DEMAK | Kabarjateng.id – Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra mengajak masyarakat memperkuat toleransi, menjaga kerukunan antarumat beragama, serta tidak mudah terhasut informasi yang berpotensi memicu konflik sosial.
Pesan tersebut disampaikan Kapolres saat mengikuti kegiatan salat Jumat di Masjid Al Ikhlas, Perum Wonosalam Asri, Desa Jogoloyo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, Jumat (6/11/2026).
Dalam kesempatan itu, ia sekaligus menyampaikan imbauan terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
AKBP Arrizal menegaskan, keberagaman keyakinan merupakan bagian dari kehidupan bermasyarakat yang harus dihormati.
Perbedaan agama maupun kepercayaan tidak boleh menjadi alasan munculnya permusuhan dan perpecahan.
Menurutnya, sikap saling menghargai menjadi salah satu kunci menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan harmonis.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menghormati umat agama lain ketika menjalankan ibadah, termasuk menjaga sikap dan perkataan dalam pergaulan sehari-hari.
Perhatian khusus turut diberikan terhadap penggunaan media sosial. Kapolres meminta warga lebih berhati-hati dalam menyampaikan komentar maupun mengunggah konten yang berkaitan dengan keyakinan dan kehidupan sosial.
“Jangan sampai perkataan, candaan, maupun unggahan di media sosial yang menyinggung keyakinan orang lain merusak hubungan baik antarwarga. Mari kita jaga lisan dan sikap agar kerukunan tetap terpelihara,” ujarnya.
Selain persoalan toleransi, Kapolres menyoroti maraknya informasi yang belum terverifikasi.
Masyarakat diminta tidak langsung mempercayai atau menyebarkan berita yang mengandung provokasi dan berpotensi mengadu domba.
Ia mengajak warga membiasakan diri memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya kepada orang lain.
“Saring sebelum sharing. Jangan mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya. Apabila menemukan informasi yang meresahkan atau berpotensi mengganggu keamanan, segera koordinasikan dengan Bhabinkamtibmas,” tegasnya.
Untuk menjaga situasi wilayah tetap kondusif, Kapolres juga mendorong masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Di antaranya melalui kerja bakti, ronda, menjaga keamanan bersama, serta membantu sesama tanpa melihat perbedaan latar belakang.
Ia menekankan, terciptanya keamanan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab kepolisian.
Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk mendeteksi dan mencegah potensi gangguan sejak dini.
“Keamanan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab Kepolisian. Dibutuhkan kepedulian dan peran aktif seluruh masyarakat. Dengan kebersamaan dan komunikasi yang baik, berbagai potensi gangguan kamtibmas dapat kita cegah sejak dini,” katanya.
Kapolres turut mengingatkan agar setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat diselesaikan melalui dialog dan musyawarah.
Pelibatan tokoh agama, tokoh masyarakat, serta Bhabinkamtibmas dinilai penting untuk mencari solusi tanpa menimbulkan persoalan baru.
Ia juga meminta warga tidak melakukan tindakan main hakim sendiri ketika menghadapi permasalahan di lingkungan sekitar.
Masyarakat yang mengetahui adanya gangguan keamanan atau tindakan provokatif diminta segera melaporkannya kepada petugas kepolisian.
“Jika masyarakat mengetahui adanya hasutan atau gangguan keamanan, segera laporkan kepada Bhabinkamtibmas setempat atau melalui layanan Polisi 110 yang dapat diakses secara gratis. Mari kita bersama-sama menjaga Demak agar tetap aman, damai, dan kondusif,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Jogoloyo, Dennis Bakhria, menyambut positif langkah kepolisian yang terus membangun komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat.
Ia menilai sinergi antara kepolisian, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat perlu terus diperkuat untuk menjaga stabilitas keamanan di lingkungan desa.
Dennis menyatakan pemerintah desa mendukung berbagai program Polri yang mendorong kehadiran polisi di tengah masyarakat.
“Kami mendukung program Kepolisian untuk terus hadir dan semakin dekat dengan masyarakat. Sinergitas harus selalu dijalin dan diperkuat, karena menjaga keamanan bukan hanya tugas Kepolisian, tetapi membutuhkan peran serta seluruh elemen masyarakat demi terwujudnya kamtibmas yang aman dan kondusif,” ujarnya. (lim)






