SEMARANG, Kabarjateng.id – Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., melaksanakan kunjungan kerja ke sejumlah satuan jajaran Kodam IV/Diponegoro pada Rabu (6/5/2026).
Kegiatan ini bertujuan memastikan kesiapan operasional satuan tempur dan teritorial tetap terjaga secara maksimal.
Menggunakan helikopter TNI AD, Pangdam berangkat dari Lapangan Parade Kompleks Makodam IV/Diponegoro menuju beberapa wilayah strategis yang menjadi titik pembinaan satuan.
Peninjauan ini sekaligus menjadi bentuk pengawasan langsung terhadap kesiapan prajurit di lapangan.
Yon TP Kendal Jadi Titik Awal
Lokasi pertama yang Pangdam kunjungi yakni Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) 935/Satria Bahurekso di Kabupaten Kendal.
Setelah mendarat di Lapangan Sepak Bola Dawung, Pangdam bersama rombongan langsung menuju markas satuan untuk melihat kondisi personel serta fasilitas pendukung.
Di sana, Pangdam menegaskan pentingnya kesiapan satuan dalam mendukung pembangunan wilayah sekaligus menjaga stabilitas keamanan.
Yon TP harus mampu menjalankan fungsi teritorial secara optimal serta hadir memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Pangdam Tekankan Lima Poin Penting
Usai dari Kendal, Pangdam melanjutkan kunjungan ke Yon TP 937/Satria Kalijaga di Kabupaten Demak.
Helikopter mendarat di Lapangan Desa Tlogosari sebelum rombongan bergerak menuju Markas Komando Yon TP 937/SK di Desa Kalicilik.
Saat memberikan pengarahan kepada prajurit, Mayjen TNI Achiruddin menekankan bahwa setiap prajurit harus selalu siap kapan saja jika mendapat penugasan.
Menurutnya, kesiapan tempur menjadi hal utama yang tidak boleh diabaikan.
Ia menyampaikan lima poin penting yang wajib dijaga seluruh prajurit.
Yakni menjaga kondisi fisik, meningkatkan kemampuan menembak, menegakkan disiplin.
Kemudian menghindari pelanggaran dan sikap mengeluh, serta bijak dalam menggunakan media sosial.
Pangdam menilai kemampuan tempur harus menjadi prioritas utama sebelum kemampuan teritorial.
Prajurit yang profesional harus memiliki mental kuat, fisik prima, serta loyalitas tinggi terhadap tugas dan tanggung jawab negara.
Ibadah Tetap Jadi Pondasi
Selain kesiapan fisik, Pangdam juga mengingatkan pentingnya kekuatan spiritual. Ia meminta seluruh prajurit tetap menjaga ibadah dan selalu melibatkan Tuhan dalam setiap aktivitas, seberat apa pun tugas yang dijalankan.
Menurutnya, kekuatan batin akan membantu prajurit menghadapi tekanan tugas serta menjaga integritas dalam pengabdian kepada bangsa dan negara.
Lanjut ke Pati dan Brigif 43/Muria
Perjalanan kemudian berlanjut ke Kabupaten Pati. Pangdam mendarat di Lapangan Gunung Panti sebelum menuju Markas Yonif TP 936/Satria Joyokusumo di Desa Godo, Kecamatan Winong.
Di lokasi tersebut, Pangdam kembali melakukan pengecekan terhadap kesiapan operasional satuan.
Ia memastikan seluruh personel berada dalam kondisi siap serta mampu menjalankan tugas pengabdian dengan maksimal.
Kunjungan kerja ditutup di Markas Brigade Infanteri 43/Muria, Kabupaten Kudus.
Peninjauan ke tingkat brigade ini menjadi langkah penting dalam memperkuat sinkronisasi komando dan pengendalian terhadap seluruh satuan di bawah Brigif 43/Muria.
Melalui kunjungan ini, Pangdam IV/Diponegoro menegaskan komitmennya untuk menjaga seluruh satuan tetap solid, profesional, dan siap menghadapi setiap tantangan tugas demi kepentingan bangsa dan negara. (liem)






Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.