Menu

Mode Gelap
 

Kabar Jawa Tengah

Seleksi Beasiswa Pesantren Pemprov Jateng Masuki Tahap Akhir, 15 Santri Dipastikan Kuliah ke Luar Negeri

badge-check


					Seleksi Beasiswa Pesantren Pemprov Jateng Masuki Tahap Akhir, 15 Santri Dipastikan Kuliah ke Luar Negeri Perbesar

SEMARANG | kabarjateng.id – Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tahun 2026 memasuki tahap penentuan.

Sebanyak 15 santri telah dinyatakan lolos sebagai penerima beasiswa studi ke luar negeri, sementara peserta beasiswa dalam negeri masih menjalani proses seleksi akhir melalui wawancara.

Berdasarkan hasil seleksi yang diumumkan pada 6 Juli 2026, sebanyak 15 santri berhasil memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan ke sejumlah perguruan tinggi di luar negeri.

Rinciannya, tiga peserta akan menempuh studi bidang sains dan teknologi di China, satu orang diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Al Azhar Mesir, tiga orang melanjutkan pendidikan di Universitas Al Ahqof, Yaman, tujuh orang menempuh studi keislaman di Al Azhar Mesir, serta satu peserta mengikuti program double degree.

Sementara itu, jalur beasiswa dalam negeri masih berlanjut. Dari total ratusan pendaftar, sebanyak 98 peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi.

Mereka terdiri atas 43 santri jenjang Sarjana (S1) dan 55 pengasuh pesantren yang akan melanjutkan pendidikan Magister (S2) maupun Doktor (S3).

Menariknya, dari 43 calon penerima beasiswa S1, terdapat 10 peserta yang memilih Program Studi Kedokteran dan 12 peserta lainnya mengambil bidang Sains, Teknik, serta Matematika.

Tahapan berikutnya berupa wawancara dilaksanakan di kompleks Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah, Semarang.

Peserta S2 dan S3 mengikuti wawancara pada Sabtu, 25 Juli 2026, sedangkan peserta S1 dijadwalkan pada Minggu, 26 Juli 2026.

Hasil akhir seleksi akan diumumkan pada 3 Agustus 2026 melalui laman resmi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan aplikasi Jateng Ngopeni Nglakoni (JNN).

Ketua Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Provinsi Jawa Tengah, Prof. Dr. KH. Hasyim Muhammad, M.Ag., mengatakan program tersebut merupakan bagian dari implementasi Program Pesantren Obah yang menjadi salah satu program prioritas Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen.

Menurutnya, beasiswa ini menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap kalangan pesantren, khususnya santri yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap berbagai program beasiswa umum.

“Program ini diharapkan mampu membuka kesempatan lebih luas bagi santri dan pengasuh pesantren untuk menempuh pendidikan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sosialisasi program telah dilakukan sejak tahun lalu melalui berbagai saluran, baik secara langsung maupun daring.

Pendaftaran dilakukan melalui aplikasi JNN serta laman resmi Pemprov Jawa Tengah.

Tercatat sebanyak 942 orang mendaftar pada program perdana ini, terdiri atas 702 santri dan 240 pengasuh pesantren.

Dari jumlah tersebut, hanya 98 peserta yang berhasil melaju ke tahapan akhir seleksi.

Ketua Panitia Seleksi, Dr. Wahid Abdulrahman, menjelaskan bahwa penilaian wawancara difokuskan pada empat aspek, yakni kemampuan membaca kitab kuning dengan bobot 50 persen, hafalan Al-Qur’an sebesar 20 persen, wawasan kebangsaan 15 persen, serta pemahaman kepesantrenan 15 persen.

Ia menambahkan, beasiswa yang disediakan mencakup lima skema, yakni program vokasi dan S1 dalam negeri, vokasi dan S1 luar negeri, program double degree, studi keislaman di sejumlah perguruan tinggi luar negeri seperti Al Azhar Mesir dan Al Ahqof Yaman, serta beasiswa bagi pengasuh pesantren untuk jenjang S2 dan S3 di dalam negeri.

Menurut Wahid, peserta penerima beasiswa dalam negeri dapat memilih perguruan tinggi negeri maupun swasta di Jawa Tengah yang telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Sementara untuk luar negeri, pilihan kampus juga disesuaikan dengan institusi yang telah memiliki kemitraan resmi dengan pemerintah daerah.

Ia juga mengungkapkan, terdapat beberapa peserta yang tidak hadir pada jadwal wawancara hari pertama.

Panitia memberikan kesempatan mengikuti wawancara susulan pada hari berikutnya agar seluruh peserta yang memenuhi syarat tetap memiliki kesempatan menyelesaikan proses seleksi. (dkp)

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Kebakaran Lahan di Brebes Jadi Sinyal Bahaya, Polda Jateng Serukan Gerakan Cegah Karhutla

27 Juli 2026 - 07:43 WIB

SPKT Polda Jateng Tingkatkan Kualitas Layanan, Masyarakat Apresiasi Pelayanan Cepat dan Transparan

27 Juli 2026 - 07:13 WIB

Raih Gelar Doktor, KH Abdurrosyid Kembangkan Kurikulum PAI Berbasis Moderasi Beragama

26 Juli 2026 - 22:47 WIB

Kebakaran Hebat Terjang Pasar Modern BSB, Diduga Berawal dari Tabung Gas Bocor

26 Juli 2026 - 13:00 WIB

Festival Tongtek Kabumi Desa Bringin Jepara Berlangsung Meriah

26 Juli 2026 - 09:51 WIB

Asri FC Juara Wurja Cup Jilid I 2026 Usai Taklukkan PGRI Paguyangan FC 2-1 di Laga Final

26 Juli 2026 - 09:44 WIB

Trending di Daerah