Menu

Mode Gelap
 

Headline · 12 Sep 2025 20:33 WIB

Kapolres Jepara Bersama Forkopimda Tanam Seribu Bibit Mangrove di Pesisir Kedungmalang


					Kapolres Jepara Bersama Forkopimda Tanam Seribu Bibit Mangrove di Pesisir Kedungmalang Perbesar

JEPARA, Kabarjateng.id – Kawasan pesisir di Kabupaten Jepara, khususnya Desa Kedungmalang, Kecamatan Kedung, tengah menghadapi ancaman serius berupa abrasi pantai dan banjir rob.

Untuk mencegah kerusakan semakin parah, jajaran Forkopimda Jepara bersama masyarakat menggelar aksi nyata berupa penanaman seribu bibit mangrove pada Jumat (12/9/2025).

Mangrove dipilih karena memiliki manfaat penting, baik dalam menahan abrasi maupun menjaga ekosistem pesisir agar tetap lestari.

Selain itu, keberadaan hutan mangrove juga diyakini mampu mengurangi risiko rob, melindungi pemukiman, hingga memberikan ruang hidup bagi biota laut.

Aksi tanam mangrove ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Bupati Jepara Witiarso Utomo, Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso, Dandim 0719/Jepara Letkol Arm Khoirul Cahyadi, jajaran Forkopimda, para camat, OPD terkait, hingga warga Desa Kedungmalang.

Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemkab Jepara, Cabang Dinas Kelautan Wilayah Timur DPK Provinsi Jawa Tengah, serta Cabang Dinas Kehutanan II Pati DLHK Jateng.

Kasihumas Polres Jepara, AKP Dwi Prayitna, menyampaikan bahwa penanaman pohon ini menjadi salah satu wujud kepedulian Polri terhadap kelestarian alam.

Menurutnya, mangrove berperan besar dalam menjaga ketersediaan sumber air, menyerap karbon dioksida, serta menghasilkan oksigen bagi kehidupan.

“Dengan membiasakan diri menanam pohon, kita tidak hanya mencegah abrasi, tetapi juga ikut berkontribusi dalam mengatasi pemanasan global,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan personel Polres Jepara merupakan bentuk pengabdian Polri bagi masyarakat dan lingkungan.

“Menanam pohon baru akan membawa manfaat positif, tidak hanya bagi ekosistem tetapi juga bagi kesejahteraan warga sekitar,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Jepara Witiarso Utomo menekankan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang disampaikan saat dirinya berkantor di Desa Menganti beberapa waktu lalu.

Saat itu, warga mengeluhkan ancaman abrasi yang sudah mulai merusak lahan pemukiman dan berdampak pada perekonomian.

“Penanaman mangrove adalah langkah awal. Setelah ditanam, pohon-pohon ini harus dirawat supaya tumbuh lebat. Jika terjaga, manfaatnya akan sangat besar, baik untuk perlindungan alam maupun untuk pengembangan ekonomi warga melalui hutan mangrove,” jelas Bupati.

Ke depan, upaya serupa akan terus dilanjutkan. Pada Oktober 2025, Pemkab Jepara bersama instansi terkait menargetkan penanaman 6.000 bibit tambahan di kawasan yang sama.

Program ini juga disinergikan dengan gerakan Mageri Segoro yang dicanangkan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Bahkan, tahun 2026 direncanakan 15 ribu bibit mangrove kembali ditanam dengan dukungan Pemprov Jateng.

Selain menahan abrasi, Bupati berharap hutan mangrove di Jepara dapat menjadi pusat ekowisata sekaligus area konservasi biota laut yang memberi nilai tambah bagi masyarakat.

“Mari kita jaga bersama kelestarian pesisir Jepara. Mangrove bukan hanya pelindung pantai, tetapi juga sumber kehidupan dan masa depan warga pesisir,” pungkasnya. (hr)

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Pengadilan Negeri Salatiga Intensifkan Wasmat di Rutan

16 April 2026 - 13:56 WIB

Jelang Iduladha, Jateng Perkuat Layanan Kesehatan Hewan Keliling untuk Antisipasi Penyakit

16 April 2026 - 13:33 WIB

Apresiasi Ruwatan Silayur, Wali Kota Semarang Tegaskan Upaya Nyata Tetap Jadi Prioritas

16 April 2026 - 13:15 WIB

Dukung Ruwatan Silayur, Sarif Abdillah Ajak Warga Lestarikan Tradisi dan Nilai Spiritual

16 April 2026 - 12:44 WIB

Ketua LSM Forlindo Jaya Soroti Pemeriksaan 63 ASN, Desak KPK Perluas Arah Penyidikan

16 April 2026 - 11:28 WIB

Polsek Madukara Ringkus Pelaku Curanmor dalam Dua Hari, Motor Guru Juri Pramuka Berhasil Diamankan

16 April 2026 - 11:11 WIB

Trending di Daerah