SALATIGA | kabarjateng.id – Mengawali tahun ajaran 2026/2027, SMA Sainstek Ahmad Dahlan Kota Salatiga menggelar kegiatan Awalussanah di Gedung DPRD Kota Salatiga, Sabtu (11/7/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum untuk menyamakan visi antara sekolah, orang tua, siswa, dan Persyarikatan Muhammadiyah dalam membangun ekosistem pendidikan yang modern, berbasis sains, teknologi, serta penguatan karakter.
Sejak berdiri, SMA Sainstek Ahmad Dahlan mengusung konsep pendidikan yang mengintegrasikan nilai religius, prestasi akademik, dan inovasi teknologi.
Sekolah ini menargetkan lahirnya lulusan yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Kepala SMA Sainstek Ahmad Dahlan, Sutomo, menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya bergantung pada sekolah, tetapi juga memerlukan sinergi seluruh pihak.
“Kesuksesan membangun sekolah diawali dari komitmen yang sama antara sekolah, orang tua, persyarikatan, dan peserta didik. Kami ingin proses belajar berlangsung dengan suasana yang menyenangkan, penuh kesadaran, dan memberikan makna,” ujarnya.
Untuk mendukung tujuan tersebut, sekolah menghadirkan tiga program unggulan, yakni Olympiad School, Public Speaking School, dan Research School.
Ketiga program itu dirancang untuk mengembangkan kemampuan siswa sesuai minat, bakat, dan potensi masing-masing.
Menurut Sutomo, pendidikan tidak semata berorientasi pada nilai akademik, tetapi juga membentuk karakter, kreativitas, serta kemampuan berpikir kritis sebagai bekal menghadapi masa depan.
Pada angkatan pertama, SMA Sainstek Ahmad Dahlan menerima 42 peserta didik yang terbagi dalam dua rombongan belajar.
Jumlah tersebut menjadi langkah awal memperkenalkan konsep pendidikan yang ditawarkan kepada masyarakat.
Budaya penelitian juga mulai ditanamkan sejak dini.
Berbagai proyek sederhana telah diperkenalkan kepada siswa sebagai awal pembelajaran riset yang nantinya akan dikembangkan secara lebih sistematis hingga menghasilkan karya ilmiah dan publikasi.
Siapkan Siswa Hadapi Era AI dan Sekolah Bilingual
Selain memperkuat bidang sains, sekolah juga memberikan perhatian besar terhadap perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Sutomo menjelaskan, peserta didik tidak hanya diarahkan menjadi pengguna teknologi, tetapi juga didorong untuk menciptakan inovasi melalui pemanfaatan AI.
Kemampuan berbahasa Inggris juga menjadi salah satu prioritas. Seluruh tenaga pendidik telah mengikuti pelatihan untuk mendukung penerapan konsep sekolah bilingual.
Dalam kegiatan Awalussanah, penggunaan Bahasa Inggris tampak diterapkan oleh guru, pembawa acara, hingga sejumlah siswa baru saat memperkenalkan diri.
Materi yang disampaikan kemudian diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia agar mudah dipahami seluruh peserta.
Menurut Sutomo, pendekatan tersebut bertujuan membangun rasa percaya diri siswa sehingga bahasa asing tidak lagi dianggap sebagai sesuatu yang sulit dipelajari.
Target Jadi Sekolah Rujukan Bidang Olimpiade
Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kota Salatiga, Sugiman, menyampaikan bahwa kehadiran SMA Sainstek Ahmad Dahlan menjadi pelengkap pilihan pendidikan Muhammadiyah di Kota Salatiga.
Ia menjelaskan, sekolah ini memiliki fokus khusus pada pengembangan sains, teknologi, dan humaniora melalui pembelajaran berbasis riset serta penguatan kemampuan komunikasi.
Selain itu, SMA Sainstek Ahmad Dahlan menargetkan diri menjadi salah satu sekolah unggulan dalam pembinaan olimpiade akademik.
Setiap siswa akan dipetakan potensi dan bakatnya agar memperoleh pembinaan sesuai bidang yang diminati, baik matematika, sains, maupun humaniora.
Dengan konsep pendidikan tersebut, SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga optimistis mampu melahirkan generasi muda yang religius, inovatif, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan global sekaligus berkontribusi mewujudkan Indonesia Emas 2045. (ar)






