SEMARANG, Kabarjateng.id – Perempuan memiliki peluang besar untuk tampil sebagai pemimpin yang kuat, adaptif, dan berdaya saing di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.
Hal itu disampaikan Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy, S.I.K., M.Si., saat menjadi narasumber dalam dialog interaktif TVRI Jawa Tengah bertema “Kepemimpinan Perempuan di Era Modern”, Rabu (6/5/2026).
Dalam forum tersebut, AKBP Ratna hadir bersama Direktur AKS Ibu Kartini Semarang, Dra. Mien Zyahratil Umami, M.Pd., untuk membahas peran strategis perempuan dalam dunia kepemimpinan, baik di sektor pemerintahan, pendidikan, maupun pelayanan publik.
AKBP Ratna menegaskan bahwa perempuan saat ini harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital yang memengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan.
Menurutnya, kepemimpinan perempuan bukan hanya soal jabatan, tetapi juga tentang kemampuan mengambil keputusan, membangun komunikasi, serta menghadirkan solusi bagi masyarakat.
“Perempuan harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, terus belajar, dan meningkatkan kompetensi agar mampu bersaing secara profesional,” ujarnya.
Menjadi Polisi Adalah Jalan Pengabdian
AKBP Ratna mengungkapkan bahwa keinginannya menjadi anggota Polri sudah tumbuh sejak usia muda.
Baginya, profesi polisi merupakan jalan pengabdian untuk hadir langsung membantu masyarakat dan memberikan rasa aman.
Menjadi seorang polisi, menurutnya, memberi kesempatan besar untuk terlibat langsung dalam berbagai persoalan sosial dan mencari solusi nyata di tengah masyarakat.
Sebagai pimpinan di Polres Semarang, AKBP Ratna menilai keberhasilan organisasi sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia, kerja sama tim, dan kepemimpinan yang mampu memberi teladan.
Ia menerapkan pendekatan humanis dalam memimpin personel, dengan menanamkan rasa tanggung jawab serta semangat pelayanan kepada masyarakat.
“Polres Semarang kami bangun sebagai rumah bersama, bukan sekadar tempat bekerja. Team work yang kuat menjadi kekuatan utama dalam menjalankan tugas,” tegasnya.
Integritas dan Inovasi Jadi Kunci Pelayanan
AKBP Ratna juga menekankan bahwa integritas menjadi pondasi utama seorang pemimpin.
Pemimpin harus adil, konsisten, dan mampu menerapkan reward serta punishment secara objektif demi menjaga profesionalisme anggota.
Dalam menghadapi era digital, Polres Semarang terus menghadirkan inovasi pelayanan publik.
Salah satunya melalui layanan chatbot kepolisian yang dapat diakses masyarakat selama 24 jam tanpa batas waktu.
Selain itu, pihaknya juga aktif memberikan edukasi kepada kalangan pelajar mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) secara positif dan produktif.
Program tersebut bertujuan membentuk generasi muda sebagai agen kamtibmas digital yang mampu menjaga keamanan dan ketertiban di ruang digital maupun lingkungan sosial.
Bahkan, Polres Semarang menyiapkan 21 trainer untuk mendampingi para pelajar dan melahirkan “Duta AI” sebagai pelopor penggunaan teknologi secara bijak.
“Pemanfaatan teknologi harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Pelajar juga harus menjadi bagian dari solusi dalam menjaga keamanan di era digital,” jelasnya.
Perempuan Harus Mampu Menjaga Keseimbangan
AKBP Ratna juga menyinggung tantangan perempuan dalam menjalankan peran ganda sebagai ibu, istri, dan pemimpin.
Menurutnya, keseimbangan itu dapat tercapai melalui komunikasi yang baik dan kemampuan menentukan skala prioritas.
Ia menegaskan bahwa perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, selama memiliki kemauan kuat untuk belajar dan meningkatkan kualitas diri.
Terkait manajemen konflik, ia menilai langkah preventif dan preemtif sangat penting untuk mencegah persoalan berkembang menjadi lebih besar.
“Konflik harus dicegah sejak awal dengan komunikasi yang baik, pembagian tugas yang jelas, dan kerja sama yang solid,” ujarnya.
Perempuan Harus Berani Tampil dan Berkembang
Di akhir dialog, AKBP Ratna mengajak seluruh perempuan, khususnya anggota Polri, untuk terus percaya diri dan berani mengambil peran strategis dalam berbagai bidang.
Menurutnya, perempuan harus terus berkembang, meningkatkan kemampuan, dan membuktikan bahwa mereka mampu menjadi pemimpin yang kuat serta membawa perubahan positif bagi lingkungan sekitar.
“Perempuan harus terus mengasah kemampuan agar mampu bersaing dan berdiri sejajar dalam berbagai bidang,” pungkasnya. (liem)






Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.