SEMARANG, Kabarjateng.id – Sejumlah relawan gabungan Kota Semarang menggelar aksi sosial dengan melakukan pengecoran jalan berlubang di kawasan Jalan Suratmo, Kecamatan Semarang Barat, pada Jumat (3/10) malam.
Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas di ruas jalan tersebut selama sepekan terakhir.
Terdapat dua titik yang menjadi fokus perbaikan, yaitu di depan Futsal Arena, Jalan Suratmo Raya, serta di simpang Jalan Suratmo–Abdul Rahman Saleh yang berada dekat dengan bank BNI. Kedua lokasi itu diketahui kerap menjadi titik rawan kecelakaan.
Koordinator aksi, Peyok, dari komunitas Info Taruna Semarang, menjelaskan bahwa kegiatan ini muncul dari inisiatif spontan para relawan.
Mereka sering menerima laporan dan menangani korban kecelakaan yang disebabkan oleh kondisi jalan yang rusak.
“Dalam satu minggu terakhir, sudah terjadi tiga kali kecelakaan di lokasi yang sama akibat lubang jalan. Banyak warga yang mengadukan hal ini kepada kami karena khawatir akan keselamatan pengguna jalan,” ujar Peyok, Minggu (4/10).
Walaupun belum ada korban jiwa, para relawan menilai kondisi jalan tersebut berpotensi menyebabkan kecelakaan fatal jika dibiarkan.
Untuk itu, mereka bergerak cepat melakukan perbaikan darurat dengan bahan dan peralatan seadanya.
Proses pengecoran menggunakan campuran semen dan pasir yang dikumpulkan dari sumbangan para anggota komunitas.
“Seluruh material dan perlengkapan berasal dari donasi. Ada yang menyumbang pasir, semen, uang, bahkan tenaga. Semua langsung kami manfaatkan untuk memperbaiki jalan,” jelas Peyok.
Ia menambahkan bahwa laporan mengenai kerusakan jalan sebenarnya sudah beberapa kali disampaikan kepada pemerintah kota melalui media sosial dan koordinasi dengan pihak kecamatan.
Namun, hingga kini, belum ada tindakan perbaikan permanen dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU).
“Yang cukup disayangkan, di lokasi sudah ada water barrier dari PU, tapi tidak segera ditindaklanjuti. Sementara kerusakan jalan semakin parah karena kontur tanah di bawah aspal berupa lempung, sehingga cepat ambles,” ungkapnya.
Peyok juga menyoroti kualitas tambalan jalan sebelumnya yang dinilai tidak maksimal.
Aspal mudah terkelupas dan tidak menyatu dengan lapisan lama, sehingga jalan cepat rusak kembali.
Para relawan berharap, aksi ini dapat mendorong pemerintah kota untuk segera melakukan perbaikan secara menyeluruh agar tidak terjadi lagi kecelakaan di lokasi tersebut.
Menurut mereka, langkah ini bukan sekadar tambal sulam, melainkan bentuk nyata kepedulian terhadap keselamatan masyarakat.
Sebagai catatan, aksi perbaikan jalan oleh relawan gabungan ini bukan yang pertama.
Pada Februari 2025 lalu, mereka juga melakukan penandaan jalan berlubang dengan pilok di sejumlah titik Kota Semarang, di tengah cuaca ekstrem yang menyebabkan banyak ruas jalan tergenang dan rusak. (day)






