Menu

Mode Gelap
 

Pendidikan · 6 Mei 2026 14:45 WIB

Jawa Tengah Pertama di Indonesia, Pendidikan Koperasi Masuk Sekolah Sejak SD


					Jawa Tengah Pertama di Indonesia, Pendidikan Koperasi Masuk Sekolah Sejak SD Perbesar

SEMARANG, Kabarjateng.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengambil langkah besar untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dengan menghadirkan pendidikan koperasi ke dalam kurikulum sekolah mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Program ini menjadi yang pertama di Indonesia dan diharapkan mampu membentuk generasi muda yang memahami pentingnya koperasi sejak dini.

Langkah tersebut menjadi bentuk nyata komitmen Pemprov Jateng dalam menghidupkan kembali semangat koperasi sebagai pilar utama ekonomi rakyat.

Selama ini, koperasi mulai kehilangan daya tarik di tengah masyarakat, padahal keberadaannya pernah menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyampaikan hal itu saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Finalisasi Insersi Kurikulum Pendidikan Perkoperasian di Balai Pelatihan Koperasi dan UKM Jawa Tengah, Kota Semarang, Selasa (5/5/2026).

Koperasi Bukan Sekadar Bisnis

Menurut Sumarno, koperasi bukan hanya tempat usaha, tetapi juga wadah untuk membangun nilai sosial, kebersamaan, dan gotong royong.

Ia menilai banyak masyarakat belum memahami konsep dasar koperasi secara utuh, sehingga penguatan harus dimulai dari bangku sekolah.

“Koperasi memiliki perbedaan mendasar dengan bisnis biasa. Di dalam koperasi ada nilai sosial, semangat kebersamaan, serta keputusan tertinggi berada di tangan anggota. Ini yang harus kembali dipahami oleh masyarakat,” ujar Sumarno.

Ia menjelaskan, pendidikan koperasi sejak dini menjadi langkah strategis untuk mendukung program nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang saat ini terus berjalan.

Dengan membangun pemahaman sejak sekolah, koperasi masa depan diharapkan dikelola oleh sumber daya manusia yang benar-benar memahami nilai dan tujuan koperasi, sehingga persoalan yang pernah terjadi pada sejumlah Koperasi Unit Desa (KUD) di masa lalu tidak terulang kembali.

Siap Menjadi Contoh Nasional

Sumarno juga berharap kurikulum yang sedang disusun ini dapat menjadi contoh nasional dan nantinya diterapkan oleh daerah lain di Indonesia.

Menurutnya, jika pendidikan koperasi berhasil masuk ke seluruh jenjang sekolah, Indonesia akan memiliki generasi baru yang lebih siap mengembangkan ekonomi berbasis gotong royong.

“Kami ingin anak-anak sejak SD sudah mengenal koperasi, lalu melanjutkan pemahaman itu hingga SMA. Dengan begitu, koperasi ke depan akan tumbuh lebih sehat dan kuat,” tambahnya.

Libatkan Ahli dan Praktisi

Sementara itu, Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah, Dwi Silo Raharjo, mengatakan kurikulum tersebut akan diterapkan di sekolah umum maupun madrasah di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama.

Ia menilai selama ini pendidikan ekonomi di sekolah masih terlalu umum dan belum memberi ruang khusus bagi pemahaman koperasi secara mendalam.

Padahal, pendidikan koperasi pernah menjadi bagian penting dalam pembelajaran pada era sebelumnya.

FGD finalisasi kurikulum ini berlangsung selama tiga hari dan melibatkan 40 tenaga ahli dari berbagai bidang, mulai dari tim kurikulum Dinas Pendidikan, Kanwil Kemenag, hingga praktisi koperasi.

Pemprov Jateng menargetkan implementasi kurikulum ini dapat dimulai pada tahun ajaran baru mendatang.

Melalui langkah tersebut, Jawa Tengah optimistis mampu melahirkan generasi muda yang cerdas secara ekonomi, berjiwa sosial, dan siap membangun bangsa melalui koperasi. (dkp)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Longsor Kalialang Jadi Perhatian, Wali Kota Semarang Pastikan Warga Terdampak Aman

6 Mei 2026 - 12:15 WIB

Polres Jepara Ringkus Komplotan Pencuri Baterai Lithium Tower Telekomunikasi di Pakis Aji

6 Mei 2026 - 11:15 WIB

Investasi Menguat, Ekonomi Jawa Tengah Tumbuh 5,89 Persen di Awal 2026

6 Mei 2026 - 08:17 WIB

Pangdam IV/Diponegoro Ikuti Evaluasi Percepatan Pembangunan Koperasi Merah Putih Secara Virtual

6 Mei 2026 - 08:05 WIB

Meriah!! Dua Dekade SMPN 2 Dukuhturi, Fun Run dan Pentas Seni Warnai Perayaan

6 Mei 2026 - 06:38 WIB

Aktif Bergerak Sehat Bersama: Fun Run SMPN 2 Dukuhturi Diikuti 700 Peserta

6 Mei 2026 - 06:01 WIB

Trending di Daerah