ACEH BARAT – Lembaga Aspirasi Nasional Atjeh (LANA) meluapkan kemarahan atas dugaan upaya pembunuhan karakter yang menyasar lembaga tersebut.
LANA menilai sejumlah pihak sengaja menyebarkan narasi negatif untuk merusak kredibilitas organisasi yang selama ini aktif mengkritisi berbagai persoalan di Aceh.
Ketua LANA, Teuku Laksamana, menegaskan bahwa lembaganya tidak akan diam menghadapi berbagai serangan yang merugikan nama baik organisasi.
Ia memastikan LANA siap menghadapi setiap pihak yang mencoba menjatuhkan reputasi lembaga pembunuhan karakter tersebut.
Menurutnya, belakangan muncul berbagai informasi yang berpotensi menyesatkan masyarakat dan pembunuhan karakter.
Ia menduga pihak tertentu sengaja membangun opini negatif untuk melemahkan posisi LANA yang kerap menyuarakan kritik terhadap berbagai persoalan daerah.
“Belakangan ini kami melihat adanya upaya sistematis untuk menghancurkan citra LANA. Kami tidak akan membiarkan hal ini terjadi. Jika ada pihak yang mencoba merusak nama baik kami, maka kami akan melawan tanpa kompromi,” tegas Teuku Laksamana, Sabtu (7/3/2026).
Soroti Berbagai Persoalan di Aceh Barat
Teuku Laksamana menjelaskan, selama ini LANA aktif menyoroti berbagai persoalan di Aceh Barat.
Lembaga tersebut mengkritisi aktivitas tambang ilegal, kerusakan hutan, hingga lemahnya penegakan hukum yang berdampak terhadap keselamatan masyarakat serta kelestarian lingkungan.
Ia menilai sikap kritis LANA memicu ketidaknyamanan bagi sejumlah pihak.
Kondisi itu kemudian mendorong munculnya upaya untuk menjatuhkan kredibilitas lembaga melalui berbagai narasi negatif.
“Selama ini kami menyuarakan kepentingan masyarakat. Kritik yang kami sampaikan bertujuan mendorong perbaikan tata kelola serta menjaga lingkungan. Namun ada pihak yang merasa terganggu lalu mencoba membangun opini buruk tentang LANA,” ujarnya.
Tegaskan Komitmen Perjuangkan Kepentingan Rakyat
Meski menghadapi tekanan, LANA tetap berkomitmen memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Teuku Laksamana menegaskan lembaganya akan terus mengawal berbagai isu penting di Aceh, terutama yang berkaitan dengan perlindungan lingkungan, penegakan hukum, dan kesejahteraan warga.
“LANA berdiri untuk rakyat. Kami tidak akan mundur hanya karena tekanan atau serangan terhadap lembaga ini. Kami justru semakin kuat untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat,” katanya.
Ajak Kritik Secara Terbuka
Di akhir pernyataannya, LANA mengingatkan pihak-pihak yang menyebarkan narasi negatif agar menghentikan cara-cara yang merusak iklim demokrasi.
Teuku Laksamana mengajak semua pihak menyampaikan perbedaan pendapat secara terbuka dan sehat, tanpa menyerang reputasi pihak lain.
“Jika ada yang tidak sepakat dengan sikap kami, mari berdiskusi secara terbuka. Sampaikan argumen secara jelas dan bertanggung jawab, bukan dengan cara menyerang nama baik lembaga,” pungkasnya. (rk)






