Menu

Mode Gelap
 

Headline · 2 Jun 2025 11:35 WIB

Pancasila Jadi Fondasi Utama Persatuan, Wali Kota Semarang Serukan Penguatan Nilai Luhur Bangsa


					Pancasila Jadi Fondasi Utama Persatuan, Wali Kota Semarang Serukan Penguatan Nilai Luhur Bangsa Perbesar

SEMARANG, Kabarjateng.id – Wali Kota Semarang, Agustina, menegaskan bahwa Pancasila memiliki peran sentral dalam memperkokoh persatuan nasional di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Hal ini disampaikannya saat memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Balai Kota Semarang pada Senin (2/6/2025).

Dalam amanat yang dibacakannya mewakili Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Agustina menyampaikan bahwa Pancasila menjadi simbol persatuan bagi lebih dari 270 juta warga Indonesia yang berasal dari latar belakang budaya, agama, suku, dan bahasa yang beragam.

“Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga wadah yang menyatukan seluruh perbedaan di Indonesia. Dari sinilah kita belajar bahwa keberagaman adalah kekuatan yang harus dirawat bersama,” ungkapnya.

Ia menekankan bahwa setiap sila dalam Pancasila mengandung nilai luhur yang menjadi pijakan moral bangsa dalam menjalankan kehidupan bernegara.

Nilai-nilai tersebut menumbuhkan semangat kebersamaan, menghargai hak asasi manusia, dan menciptakan keadilan bagi seluruh rakyat.

Agustina juga menyampaikan rasa bangganya atas capaian Kota Semarang yang berhasil meraih peringkat ketiga sebagai kota paling toleran secara nasional.

Ia menilai prestasi ini menjadi indikator bahwa nilai-nilai Pancasila telah diterapkan secara nyata oleh masyarakat.

“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa warga Semarang tidak hanya memahami, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya usai upacara.

Lebih jauh, ia menyoroti pentingnya menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam mengarungi era globalisasi yang penuh tantangan, termasuk dalam aspek sosial, ekonomi, dan teknologi.

“Tanpa arah ideologis yang kuat, pembangunan bisa kehilangan arah. Ekonomi tanpa keadilan berpotensi menimbulkan kesenjangan. Teknologi tanpa etika dapat membahayakan masa depan bangsa. Maka, memperkuat Pancasila adalah langkah strategis untuk memastikan pembangunan tetap berpijak pada nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial,” jelas Agustina. (day)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Ironi Togel Putihan Dekat Polsek Subah Bebas Tak Tersentuh, Warga Pertanyakan Ketegasan Aparat

28 April 2026 - 21:19 WIB

Pangdam IV/Diponegoro Kawal Kunjungan Presiden Prabowo ke TPST Banyumas

28 April 2026 - 18:58 WIB

Advokat Jateng Diajak Bergabung ke Peradi Profesional, Perkuat Organisasi dan Etika Profesi

28 April 2026 - 18:50 WIB

Polres Kudus Bongkar Kasus Pemerasan Pedagang Es Campur, Dua Pelaku Masuk Tahanan

28 April 2026 - 16:43 WIB

Polres Demak Bangun Sumur Bor untuk Atasi Krisis Air Bersih Pascabanjir

28 April 2026 - 13:54 WIB

Patroli Gabungan Perhutani dan LMDH Perkuat Pengamanan Hutan di BKPH Tanggung

28 April 2026 - 13:39 WIB

Trending di Daerah