Menu

Mode Gelap
 

Headline

KNTI Jepara Desak Evaluasi Total Sistem e-Ticketing di Dermaga

badge-check


					KNTI Jepara Desak Evaluasi Total Sistem e-Ticketing di Dermaga Perbesar

JEPARA, Kabarjateng.id — Konfederasi Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Jepara mendesak Pemerintah Kabupaten Jepara untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem e-ticketing yang diberlakukan di sejumlah dermaga dan pelabuhan yang dikelola pihak swasta.

Kebijakan tersebut dinilai telah menimbulkan keresahan serta membebani para nelayan tradisional.

Ketua DPD KNTI Jepara, Supriyadi, SE, dalam keterangannya menegaskan bahwa negara seharusnya melindungi, bukan malah memungut biaya dari para nelayan yang menjadi pengguna utama dermaga.

Menurutnya, sistem e-ticketing saat ini merupakan bentuk ketidakadilan struktural dan ekonomi yang merugikan nelayan kecil.

“Nelayan adalah pengguna utama dan historis pelabuhan. Mereka bukan wisatawan. Ketika harus membayar untuk masuk ke ruang hidupnya sendiri, maka telah terjadi bentuk ketidakadilan,” ujar Supriyadi.

KNTI mencatat bahwa penerapan e-ticketing yang memungut biaya masuk bagi kapal atau perahu nelayan berpotensi melanggar sejumlah aturan hukum, di antaranya:
– Pasal 33 ayat (3) UUD 1945 tentang pemanfaatan sumber daya alam untuk kemakmuran rakyat.
– UU No. 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan.
– UU No. 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.
– UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jika pungutan tidak masuk kas daerah.
-Pasal 368 KUHP terkait unsur pemerasan atau pungutan liar oleh pihak tidak berwenang.

Supriyadi juga menyoroti bahwa pengelolaan dermaga oleh pihak swasta tanpa transparansi dan akuntabilitas dapat menciptakan preseden buruk di wilayah pesisir lainnya.

Ia menekankan bahwa dermaga bukan milik korporasi, tetapi merupakan ruang hidup masyarakat pesisir yang harus dijaga.

Untuk itu, KNTI Jepara mengajukan sejumlah desakan, di antaranya:
– Pemkab Jepara melakukan audit dan evaluasi atas perjanjian kerjasama pengelolaan dermaga.
– Penghentian sementara sistem e-ticketing untuk kapal nelayan tradisional hingga ada kejelasan hukum.
– Pembukaan forum dialog tripartit antara nelayan, pemerintah daerah, dan pengelola dermaga.

Pembentukan regulasi berupa Perda atau Surat Edaran Bupati yang menjamin nelayan tradisional bebas dari pungutan tidak sah.

“Jangan biarkan negara kalah di dermaga. Negara harus hadir dan berpihak pada nelayan kecil,” tegas Supriyadi menutup pernyataannya. (Kusmanto)

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Polisi Razia Balap Liar di Kudus, 19 Sepeda Motor Diamankan

19 Juli 2026 - 16:59 WIB

JQHNU Kota Semarang Luncurkan Program Tadarus Keliling dan Umrah Bersama Hamalatul Qur’an

19 Juli 2026 - 16:49 WIB

Trail Run Mekarsari 2026 Semarak, Ratusan Pelari Ikuti Lomba di Gladagsari dengan Pengamanan Ketat

19 Juli 2026 - 16:30 WIB

Menjadi Sorotan Publik, Aksi Masyarakat Dukuh Nglombo RT 03 Sukarela Perbaikan Jembatan Penghubung Antar Kecamatan Jalur Provinsi

19 Juli 2026 - 16:07 WIB

Boyolali Festival of Speed 2026 Berlangsung Meriah, Kapolres Pastikan Ajang Balap Nasional Aman dan Tertib

19 Juli 2026 - 14:21 WIB

Pendaki Asal Bogor Meninggal di Basecamp Merbabu Jalur Selo, Polisi Lakukan Penanganan

19 Juli 2026 - 14:11 WIB

Trending di Kabar Boyolali