisawit, Warga Diajak Meneladani Empat Sifat Rosulullah Perbesar

BREBES | Kabarjateng.id – Warga Dukuh Karang Anggrung, Desa Jatisawit, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, menggelar pengajian umum dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di halaman Mushola Al Muslih, Jumat (4/9/2026).

Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan. Lantunan sholawat dan doa mengiringi peringatan yang menjadi momentum bagi masyarakat untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus meneladani akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua panitia sekaligus Takmir Mushola Al Muslih, Rinto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan warga yang telah bergotong royong menyukseskan kegiatan tersebut.

Menurutnya, peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi dan memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

“Peringatan Maulid Nabi ini menjadi momentum bagi kita semua untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Mudah-mudahan nilai-nilai yang diajarkan beliau dapat kita teladani dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya oleh generasi muda,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Jatisawit, Dedi Susilo Wibowo, S.Pd.

Ia mengapresiasi antusiasme masyarakat dalam menyelenggarakan kegiatan keagamaan tersebut dan berharap kebersamaan warga terus dipertahankan sebagai bagian dari upaya membangun kepedulian sosial serta karakter generasi muda.

Dedi juga mengingatkan para orang tua agar meningkatkan perhatian dan pengawasan terhadap pergaulan anak di tengah perkembangan zaman.

“Saya berharap kepada ibu dan bapak untuk tetap menjaga dan mengawasi anak-anak kita. Kenakalan remaja sekarang luar biasa. Tanpa pengawasan dan perhatian dari orang tua, anak-anak kita akan mudah terpengaruh oleh lingkungan yang kurang baik,” pesannya.

Ia menilai pendidikan agama dan keteladanan keluarga memiliki peran penting dalam membentengi anak dari berbagai pengaruh negatif.

Karena itu, Maulid Nabi diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum memperkuat pendidikan akhlak dan karakter di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Dalam tausiyahnya, KH Masruri, S.Ag., mengajak jamaah menjadikan Maulid Nabi sebagai momentum untuk mengenal kepribadian Rasulullah SAW dan membuktikan kecintaan kepada beliau melalui perilaku nyata.

“Kalau kita mengaku mencintai Rasulullah SAW, maka mari kita berusaha mengikuti akhlak dan ajaran beliau. Jangan hanya mencintai dengan ucapan, tetapi buktikan dalam perilaku,” tuturnya.

KH Masruri mengingatkan empat sifat utama Rasulullah SAW yang patut diteladani, yakni shiddiq, amanah, tabligh, dan fathanah.

Keempatnya mencerminkan keteladanan dalam kejujuran, menjaga kepercayaan dan tanggung jawab, menyampaikan kebenaran serta kebaikan, dan bersikap cerdas serta bijaksana dalam mengambil keputusan.

“Empat sifat Rasulullah ini sangat penting untuk kita terapkan. Kejujuran, amanah, menyampaikan kebaikan, dan kecerdasan bukan hanya untuk kehidupan beragama, tetapi juga menjadi dasar dalam kehidupan bermasyarakat,” jelasnya.

Selain itu, KH Masruri mengingatkan jamaah agar tidak terlena mengejar kehidupan dunia hingga melupakan kehidupan akhirat.

Menurutnya, bekerja, mencari rezeki dan mengejar cita-cita merupakan bagian dari ikhtiar, namun harus tetap diimbangi dengan ibadah dan amal kebaikan.

“Jangan sampai kita sibuk mengurus dunia, tetapi lupa mengurus akhirat. Dunia ini sementara. Kita bekerja, mencari rezeki, membangun rumah, mengejar cita-cita, semuanya boleh, tetapi jangan lupa bahwa pada akhirnya kita akan kembali kepada Allah SWT,” pesannya.

Ia mengajak masyarakat meneladani Rasulullah SAW melalui kejujuran, amanah, kesederhanaan, kasih sayang, kepedulian terhadap sesama, serta membangun keluarga dengan nilai-nilai agama.

“Rasulullah SAW telah memberikan contoh bagaimana menjalani kehidupan. Beliau mengajarkan kita untuk berbuat baik kepada sesama, menjaga amanah, berkata benar, menyayangi keluarga, dan selalu mengingat Allah. Inilah yang harus kita wariskan kepada anak-anak kita,” katanya.

Peringatan Maulid Nabi di Dukuh Karang Anggrung diharapkan menjadi momentum untuk memperbaiki diri, memperkuat persaudaraan, membangun generasi muda yang berakhlak, serta meningkatkan kesiapan menghadapi kehidupan akhirat. (wb)

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Rotasi Jabatan di Polres Semarang, Wakapolres hingga Kapolsek Berganti

5 September 2026 - 17:58 WIB

Gubernur Jateng Tinjau Kebakaran TPA Putri Cempo, Pastikan Keselamatan Warga Jadi Prioritas

5 September 2026 - 14:19 WIB

Festival Kota Lama Semarang Diperpanjang hingga 20 September, Sambut Ribuan Tamu MTQ

5 September 2026 - 14:09 WIB

Polda Jateng Bongkar Tiga Kasus Penyalahgunaan Subsidi, Kerugian Negara Capai Rp10,8 Miliar

5 September 2026 - 13:29 WIB

Kapolres Kudus Ikut Shalat Istisqa Bersama Ratusan Warga, Doakan Hujan Segera Turun

5 September 2026 - 13:12 WIB

Pemprov Jateng Tingkatkan Kesiapan Relawan Hadapi Ancaman Bencana

5 September 2026 - 13:00 WIB

Trending di KABAR JATENG