SEMARANG, Kabarjateng.id — Kabaharkam Polri Komjen Pol. Karyoto melanjutkan rangkaian kunjungan kerjanya di Kabupaten Semarang dengan memberi arahan langsung kepada jajaran personel Polres Semarang.
Kegiatan ini berlangsung setelah ia berdialog bersama Forkopimda, tokoh masyarakat, dan warga di Kecamatan Ungaran Timur.
Gambaran Kekuatan dan Tantangan Wilayah
Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy memaparkan kondisi wilayah serta situasi operasional di jajarannya.
Ia menyebut Polres Semarang memiliki 919 personel, termasuk 141 Bhabinkamtibmas yang bertugas di 19 kecamatan dan 235 desa.
Ia menyoroti sejumlah tantangan kamtibmas yang terus muncul.
Kasus penipuan masih terjadi, isu perlindungan perempuan dan anak membutuhkan perhatian serius, dan kondisi geografis pegunungan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
“Karakteristik wilayah pegunungan meningkatkan potensi kecelakaan. Kami juga terus menangani kasus penipuan serta memperkuat perlindungan perempuan dan anak,” jelasnya.
Penguatan Layanan Digital dan Kedekatan Masyarakat
Polres Semarang terus mendorong inovasi pelayanan publik berbasis teknologi.
Jajaran memanfaatkan WhatsApp chatbot dan mengoptimalkan layanan 110 untuk mempercepat respons kepada masyarakat.
Selain itu, program Jumat Curhat dan Safari Kamtibmas rutin digelar untuk menyerap aspirasi warga secara langsung.
Kapolres menegaskan bahwa pendekatan humanis menjadi kunci dalam membangun kepercayaan masyarakat.
Peningkatan Kapasitas dan Kesiapsiagaan Personel
Untuk memperkuat kesiapan anggota, Polres Semarang menggelar latihan Dalmas secara rutin setiap Selasa dan Kamis.
Jajaran juga menjalankan simulasi kontinjensi guna menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan.
Langkah ini bertujuan menjaga kesiapan personel sekaligus meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas di lapangan.
Arahan Kabaharkam: Utamakan Peran Bhabinkamtibmas
Kabaharkam Polri Komjen Pol Karyoto mengapresiasi kinerja Polres Semarang dan menekankan pentingnya peran anggota di lapangan, khususnya Bhabinkamtibmas.
“Bhabinkamtibmas menjadi garda terdepan Polri. Mereka harus sigap dan mampu memberi pelayanan terbaik, termasuk keterampilan dasar seperti pertolongan pertama,” tegasnya.
Ia juga mendorong jajaran Polsek rutin menggelar analisa dan evaluasi (anev) dalam suasana santai agar komunikasi berjalan efektif dan menghasilkan laporan yang berkualitas.
Pendekatan Humanis dan Kehadiran Polisi di Tengah Masyarakat
Karyoto mengingatkan seluruh personel untuk mengedepankan pendekatan humanis saat bertugas.
Ia meminta anggota aktif berpatroli dan membangun komunikasi dengan warga, termasuk dalam kegiatan siskamling.
“Kehadiran polisi harus benar-benar dirasakan masyarakat sebagai pelindung dan penolong,” pesannya.
Pengecekan Peralatan dan Dukungan Operasional
Dalam kunjungan tersebut, Kabaharkam juga memeriksa kesiapan alsus dan almatsus Polres Semarang, termasuk unit K-9.
Pemeriksaan ini memastikan seluruh dukungan operasional siap digunakan dalam pelaksanaan tugas di lapangan.
Kegiatan ini menegaskan komitmen Polri dalam menghadirkan pelayanan profesional, humanis, dan responsif, sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Semarang. (liem)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.