TEGAL, Kabarjateng.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) menyalurkan bantuan senilai Rp239 juta, tangani dampak bencana tanah gerak Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal.
Bantuan diserahkan langsung Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal, Amir Makhmud, pada Selasa (17/02/2026).
Dalam kunjungannya, Taj Yasin menyapa pengungsi sekaligus memastikan Pemprov Jateng tangani kondisi kesehatan, ketersediaan logistik, dan kesiapan sarana ibadah menjelang Ramadan.
Ia memiliki harapan kepada masyarakat agar tetap kuat serta menjaga kesehatan meski menghadapi situasi sulit.
“Menjelang Ramadan, saya harap tetap menjaga kesehatan dan bahagia menjalankan ibadah. Apalagi ada musala. Kami pastikan kebutuhan sahur dan buka puasa,” tuturnya.
Ia menegaskan kebutuhan spiritual masyarakat juga menjadi perhatian pemerintah, mengingat mayoritas warga aktif dalam kegiatan keagamaan.
“Mayoritas warga aktif sebagai majelis serta pesantren. Kami memastikan musala okasi pengungsian siap selama Ramadan,” jelasnya.
Kondisi Pengungsi
Selain memastikan kebutuhan ibadah, Wagub meninjau layanan kesehatan dan distribusi bantuan.
Ia menyampaikan kondisi pengungsi relatif sehat dan kebutuhan dasar cukup, meskipun kenyamanan beda ketika bukan rumah sendiri.
“Alhamdulillah kondisi pengungsi sehat dan layanan berjalan baik. Meski belum nyaman karena bukan rumah sendiri, maka perlu percepatan pembangunan hunian sementara. Saat ini telah ada sekitar 540 unit, dan masih butuh lahan untuk 360 unit, totalnya mencapai 900 unit sesuai jumlah rumah,” katanya.
Ia menambahkan pemerintah mengawal percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) serta menyiapkan solusi hunian tetap (huntap).
Tantangan muncul karena satu rumah penghuni bisa lebih dari satu kepala keluarga.
“Kami akan mencarikan solusi, karena satu rumah dua hingga lima kepala keluarga. Selain itu, lahan belum dapat rekomendasi BMKG karena masih labil. Kami pastikan lokasi tepat dan aman bagi masyarakat,” tutupnya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal Amir Makhmud menambahkan pihaknya berupaya mempercepat penyelesaian huntara sebelum Lebaran.
“Kami bekerja keras agar huntara yang dibangun di Desa Capar, Jatinegara, segera selesai dan dapat difungsikan sebelum Lebaran,” tuturnya.
Sementara itu, pengungsi Waydi Supratman berharap pembangunan hunian segera direalisasikan, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri. “Kami berharap pembangunan hunian dipercepat, baik sementara maupun permanen, karena Ramadan segera tiba dan tentu menyedihkan jika Lebaran masih di pengungsian,” ucapnya. Ia bersyukur kebutuhan makanan di pengungsian tercukupi. “Mulai dari makanan, pakaian, hingga minuman tersedia,” imbuhnya. (Muhrodi)






Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.