SEMARANG, Kabarjateng.id – Pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukkan peningkatan signifikan. Data penjualan mobil listrik atau Electric Vehicle (EV) mencatat kenaikan cukup tajam dalam dua tahun terakhir.
Pada tahun 2024, penjualan mobil listrik mencapai 43.188 unit. Angka tersebut melonjak pada 2025 hingga menyentuh 103.931 unit.
Peningkatan jumlah kendaraan listrik di jalan raya turut memunculkan potensi risiko baru, termasuk kemungkinan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan mobil listrik.
Kondisi ini mendorong berbagai pihak untuk meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk tim penyelamat yang bertugas melakukan evakuasi korban kecelakaan.
SAR Semarang Siapkan Personel Hadapi
Risiko Kecelakaan EV
Basarnas Semarang yang memiliki tugas penanganan kecelakaan dengan penanganan khusus (KPK) melihat kebutuhan peningkatan pemahaman terkait karakteristik kendaraan listrik.
Pemahaman tersebut penting terutama saat petugas mengevakuasi korban yang terjepit di dalam kabin kendaraan listrik.
Kendaraan listrik memiliki sistem berbeda dibandingkan mobil berbahan bakar konvensional.
Sebagai langkah antisipasi, Kantor SAR Semarang mengundang perwakilan dealer kendaraan listrik di Semarang, yakni BYD Haka Auto.
Hal itu untuk mengenalkan teknologi kendaraan listrik kepada para personel. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa (10/3/2026).
Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan personel terkait sistem kerja kendaraan listrik.
Serta langkah yang harus petugas lakukan saat menangani kecelakaan kendaraan listrik.
“Kami menghadirkan tim dari dealer BYD Semarang untuk mengenalkan mobil listrik.
Mulai dari cara kerjanya hingga hal-hal yang boleh dan tidak boleh kami lakukan saat menangani kecelakaan mobil listrik dengan korban yang terjepit di kabin,” jelas Budiono.
Personel Pelajari Sistem dan Risiko Kendaraan Listrik
Budiono menegaskan kegiatan ini penting untuk menjaga keselamatan personel SAR saat melakukan proses penyelamatan.
Ia menyebutkan personel SAR Semarang hingga saat ini belum pernah menangani secara langsung kasus korban terjepit dalam kecelakaan mobil listrik.
“Kami ingin memastikan seluruh personel memahami potensi risiko yang muncul sehingga mereka dapat melakukan proses evakuasi dengan aman,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, tim dari BYD menjelaskan teknologi kendaraan listrik, termasuk sistem kelistrikan, baterai, serta berbagai fitur keamanan yang terdapat pada mobil EV.
Personel Lihat Langsung Unit Mobil Listrik
Selain penyampaian materi, pihak dealer juga menghadirkan dua unit kendaraan listrik untuk memperkenalkan secara langsung kepada para peserta, yakni BYD Sealion 7 dan BYD M6.
Melalui sesi ini, para personel SAR melihat langsung berbagai komponen penting pada kendaraan listrik yang perlu mereka perhatikan saat proses evakuasi darurat.
Para peserta juga mempelajari prosedur keselamatan serta langkah penanganan ketika kecelakaan melibatkan kendaraan listrik.
Tingkatkan Kesiapsiagaan Tim Penyelamat
Budiono berharap kegiatan ini mampu meningkatkan wawasan dan kesiapsiagaan personel SAR Semarang dalam menghadapi berbagai potensi kejadian yang melibatkan kendaraan listrik.
“Melalui kegiatan ini kami berharap personel SAR memiliki pengetahuan yang lebih baik tentang kendaraan listrik, sehingga mereka dapat melakukan proses pertolongan dan penyelamatan secara aman, cepat, dan efektif,” pungkasnya. (dkp)






