Menu

Mode Gelap
 

Headline

Heboh! Pelajar SMA Kirim Video Hubungan Intim dengan Kekasih ke Orang Tua Pasangannya

badge-check


					Heboh! Pelajar SMA Kirim Video Hubungan Intim dengan Kekasih ke Orang Tua Pasangannya Perbesar

SEMARANG, Kabarjateng.id – Seorang siswa SMA berusia 19 tahun, Raditya Fillah, ditangkap polisi terkait kasus pelecehan seksual yang menghebohkan. Pelaku mengirimkan video dirinya sedang berhubungan intim dengan korban teman sekolah berusia 17 tahun kepada ibu korban, mengaku ingin meminta restu untuk melanjutkan hubungan mereka.

Menurut Kepala Unit 2 PPA Polrestabes Semarang Ipda Dinda Aprillia, video tersebut diterima ibu korban di WhatsApp pada 14 Juni 2024 yang dikirimkan dari nomor telepon korban sendiri. Orang tua korban siswa SMA langsung menanyai putrinya atas kebenaran video tersebut.

“Korban 17 tahun. Mengalami trauma dan hilang keperawanan,” ujar Ipda Dinda Aprillia saat Konferensi Pers di Aula Polrestabes Semarang, Rabu.

Dari penyelidikan lebih lanjut terungkap bahwa pelaku mengakses akun WhatsApp korban melalui perangkat lain sehingga memungkinkannya mengirim pesan dan video dari ponsel korban.

Hal itu diketahui ibu korban saat menyita ponsel putrinya dan mendapati akun WhatsApp korban membalas pesan di grup chat.

Raditya Fillah dijerat Pasal 81 juncto Pasal 76D dan atau Pasal 82 juncto Pasal 76E UU RI no. 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Pelaku juga diketahui mengancam korban sebelum mengirim video ke orangtua korban. “Korban diancam pelaku. Hingga korban tidak berani ungkapkan (perbuatan pelaku),” tutup Ipda Dinda Aprillia.

Anehnya, Raditya mengaku mengirimkan video tersebut untuk meminta restu orang tua korban agar bisa melanjutkan hubungan yang sudah dijalaninya selama empat bulan. Ia pun mengaku mengakses akun WhatsApp korban untuk memantau aktivitas chatnya.

Ibu korban melaporkan kejadian tersebut ke polisi sehingga berujung pada penangkapan Raditya di kawasan Ngaliyan.

Tindakannya mendapat kecaman dari pihak keluarga korban, dan dia saat ini menghadapi tuntutan serius.

Kasus ini menyoroti perlunya kesadaran dan pendidikan yang lebih baik lagi tentang hubungan yang sehat, persetujuan, dan keamanan online.

Hal ini juga menggarisbawahi pentingnya orang tua untuk waspada dan mengambil tindakan ketika mereka mencurigai anak mereka menjadi korban kekerasan atau pelecehan. (Humas Polrestabes Semarang / Kabarjateng.id)

Tinggalkan Balasan

1 Komentar

semua sudah ditampilkan
Kabar Terbaru

Dinkes Kota Semarang Selidiki Penyebab Dugaan Keracunan MBG di SMKN 6

1 Agustus 2026 - 12:16 WIB

Ditresnarkoba Polda Jateng Amankan Dua Pengedar Sabu di Colomadu, 23 Paket Siap Edar Disita

1 Agustus 2026 - 10:46 WIB

Polres Semarang Pastikan Tidak Ada Kebakaran Hutan di Pringapus, Hotspot SIPONGI Berasal dari Bekas Pembakaran Rumput

31 Juli 2026 - 15:47 WIB

PMII Kota Semarang Resmi Jadi Sobat Bersinar BNNP Jateng, Perkuat Gerakan Pencegahan Narkoba

30 Juli 2026 - 21:22 WIB

Polres Boyolali Bongkar Kasus Kekerasan Seksual Disertai Ancaman Sebar Video Korban

30 Juli 2026 - 21:09 WIB

DPRD Soroti Piutang Pajak Kota Semarang Tembus Rp1,2 Triliun

30 Juli 2026 - 18:55 WIB

Trending di Kabar Semarang