KEBUMEN | Kabarjateng.id – Program Bakti TNI AD untuk Rakyat Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Kebumen terus berjalan.
Hingga Senin (26/10/2026), pembangunan jalan, sumur bor, rehabilitasi rumah warga, hingga sejumlah kegiatan sosial dan kesehatan menunjukkan perkembangan yang beragam.
Program yang dilaksanakan Kodim 0709/Kebumen tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung pembangunan wilayah sekaligus membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Salah satu sasaran fisik yang mengalami kemajuan adalah pembangunan jalan rabat beton di Desa Tirtomoyo, Kecamatan Poncowarno.
Jalan dengan panjang 700 meter dan lebar 2,5 meter itu telah mencapai progres sekitar 70 persen.
Keberadaan jalan tersebut diharapkan mempermudah mobilitas warga, memperlancar akses antarlokasi, serta mendukung aktivitas perekonomian masyarakat.
Selain pembangunan jalan, program penyediaan air bersih melalui pengeboran sumur juga menjadi perhatian.
Sebanyak 50 titik sumur bor direncanakan tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Kebumen.
Berdasarkan laporan perkembangan, pengerjaan sumur bor di Desa Karangsari, Kecamatan Kutowinangun, telah mencapai 15 persen.
Sementara dua titik lainnya di Desa Triwarno, kecamatan yang sama, masing-masing mencatat progres 36 persen dan 28 persen.
Penyediaan sumur bor ini diharapkan membantu masyarakat mendapatkan sumber air bersih yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.
Di bidang perumahan, sebanyak 45 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menjadi sasaran rehabilitasi. Program tersebut mendapat dukungan dari Sterad, Kodam, dan Baznas.
Salah satu rumah yang sedang diperbaiki adalah milik Fatkhulloh di Desa Sikayu, Kecamatan Buayan. Proses rehabilitasi rumah tersebut dilaporkan telah mencapai 42 persen.
Tidak hanya menyasar pembangunan infrastruktur dan perumahan, program Bakti TNI AD juga mencakup pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Pengobatan gratis dengan target 1.000 orang telah mencapai realisasi sekitar 50 persen.
Sementara itu, tiga sasaran bantuan kesehatan dan sosial telah mencapai 100 persen.
Ketiganya meliputi operasi bibir sumbing untuk satu orang, bantuan kaki palsu bagi lima orang, serta penyaluran satu unit kursi roda.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu penerima manfaat memperoleh dukungan kesehatan dan menunjang aktivitas sehari-hari.
Pelaksanaan program melibatkan 103 personel dari berbagai unsur.
Jumlah tersebut terdiri atas 35 personel TNI, lima personel pemerintah daerah, 55 orang dari unsur masyarakat, serta delapan personel Perlindungan Masyarakat (Linmas).
Keterlibatan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan pembangunan.
Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat juga diharapkan memperkuat semangat gotong royong di Kabupaten Kebumen.
Melalui program Bakti TNI AD untuk Rakyat, Kodam IV/Diponegoro bersama Kodim 0709/Kebumen terus mendorong kegiatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat, baik melalui pembangunan fisik maupun pelayanan sosial.
Sejumlah pekerjaan yang masih berlangsung diharapkan dapat diselesaikan sesuai target sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat, sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. (lim)






