Menu

Mode Gelap
 

Kabar Semarang

Festival Kota Lama Semarang Diperpanjang hingga 20 September, Sambut Ribuan Tamu MTQ

badge-check


					Festival Kota Lama Semarang Diperpanjang hingga 20 September, Sambut Ribuan Tamu MTQ Perbesar

SEMARANG | Kabarjateng.id – Festival Kota Lama (FKL) XV Semarang 2026 kembali digelar dengan durasi yang lebih panjang.

Tahun ini, kegiatan yang memadukan seni, budaya, sejarah, dan ekonomi kreatif tersebut berlangsung selama 17 hari, mulai 4 hingga 20 September 2026.

Perpanjangan waktu pelaksanaan FKL berkaitan dengan penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI di Jawa Tengah pada 11-20 September 2026.

Pemerintah Kota Semarang melihat kehadiran ribuan peserta MTQ sebagai peluang untuk memperkenalkan kawasan Kota Lama kepada para tamu dari berbagai daerah.

Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno menyampaikan apresiasi terhadap keputusan memperpanjang festival.

Ia menilai momentum tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap kunjungan wisata sekaligus aktivitas ekonomi kreatif di Kota Semarang.

Menurut Sumarno, sekitar 7.000 orang diperkirakan datang sebagai bagian dari kafilah MTQ Nasional.

Jumlah tersebut berpotensi meningkat hingga 10.000-15.000 orang apabila dihitung bersama keluarga maupun pendamping.

Ia berharap para tamu MTQ tidak hanya mengikuti agenda utama, tetapi juga memiliki kesempatan mengenal destinasi wisata yang ada di Kota Semarang, khususnya kawasan Kota Lama.

Sumarno mengatakan, Kota Lama memiliki nilai sejarah yang kuat dan saat ini berkembang menjadi kawasan yang aktif dengan berbagai kegiatan seni, budaya, serta usaha kreatif masyarakat.

Pemprov Jawa Tengah, lanjutnya, mendukung kegiatan yang mampu menggabungkan pelestarian warisan sejarah dengan pengembangan ekonomi kreatif.

Festival seperti FKL dinilai dapat menjadi salah satu penggerak perekonomian sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata Semarang.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menjelaskan bahwa perpanjangan festival dilakukan agar para peserta MTQ tetap mempunyai kesempatan menikmati suasana Kota Lama di tengah padatnya jadwal perlombaan.

Ia menyebut agenda MTQ cukup padat sehingga diperlukan waktu pelaksanaan FKL yang lebih panjang.

Dengan begitu, peserta maupun pendamping dapat memilih waktu yang sesuai untuk berkunjung ke kawasan Kota Lama.

Agustina juga menilai Kota Lama memiliki karakter sebagai ruang pertemuan masyarakat dengan latar belakang yang beragam.

Hal tersebut kemudian diperkuat melalui tema “Unity in Diversity” yang diangkat pada FKL XV 2026.

Menurutnya, Kota Lama tidak sebatas kawasan peninggalan sejarah, tetapi telah berkembang menjadi tempat berlangsungnya berbagai kegiatan seni dan budaya yang merepresentasikan keberagaman masyarakat Semarang.

Selama festival berlangsung, pengunjung dapat menikmati beragam agenda.

Beberapa di antaranya Pasar Malam Sentiling yang digelar 4-13 September, Orkes On The Street and Dance, Rijsttafel Dinner, Gowes Semarang Heritage, Chess Kota Lama, Living Book, Living Story, Zwemers Belanda, Wayang Orang On The Street, Festival Folklore Kota Lama, serta pertunjukan 1.000 Angklung Berkebaya.

Kegiatan yang melibatkan generasi muda dan masyarakat juga turut disiapkan. Salah satunya pelatihan seni merangkai janur.

Dalam kegiatan tersebut, peserta akan diperkenalkan pada cara membuat berbagai bentuk kerajinan tradisional, seperti ketupat, hiasan pernikahan, dan bentuk lainnya, sekaligus memahami filosofi yang terkandung di dalamnya.

Sejumlah agenda besar dijadwalkan berlangsung pada penghujung festival.

Festival Folklore Kota Lama akan digelar pada 18-19 September, sedangkan pertunjukan 1.000 Angklung Berkebaya dijadwalkan pada 19 September 2026.

Dengan durasi yang diperpanjang hingga 20 September, FKL XV diharapkan menjadi ruang pertemuan bagi masyarakat, wisatawan, peserta MTQ, komunitas, dan pelaku usaha.

Selain menghadirkan hiburan, kegiatan tersebut diharapkan turut memperkuat citra Kota Lama sebagai pusat wisata sejarah, seni, budaya, dan ekonomi kreatif di Semarang. (dkp)

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Gubernur Jateng Tinjau Kebakaran TPA Putri Cempo, Pastikan Keselamatan Warga Jadi Prioritas

5 September 2026 - 14:19 WIB

Polda Jateng Bongkar Tiga Kasus Penyalahgunaan Subsidi, Kerugian Negara Capai Rp10,8 Miliar

5 September 2026 - 13:29 WIB

Kapolres Kudus Ikut Shalat Istisqa Bersama Ratusan Warga, Doakan Hujan Segera Turun

5 September 2026 - 13:12 WIB

Pemprov Jateng Tingkatkan Kesiapan Relawan Hadapi Ancaman Bencana

5 September 2026 - 13:00 WIB

Fajar Karya Dukung GBF 2026, UKM Lokal Didorong Makin Berkembang

5 September 2026 - 12:50 WIB

Kebakaran Rumput Kering di Bukit Sitanjung Lebaksiu Berhasil Dipadamkan, Polisi Imbau Warga Waspada

5 September 2026 - 12:22 WIB

Trending di Daerah