Menu

Mode Gelap
 

Kabar Boyolali

Setelah Puluhan Tahun Menunggu, Warga Boyolali Segera Nikmati Jembatan Penghubung Gumukrejo–Krasak

badge-check


					Setelah Puluhan Tahun Menunggu, Warga Boyolali Segera Nikmati Jembatan Penghubung Gumukrejo–Krasak Perbesar

BOYOLALI | Kabarjateng.id – Penantian panjang masyarakat akhirnya mulai menemukan titik terang. Melalui Program Jembatan Perintis Garuda, pemerintah bersama TNI Angkatan Darat membangun jembatan yang menghubungkan Desa Gumukrejo dan Desa Krasak di Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali.

Pembangunan jembatan tersebut menjadi jawaban atas kebutuhan warga akan akses transportasi yang selama ini dinilai kurang memadai.

Kehadirannya diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi dan pendidikan di wilayah setempat.

Program Jembatan Perintis Garuda merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperluas pemerataan pembangunan infrastruktur hingga ke daerah-daerah yang membutuhkan.

Pelaksanaannya melibatkan TNI AD melalui kegiatan Karya Bakti dengan semangat pengabdian kepada masyarakat.

Selama ini, keterbatasan akses menjadi kendala bagi warga kedua desa. Dengan adanya jembatan baru, para pelajar dari Desa Krasak yang bersekolah di Desa Gumukrejo akan lebih mudah menjangkau tempat belajar.

Selain itu, petani juga akan memperoleh akses yang lebih cepat untuk mendistribusikan hasil panen ke berbagai tujuan.

Tak hanya berdampak pada kelancaran transportasi, pembangunan jembatan ini juga diproyeksikan memberikan manfaat ekonomi bagi ratusan keluarga.

Sekitar 850 warga atau 400 kepala keluarga di kawasan tersebut diperkirakan akan merasakan dampak positif dari terbukanya jalur penghubung baru tersebut.

Tokoh masyarakat Desa Gumukrejo, Munawir (48), mengaku bersyukur karena impian yang telah lama diperjuangkan akhirnya dapat terwujud.

Menurutnya, warga sudah menantikan keberadaan jembatan itu selama lebih dari tiga dekade.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah dan TNI AD yang telah membantu merealisasikan pembangunan jembatan ini. Bagi masyarakat, jembatan ini sangat penting untuk menunjang aktivitas sehari-hari,” ujarnya.

Munawir mengenang, sekitar 35 tahun lalu warga pernah berinisiatif membangun jembatan secara mandiri.

Saat itu, material seperti batu dan pasir dikumpulkan dari sungai, sementara kebutuhan semen dipenuhi melalui swadaya masyarakat.

Namun keterbatasan biaya membuat pembangunan tidak dapat dilanjutkan hingga selesai.

Kini, harapan yang sempat tertunda tersebut perlahan menjadi kenyataan.

Warga berharap pembangunan infrastruktur yang menyentuh kebutuhan masyarakat dapat terus berlanjut sehingga manfaatnya dirasakan lebih luas.

Keberadaan Jembatan Perintis Garuda diharapkan tidak hanya menjadi sarana penghubung antarwilayah, tetapi juga membuka peluang baru bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kolaborasi antara pemerintah, TNI, dan warga menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur dapat menjadi pendorong kemajuan daerah dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. (ar)

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Nelayan Pantura Barat Terbantu, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Distribusi BBM dan Akses Pelabuhan Tetap Lancar

23 Juni 2026 - 10:40 WIB

Kemantapan Jalan Jateng Ditarget Tuntas untuk Dorong Ekonomi dan Kelancaran Mobilitas Warga

23 Juni 2026 - 10:31 WIB

Gubernur Jateng Tegaskan Layanan Perizinan Nelayan Tanpa Biaya, Warga Diminta Laporkan Pungli

23 Juni 2026 - 10:20 WIB

Wujud Kepedulian Sosial kepada Masyarakat, Polres Boyolali Gelar Khitan Massal Gratis 

23 Juni 2026 - 09:58 WIB

Hari Bhayangkara ke-80, Polres Boyolali Berikan Dukungan Moril kepada Purnawirawan dan Personel yang Sakit

23 Juni 2026 - 09:47 WIB

Pemulung Asal Demak Meninggal Saat Beristirahat di Rumah Rekan di Boyolali

23 Juni 2026 - 09:36 WIB

Trending di Kabar Boyolali