Menu

Mode Gelap
 

Headline

Agus Rohmat Bekali Pemuda Lintas Agama untuk Bersinergi Menuju Kota Semarang Bersinar

badge-check


					Agus Rohmat Bekali Pemuda Lintas Agama untuk Bersinergi Menuju Kota Semarang Bersinar Perbesar

SEMARANG, Kabarjateng.id – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Semarang menggelar workshop bertajuk “Bersatu Melawan Narkoba: Pemuda Lintas Agama Bersinergi Menuju Kota Semarang Bersinar,” pada Selasa (8/10/2024).

Acara ini dihadiri pemuda lintas agama dan perwakilan perguruan tinggi, bertujuan memperkuat kolaborasi dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di Kota Semarang.

Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah, Brigjen Pol. Dr. H. Agus Rohmat, S.I.K., S.H., M.Hum., menyampaikan apresiasi kepada para peserta.

“Masalah narkoba adalah kejahatan luar biasa yang membutuhkan penanganan lintas sektor. BNN dan aparat hukum tidak bisa bekerja sendiri, seluruh masyarakat harus bersama-sama bergerak melawan narkoba,” tegasnya.

Dalam materinya, Brigjen Agus menjelaskan strategi BNN dalam Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Ia memaparkan ciri-ciri pengguna narkoba, cara menangani peredaran gelap, serta bagaimana langkah menghadapi ancaman narkoba jenis baru yang kian beragam.

Sementara itu, Plt. Kepala Kesbangpol Kota Semarang, Joko Hartono, S.STP, M.Si., menyampaikan apresiasinya kepada BNN atas keterlibatan aktif dalam kegiatan tersebut.

“Kolaborasi dengan BNN sangat penting untuk mengatasi masalah narkoba yang kian marak. Pemerintah tidak bisa bekerja sendirian,” ujarnya.

Selain itu, Finrados Yufan Madakarah, SH, perwakilan dari Kejaksaan Negeri Kota Semarang, menyampaikan materi mengenai restorative justice untuk korban penyalahgunaan narkoba, yang membuka peluang rehabilitasi bagi pengguna narkoba sehingga mereka dapat kembali ke masyarakat.

Marulitua Siahanan, Ketua Yayasan Pondok Rehab Elkana sekaligus mantan pengguna narkoba, berbagi kisah perjuangannya.

“Dulu, saya pecandu berat putau. Rasa sakit saat berhenti menggunakan membuat saya sengaja mencari masalah agar dipukuli di penjara, karena hanya rasa sakit itulah yang membuat saya bisa tidur,” kenangnya, sembari memotivasi para peserta untuk menjauhi narkoba.

Diskusi semakin hangat saat Kasdu dari LDII mengingatkan pentingnya pengawasan di jalur masuk narkoba melalui pantai dan perbatasan.

Perwakilan GAMKI mengusulkan peningkatan sosialisasi di gereja-gereja, sementara Clara dari Pemuda Katolik menekankan pentingnya program “Kampus Bersinar” dalam menjaga kesehatan mental mahasiswa. Perwakilan HMI juga menyatakan kesiapan mereka untuk menjalin kerjasama resmi dengan BNN.

Melalui workshop ini, diharapkan pemuda lintas agama dapat bersinergi dengan pemerintah, dan BNN agar semakin kuat dalam melawan penyalahgunaan narkoba demi masa depan yang lebih bersinar di Kota Semarang. (di)

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Seleksi Beasiswa Pesantren Pemprov Jateng Masuki Tahap Akhir, 15 Santri Dipastikan Kuliah ke Luar Negeri

27 Juli 2026 - 07:55 WIB

Kebakaran Lahan di Brebes Jadi Sinyal Bahaya, Polda Jateng Serukan Gerakan Cegah Karhutla

27 Juli 2026 - 07:43 WIB

SPKT Polda Jateng Tingkatkan Kualitas Layanan, Masyarakat Apresiasi Pelayanan Cepat dan Transparan

27 Juli 2026 - 07:13 WIB

Raih Gelar Doktor, KH Abdurrosyid Kembangkan Kurikulum PAI Berbasis Moderasi Beragama

26 Juli 2026 - 22:47 WIB

BNNP Jateng dan Pemkot Semarang Perkuat Gerakan ANANDA BERSINAR Cegah Narkoba Sejak Dini

26 Juli 2026 - 16:16 WIB

Kebakaran Hebat Terjang Pasar Modern BSB, Diduga Berawal dari Tabung Gas Bocor

26 Juli 2026 - 13:00 WIB

Trending di Headline