BREBES, Kabarjateng.id – Suasana penuh haru menyelimuti acara Purnawiyata Angkatan XII SMK Ma’arif NU 02 Paguyangan, Kabupaten Brebes, saat ratusan siswa kelas XII mengakhiri masa pendidikan mereka selama tiga tahun.
Tangis bahagia pecah ketika para siswa berpamitan kepada guru dan orang tua dalam prosesi yang berlangsung di halaman sekolah, Rabu (6/5/2026).
Sekolah mengusung tema “Unggul Prestasi, Maju Pembangunan dalam Bingkai Ahlussunah wal Jama’ah An-Nahdliyah” dalam kegiatan tersebut.
Panitia juga menggabungkan acara purnawiyata dengan Haul Akbar sesepuh Nahdlatul Ulama Desa Cilibur sebagai bentuk penghormatan kepada para tokoh pendiri pendidikan NU di wilayah itu.
Prosesi Pelepasan Berlangsung Khidmat
Ketua Badan Pelaksana Pendidikan, kepala sekolah, kepala program keahlian, dan wali kelas memasangkan samir kepada seluruh siswa kelas XII sebagai tanda kelulusan mereka.
Sekolah juga memberikan penghargaan kepada siswa berprestasi di bidang akademik maupun nonakademik.
Penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi atas kerja keras dan dedikasi para siswa selama menempuh pendidikan.
Kepala SMK Ma’arif NU 02 Paguyangan, Muhammad Hakim Mustopa, S.Pd., menyampaikan rasa terima kasih kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan anak-anak mereka kepada sekolah tersebut.
Ia menjelaskan, SMK Ma’arif NU 02 Paguyangan memiliki tiga program keahlian, yakni Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura, Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), serta Teknik Sepeda Motor (TSM).
Perkuat Kerja Sama dan Pendidikan Karakter
Selain meningkatkan kualitas pembelajaran, sekolah terus memperluas kerja sama dengan dunia usaha, dunia industri, dan perguruan tinggi guna membuka peluang kerja maupun pendidikan lanjutan bagi lulusan.
“Kami berharap seluruh lulusan mampu menjaga nama baik almamater dan memanfaatkan ilmu yang mereka peroleh untuk masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Hakim juga menegaskan bahwa guru tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan kedisiplinan siswa selama berada di lingkungan sekolah.
Ketua Badan Pelaksana Pendidikan SMK Ma’arif NU 02 Paguyangan, Miftahudin, S.Pd., mengatakan purnawiyata tahun ini terasa lebih istimewa karena panitia merangkaikannya dengan Haul Akbar sesepuh dan pejuang Nahdlatul Ulama Desa Cilibur.
Menurutnya, generasi muda harus memahami perjuangan para pendahulu dalam membangun pendidikan berbasis NU di desa tersebut.
Pendidikan Religius Makin Kuat
Miftahudin juga mengajak seluruh lembaga pendidikan di bawah naungan NU untuk terus memperkuat sinergi dan komunikasi demi meningkatkan kualitas pendidikan.
Sekolah rutin menggelar salat duha bersama, salat zuhur berjamaah, dan berbagai kegiatan keagamaan lainnya guna memperkuat pendidikan karakter religius siswa.
Kehadiran masjid baru di lingkungan sekolah juga semakin mendukung aktivitas spiritual para siswa dan guru.
Prosesi Sungkem Pecahkan Tangis Haru
Momen paling mengharukan muncul saat prosesi sungkem kepada orang tua.
Para siswa bersimpuh di hadapan ayah dan ibu mereka sambil membasuh kaki serta menyampaikan permohonan maaf dan ucapan terima kasih.
Tangis haru langsung pecah ketika para orang tua memeluk anak-anak mereka dengan penuh bangga dan doa.
Tokoh masyarakat Desa Cilibur, H. Saefulloh, mengingatkan pentingnya ilmu dan iman sebagai bekal menjalani kehidupan.
“Gunakan ilmu untuk kebaikan keluarga, masyarakat, dan agama,” pesannya.
Panitia menutup rangkaian kegiatan dengan tausiyah dan doa bersama yang dipimpin KH Amin Mustaqim, S.Ag.
Dalam tausiyahnya, ia mengajak para lulusan untuk terus menjaga akhlak, semangat belajar, dan nilai-nilai keislaman saat terjun ke tengah masyarakat. (wb)






Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.