Menu

Mode Gelap
 

Headline · 27 Okt 2024 07:53 WIB

PDIP Soroti Dugaan Intervensi Hukum dalam Pilgub Jateng 2024


					PDIP Soroti Dugaan Intervensi Hukum dalam Pilgub Jateng 2024 Perbesar

SEMARANG, Kabarjateng.id – Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Ronny B. Talapessy, menegaskan adanya indikasi intervensi aparat penegak hukum dalam Pilgub Jawa Tengah 2024.

Ia mengungkapkan adanya dugaan kecurangan terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) dengan pola mobilisasi kepala desa untuk mendukung salah satu pasangan calon tertentu.

“Kami melihat adanya indikasi kekuasaan yang disalahgunakan dan aturan yang diabaikan. Pola kecurangan ini bahkan mirip dengan apa yang terjadi pada Pilpres sebelumnya dan kini merambah hampir di seluruh wilayah Jawa Tengah,” ujar Ronny saat jumpa pers di Semarang, Sabtu (26/10).

Ronny menuturkan, mobilisasi kepala desa terjadi di berbagai daerah strategis seperti Pemalang, Semarang, Jepara, Kendal, Banyumas, dan Pekalongan.

Menurutnya, tekanan ini muncul karena lemahnya pemahaman hukum para kepala desa, yang dimanfaatkan untuk kepentingan politik.

“Kami berharap hukum tidak menjadi alat politik yang digunakan untuk menekan pihak tertentu,” tegasnya.

PDIP juga mencium adanya keterlibatan oknum kepolisian yang diduga memiliki hubungan erat dengan salah satu calon kepala daerah berlatar belakang purnawirawan polisi.

“Kami khawatir oknum tertentu di kepolisian menunjukkan keberpihakan. Oleh karena itu, kami meminta pihak kepolisian untuk menjaga netralitas dalam Pilkada ini,” jelas Ronny.

Meski ada indikasi keterlibatan oknum, Ronny tetap yakin sebagian besar anggota kepolisian masih menjalankan tugas dengan profesional dan memegang teguh sumpah setia kepada bangsa.

“Kami percaya, banyak polisi baik yang bekerja sesuai aturan dan tidak terlibat dalam praktik-praktik yang melanggar hukum,” tambahnya.

Jika intimidasi terhadap kepala desa terus berlanjut, PDIP berencana melaporkan dugaan intervensi ini kepada Bawaslu dan Propam Mabes Polri.

Tak hanya itu, PDIP juga siap menempuh jalur hukum perdata terhadap pihak-pihak yang dianggap melanggar aturan.

Ronny juga mengimbau agar para kepala desa tidak merasa takut dalam menghadapi tekanan. Ia berjanji akan memberikan dukungan hukum penuh melalui tim bantuan hukum yang telah dibentuk.

“Kami sudah siapkan tim hukum beranggotakan 400 orang yang tersebar di seluruh Jawa Tengah untuk memberikan bantuan hukum bagi mereka yang membutuhkan,” jelasnya.

Dengan langkah ini, PDIP berharap dapat menjaga integritas demokrasi dalam Pilgub Jateng 2024, menghindarkan proses dari intervensi, dan memastikan semua pihak berkompetisi secara adil tanpa intimidasi. (day)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Pekerja Informal Terima Bantuan Beras Jelang Lebaran dari Pemprov Jateng

14 Maret 2026 - 13:36 WIB

Arus Kendaraan Mulai Meningkat di Tol Ungaran pada Hari Kedua Ops Ketupat Candi 2026

14 Maret 2026 - 13:20 WIB

Operasi Ketupat Candi 2026, Polda Jateng Batasi Kendaraan Sumbu Tiga di Sejumlah Titik Kota Semarang

14 Maret 2026 - 12:58 WIB

Bus Pariwisata Arah Guci Dihimbau Tidak Melintasi Jalur Clirit, dan Dialihkan ke Jalur Pemalang

14 Maret 2026 - 12:32 WIB

Festival Tukar Takir SMAN 1 Paguyangan, Tradisi Ramadan yang Menguatkan Budaya dan Kebersamaan

14 Maret 2026 - 12:24 WIB

Bandara Ahmad Yani Semarang Salurkan 1.000 Paket Sembako di Bulan Ramadan

14 Maret 2026 - 10:34 WIB

Trending di KABAR JATENG