SEMARANG, Kabarjateng.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang terus berupaya menjaga standar keselamatan dan kenyamanan perjalanan kereta api. Salah satu fokus utama adalah memastikan seluruh awak kereta, terutama masinis, selalu dalam kondisi sehat dan bugar sebelum bertugas.
Sebagai wujud komitmen, KAI menyediakan fasilitas Griya Karya, yakni tempat istirahat khusus bagi awak kereta api di berbagai daerah.
Fasilitas ini dirancang agar para masinis, kondektur, petugas Polsuska, hingga teknisi dapat beristirahat dengan nyaman setelah menjalankan dinasan.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo, menegaskan pentingnya keberadaan Griya Karya dalam mendukung keselamatan operasional.
“Keselamatan perjalanan sangat dipengaruhi oleh kondisi fisik awak kereta. Melalui Griya Karya, kami ingin memastikan mereka mendapat waktu istirahat yang cukup dan berkualitas sehingga siap kembali bertugas dengan prima,” jelasnya.
Di wilayah Daop 4 Semarang saat ini terdapat lima Griya Karya, yang berlokasi di Stasiun Semarang Tawang, Semarang Poncol, Tegal, serta Cepu. Layaknya hotel, fasilitas ini dilengkapi dengan kamar istirahat yang nyaman, sarana pendukung, dan pengelolaan yang ditujukan khusus bagi para petugas perkeretaapian.
Sejak tahun 2020 hingga 2025, KAI telah membangun 19 Griya Karya baru di berbagai daerah, termasuk di Semarang Tawang yang kini sudah beroperasi. Pembangunan tersebut merupakan bentuk investasi perusahaan untuk meningkatkan standar layanan internal.
Khusus di Griya Karya Semarang Tawang, tercatat lebih dari 100 awak kereta setiap harinya memanfaatkan fasilitas ini. Angka tersebut menunjukkan betapa vitalnya ketersediaan sarana istirahat representatif dalam menjaga kelancaran operasional kereta api.
Lebih jauh, Franoto menambahkan bahwa perhatian terhadap kesehatan dan kebugaran awak kereta tidak hanya berdampak pada keselamatan, tetapi juga meningkatkan semangat kerja dan loyalitas pegawai.
“KAI bukan sekadar menghadirkan transportasi yang handal, namun juga membangun sumber daya manusia yang sehat, profesional, dan berdedikasi. Semua upaya ini pada akhirnya ditujukan untuk memastikan perjalanan kereta api yang aman, nyaman, dan dipercaya masyarakat,” tutupnya. (day)






