BOYOLALI | Kabarjateng.id – Pemahaman terhadap teknologi kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) dinilai semakin penting bagi pelajar di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Untuk itu, Polres Boyolali memberikan edukasi pemanfaatan AI melalui program Pelatihan Paham AI Senopati Institute di SMA Negeri 3 Boyolali, Senin (7/9/2026).
Pelatihan yang digelar selama sekitar empat jam, mulai pukul 07.30 hingga 11.30 WIB, tersebut diikuti 317 siswa.
Kegiatan menghadirkan Trainer AI Senopati Institute Polres Boyolali sebagai pemateri sekaligus pendamping praktik bagi para peserta.
Sejumlah pejabat Polres Boyolali turut hadir, di antaranya Kasatbinmas AKP Joni Aryanto, S.Tr.K., S.I.K., Ps. Kasubbagbinkar Bag SDM Iptu Joko Siswanto, S.T., M.M., KBO Satbinmas Iptu Anggun Puspa Regita, S.I.Kom., KRI Satlantas Ipda Gatot Arfiyanto, S.H., dan Kanit Kamsel Satlantas Ipda Nanang DR, S.H.
Dalam pelaksanaan pelatihan, siswa tidak hanya memperoleh penjelasan mengenai kecerdasan artifisial, tetapi juga diajak memahami cara menggunakan teknologi tersebut secara aman, tepat, dan bertanggung jawab.
Untuk mengukur pemahaman peserta, pelatihan dilengkapi dengan tes awal dan tes akhir.
Setelah menerima materi, siswa kemudian mempraktikkan langsung penggunaan AI dengan mendapatkan arahan dari para trainer.
Selain materi dan praktik, peserta juga memperoleh sertifikat setelah menyelesaikan rangkaian pelatihan.
Proses pengumpulan data hingga pengunduhan sertifikat dilakukan melalui Google Drive yang telah disiapkan penyelenggara.
Sebanyak 317 siswa yang mengikuti kegiatan dinyatakan telah mengikuti pelatihan dengan baik.
Mereka memperoleh Sertifikat Kompetensi Program Paham AI Literasi Kecerdasan Artifisial untuk Pelajar yang menjadi salah satu ketentuan dalam penyelesaian Program AI Senopati Institute.
Melalui kegiatan tersebut, Polres Boyolali berupaya memperluas pemahaman pelajar terhadap perkembangan teknologi digital.
Edukasi AI diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan siswa dalam mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga mendorong mereka menggunakan teknologi untuk mendukung proses belajar dan aktivitas sehari-hari secara positif.
Polres Boyolali juga menekankan pentingnya sikap bijak dalam memanfaatkan teknologi.
Dengan pemahaman yang memadai, pelajar diharapkan mampu mengambil manfaat dari perkembangan AI sekaligus menghindari penggunaan teknologi yang dapat menimbulkan dampak negatif. (ar)






