SEMARANG | Kabarjateng.id – Sebanyak 45 pelajar resmi menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Jawa Tengah 2026.
Mereka dikukuhkan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Sabtu (15/8/2026).
Ke-45 anggota Paskibraka tersebut akan menjalankan tugas pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Pancasila, kawasan Simpang Lima Semarang, Senin (17/8/2026).
Pengukuhan dilakukan Taj Yasin mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.
Prosesi berlangsung khidmat, ditandai penyematan lencana Merah Putih Garuda dan kendit Perintis Pemuda kepada Gaisan Akhtar Nabihan sebagai perwakilan anggota Paskibraka.
Setelah prosesi tersebut, seluruh anggota Paskibraka secara bergantian mencium Sang Saka Merah Putih sebagai bagian dari rangkaian pengukuhan.
Usai acara, Taj Yasin menyempatkan diri berbincang dengan para anggota Paskibraka.
Ia menanyakan sejumlah hal, mulai dari daerah asal, sekolah, proses seleksi hingga cita-cita mereka setelah menyelesaikan pendidikan.
Dalam kesempatan itu, Taj Yasin mengingatkan para pelajar agar tidak hanya mengejar cita-cita, tetapi juga membangun karakter yang kuat.
Ia secara khusus meminta mereka menjaga integritas dan menjadikan pengabdian kepada masyarakat sebagai landasan dalam menjalani profesi.
Menurutnya, pilihan karier para anggota Paskibraka cukup beragam. Ada yang ingin menjadi ASN, jaksa, anggota TNI dan Polri, pramugari, hingga dosen.
Apa pun profesi yang dipilih, kata dia, prinsip kejujuran dan tanggung jawab harus tetap dijaga.
“Yang menjadi ASN harus memberikan pelayanan terbaik. Begitu juga yang memilih menjadi TNI, polisi, pramugari maupun pengajar. Integritas dan pengabdian harus tetap menjadi pegangan,” pesan Taj Yasin.
Selain integritas, ia menilai pengalaman selama mengikuti pelatihan Paskibraka harus menjadi bekal dalam kehidupan sehari-hari.
Kedisiplinan yang dibangun selama masa pemusatan latihan diharapkan tidak berhenti setelah tugas pengibaran bendera selesai.
Ia meminta para pelajar membawa kebiasaan disiplin tersebut ke lingkungan keluarga dan sekolah serta memberikan contoh positif kepada orang-orang di sekitarnya.
Taj Yasin juga mengingatkan para anggota Paskibraka untuk menjaga kondisi fisik menjelang pelaksanaan upacara.
Menurutnya, tugas mengibarkan bendera dalam peringatan kemerdekaan merupakan kehormatan sekaligus bentuk penghargaan terhadap perjuangan para pendahulu bangsa.
“Jaga kesehatan, banggakan orang tua, dan hayati makna tugas ini sebagai bagian dari meneruskan perjuangan para leluhur,” ujarnya.
Salah satu anggota Paskibraka, Marsela Agustin dari SMK Negeri 1 Purworejo, mengaku bangga sekaligus terharu dapat terpilih sebagai wakil Jawa Tengah.
Ia mengatakan pencapaian tersebut tidak pernah dibayangkan sebelumnya.
Sela, sapaan Marsela, menuturkan persiapannya dilakukan dengan belajar secara serius serta aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Paskibraka.
Selama menjalani pemusatan latihan sejak 3 Agustus di Asrama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Jawa Tengah, ia memperoleh banyak pengalaman.
Mulai dari belajar disiplin, keberanian, kemandirian, kepatuhan hingga tanggung jawab.
Putri seorang petani tersebut bercita-cita menjadi Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad).
Menurutnya, keberhasilan menjadi Paskibraka tingkat provinsi juga menjadi kebahagiaan tersendiri bagi keluarganya.
Pengalaman serupa dirasakan Arkan Syafri Faidlurrahman, siswa MAN 1 Magelang.
Ia berhasil melewati seleksi dari tingkat Kabupaten Magelang hingga akhirnya terpilih menjadi bagian dari Paskibraka Jawa Tengah.
Arkan mengaku termotivasi untuk mengikuti seleksi karena ingin memberikan kebanggaan kepada orang tua sekaligus menambah pengalaman dan prestasi.
Ia memiliki keinginan menjadi prajurit TNI, meneruskan jejak ayahnya.
Selama mengikuti pelatihan, Arkan merasakan perubahan dalam hal kedisiplinan dan pola hidup.
Kini, seluruh anggota Paskibraka Jawa Tengah 2026 bersiap menjalankan tugas utama mereka pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Upacara pengibaran bendera di Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang dijadwalkan melibatkan lebih dari 1.000 peserta.
Mereka berasal dari berbagai unsur, termasuk masyarakat, TNI, Polri, serta aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. (dkp)






