Bupati Semarang Tegaskan Keberpihakan kepada Warga di Tengah Penolakan Eksplorasi Geotermal

Selasa, 27 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah massa yang tergabung dalam Barisan Masyarakat melakukan aksi menolak rencana Geothermal Gunung Ungaran dan Telomoyo. (Foto: Diskominfo Kab Semarang)

Sejumlah massa yang tergabung dalam Barisan Masyarakat melakukan aksi menolak rencana Geothermal Gunung Ungaran dan Telomoyo. (Foto: Diskominfo Kab Semarang)

UNGARAN | Kabarjateng.id – Rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran dan Telomoyo menuai penolakan dari masyarakat.

Sekitar 50 orang yang tergabung dalam Barisan Masyarakat (Barmas) menggelar aksi teatrikal di halaman Kantor Bupati Semarang, Senin (26/10/2026), untuk menyuarakan kekhawatiran terhadap dampak proyek tersebut.

Dalam aksi itu, massa mendesak Bupati Semarang H Ngesti Nugraha mengirimkan surat kepada Presiden RI agar mencabut Keputusan Menteri ESDM Nomor 134.TK/EK.04/MEMBPE/2026 yang berkaitan dengan rencana eksplorasi panas bumi di kedua gunung tersebut.

Perwakilan Barmas kemudian diterima langsung oleh Ngesti Nugraha di Ruang Rapat Dharma Satya, Kompleks Kantor Bupati Semarang, Ungaran.

Baca Juga  Hapkido dan Arung Jeram Sumbang Dua Emas Perdana untuk Kabupaten Semarang di Porprov Jateng 2026

Pertemuan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Valeanto Sukendro, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Rudi Susanto, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Budi Rahardjo, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Suharnoto, serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Ketua aksi Barmas, Kus Aprianto, menyampaikan kekhawatiran masyarakat terhadap potensi dampak eksplorasi panas bumi, terutama menyangkut keberadaan sumber mata air di kawasan Gunung Ungaran dan Telomoyo.

Menurutnya, masyarakat khawatir kegiatan tersebut dapat mengganggu ketersediaan air yang selama ini menjadi penopang kehidupan warga.

“Kami takut mata air Gunung Ungaran dan Telomoyo akan menjadi air mata,” ujar Kus dalam dialog bersama bupati.

Baca Juga  Jelang Musim Hujan, DPRD Kota Semarang Desak Percepatan Pengerukan Sungai dan Evaluasi Pompa Air

Menanggapi aspirasi tersebut, Ngesti Nugraha menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Semarang hingga kini belum menerima surat pemberitahuan resmi mengenai rencana eksplorasi dari Kementerian ESDM maupun PT PLN yang ditunjuk sebagai pelaksana.

Ia mengungkapkan, kegiatan survei di wilayah kerja panas bumi (WKP) Gunung Ungaran pernah dilakukan oleh rekanan PT PLN pada 2020.

Namun, hasil survei tersebut hingga sekarang belum pernah disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.

Pemkab Semarang, lanjut Ngesti, juga telah menjalin komunikasi dengan PT PLN pada awal September lalu.

Dari komunikasi itu, belum ada surat resmi yang diterbitkan sebagai tindak lanjut keputusan Menteri ESDM tersebut.

Baca Juga  Wagub Taj Yasin Takziah ke Rumah Syabilla, Evaluasi Keselamatan Atlet Porprov Jateng Diperketat

Ngesti mengakui pemerintah daerah tidak mempunyai kewenangan untuk menghentikan rencana eksplorasi tersebut.

Meski demikian, ia menegaskan aspirasi masyarakat tetap menjadi perhatian pemerintah kabupaten.

“Kami tetap berpihak kepada kepentingan masyarakat. Masukan dan saran dari masyarakat akan menjadi bahan diskusi bersama, termasuk dengan Forkopimda. Harapannya, situasi kondusif daerah tetap terjaga,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menegaskan komitmen Pemkab Semarang untuk menampung keberatan warga di tengah rencana pengembangan energi panas bumi di Gunung Ungaran dan Telomoyo.

Aspirasi masyarakat selanjutnya diharapkan menjadi bahan pembahasan bersama pihak-pihak terkait, dengan tetap memperhatikan kepentingan warga dan kondisi wilayah. (dkp)

Berita Terkait

Revitalisasi Empat Sekolah di Banyumas Dikebut, TNI dan Warga Kompak Bergotong Royong
Tujuh Tahun Terbaring Koma, AKBP (Anumerta) Aditia Mulya Ramdhani Dimakamkan di Klaten
Polres Demak Tes Urine 65 Orang di Empat Tempat Hiburan Malam, Ini Hasilnya
Wagub Taj Yasin Takziah ke Rumah Syabilla, Evaluasi Keselamatan Atlet Porprov Jateng Diperketat
Investasi Jateng Capai Rp72,54 Triliun, Buka 340 Ribu Lapangan Kerja
Wapres Gibran Serap Aspirasi Nelayan hingga Penghayat Kepercayaan di Cilacap
Dishub Kota Semarang Luncurkan SMART, Pemantauan Penerangan Jalan Kini Terintegrasi
Kasdam IV/Diponegoro Ikuti Evaluasi Penataan Organisasi Satuan TNI AD 2026

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:28 WIB

Revitalisasi Empat Sekolah di Banyumas Dikebut, TNI dan Warga Kompak Bergotong Royong

Selasa, 27 Oktober 2026 - 05:09 WIB

Bupati Semarang Tegaskan Keberpihakan kepada Warga di Tengah Penolakan Eksplorasi Geotermal

Selasa, 27 Oktober 2026 - 02:52 WIB

Tujuh Tahun Terbaring Koma, AKBP (Anumerta) Aditia Mulya Ramdhani Dimakamkan di Klaten

Selasa, 27 Oktober 2026 - 02:10 WIB

Polres Demak Tes Urine 65 Orang di Empat Tempat Hiburan Malam, Ini Hasilnya

Selasa, 27 Oktober 2026 - 01:29 WIB

Wagub Taj Yasin Takziah ke Rumah Syabilla, Evaluasi Keselamatan Atlet Porprov Jateng Diperketat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 01:17 WIB

Investasi Jateng Capai Rp72,54 Triliun, Buka 340 Ribu Lapangan Kerja

Selasa, 27 Oktober 2026 - 01:06 WIB

Wapres Gibran Serap Aspirasi Nelayan hingga Penghayat Kepercayaan di Cilacap

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:19 WIB

Dishub Kota Semarang Luncurkan SMART, Pemantauan Penerangan Jalan Kini Terintegrasi

Berita Terbaru