SOLO | Kabarjateng.id – Bunda PAUD Jawa Tengah, Hj Nawal Arafah Yasin, mengajak para ayah lebih aktif membangun kedekatan emosional dengan anak melalui kegiatan sederhana, seperti bercerita, bermain, dan meluangkan waktu bersama.
Menurut Nawal, keterlibatan ayah dalam pengasuhan berperan penting dalam membentuk rasa aman, kepercayaan diri, serta kemampuan anak menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Pesan tersebut disampaikan Nawal saat membuka Festival PAUD yang meliputi lomba mewarnai, pojok literasi, dan mendengarkan dongeng, sekaligus kegiatan CILUKBA atau Cerito lan Dolanan Bareng Bapak di Taman Balekambang, Solo, Minggu (25/10/2026).
Ia menilai, anak membutuhkan figur orang tua yang dapat menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari.
Minimnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan dikhawatirkan memengaruhi kemampuan anak membangun kepercayaan terhadap lingkungan sekitarnya.
“Harus ada bonding antara orang tua, khususnya bapak dengan anak. Sebab jika bapak tidak terlibat pengasuhan, anak akan mudah mengalami trust issue, tidak mudah mempercayai orang lain dan cepat depresi ketika menghadapi tantangan dalam hidupnya,” kata Nawal.
Melalui program CILUKBA, Tim Penggerak PKK Jawa Tengah berupaya mendorong para ayah agar menyediakan waktu khusus untuk berinteraksi dengan anak.
Aktivitas sederhana tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan emosional sekaligus menciptakan kenangan positif dalam kehidupan anak.
Nawal juga menyoroti tantangan pengasuhan di tengah perkembangan teknologi digital.
Anak-anak generasi Alfa kini semakin akrab dengan gawai dan berbagai informasi yang belum tentu sesuai dengan usia maupun kebutuhan mereka.
“Apalagi sekarang, anak kita lahir sebagai gen Alfa sudah terpapar dengan layar HP, bahkan saat melahirkan ibunya juga pegang HP. Maka kalau tidak ada pengasuhan yang benar, anak sulit menyaring mana informasi yang benar dan mana yang salah,” ungkap istri Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin tersebut.
Karena itu, menurut Nawal, pola asuh keluarga tidak cukup hanya berorientasi pada kedekatan fisik.
Orang tua juga perlu menanamkan komitmen, kemampuan berpikir kritis, serta nilai-nilai moral agar anak mampu mengambil keputusan secara bijak.
Ia turut mengingatkan pentingnya membekali anak dengan keimanan, kejujuran, adab, dan tanggung jawab.
Nilai-nilai tersebut perlu ditanamkan sejak dini agar anak memiliki pegangan dalam menentukan sikap dan membedakan perilaku baik maupun buruk.
“Sehebat apa pun ilmu parenting, kalau anak tidak punya tauhid akan kehilangan kontrol dalam hidupnya. Ajarkan internalisasi nilai kebaikan supaya anak tahu baik-buruknya sebelum bertindak,” tegasnya.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Bunda PAUD Surakarta, Venessa Winastesia.
Ia menyatakan dukungannya terhadap gerakan CILUKBA dengan menyiapkan kebijakan yang mendorong ayah meluangkan waktu mengasuh anak secara rutin.
Melalui kebijakan tersebut, direncanakan satu hari dalam sepekan setiap bulan menjadi waktu khusus bagi ayah untuk menjalankan peran pengasuhan, sehingga ibu juga memiliki kesempatan menikmati waktu pribadi.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Sunarto, mengatakan festival tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pola asuh positif bagi anak usia dini.
Program ini merupakan kolaborasi PKK Jawa Tengah, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, dan Yayasan Keluarga Kita.
Kegiatan tersebut diikuti 75 PAUD Mandiri serta sekitar 200 orang tua bersama anak-anak mereka.
Antusiasme juga terlihat dari Remon dan Kuncoro, warga Solo yang hadir bersama anaknya.
Keduanya menyambut positif penyelenggaraan festival karena memberikan kesempatan bagi orang tua dan anak untuk bermain, berinteraksi, serta menghabiskan waktu bersama dalam suasana menyenangkan.
Melalui kegiatan ini, penguatan peran ayah diharapkan tidak berhenti pada acara seremonial, tetapi menjadi kebiasaan dalam keluarga.
Kehadiran orang tua secara konsisten menjadi salah satu fondasi penting bagi tumbuh kembang anak yang sehat, percaya diri, dan berkarakter. (dkp)






