BOYOLALI | Kabarjateng.id – Kemampuan fisik prajurit menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang kesiapan menjalankan tugas.
Untuk memastikan kondisi tersebut tetap terjaga, Kodim 0724/Boyolali menggelar Tes Kesegaran Jasmani (Garjas) Periodik Semester II Tahun Anggaran 2026.
Kegiatan berlangsung di Lapangan Atletik Desa Mojosongo, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Rabu (7/10/2026), dengan diikuti personel Kodim 0724/Boyolali.
Sebelum menjalani rangkaian tes, seluruh prajurit terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan.
Pemeriksaan dilakukan tenaga medis dari Klinik Pratama Kartika 24 Boyolali.
Pemeriksaan tersebut mencakup penimbangan berat badan, pengecekan tekanan darah hingga pengukuran denyut nadi.
Tahapan ini dilakukan untuk memastikan setiap personel berada dalam kondisi yang aman dan layak mengikuti tes kebugaran.
Setelah dinyatakan sehat, para prajurit mengikuti pemanasan sebelum memasuki tahapan Garjas.
Pelaksanaan kegiatan turut mendapat pengawasan dari Tim Jasmani Korem 074/Warastratama.
Pasipers Kodim 0724/Boyolali, Lettu Inf M. Zaenuri, mengatakan Garjas merupakan bagian dari program pembinaan personel yang dilaksanakan secara berkala.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan mengetahui tingkat kebugaran prajurit, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan fisik agar selalu siap mendukung pelaksanaan tugas.
“Garjas ini bukan sekadar tes, tetapi juga menjadi sarana untuk membina dan mengukur kemampuan fisik setiap personel. Dengan kondisi fisik yang prima, pelaksanaan tugas dapat berjalan dengan lancar dan maksimal,” katanya.
Zaenuri menjelaskan, hasil pelaksanaan Garjas dapat digunakan sebagai bahan evaluasi bagi masing-masing prajurit.
Dari hasil tersebut, personel dapat mengetahui kondisi kebugaran sekaligus menentukan bagian yang masih perlu ditingkatkan.
Karena itu, ia mendorong para prajurit menjaga kebugaran dengan latihan fisik secara rutin, tidak hanya menjelang pelaksanaan Garjas.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar mengikuti setiap tahapan tes secara serius dengan tetap memperhatikan kondisi tubuh dan keselamatan.
“Laksanakan tes dengan sungguh-sungguh, tetapi tetap perhatikan kondisi tubuh dan faktor keamanan. Jangan sampai kegiatan untuk meningkatkan kebugaran justru menimbulkan hal-hal yang merugikan diri sendiri,” pungkasnya. (ar)






