Menu

Mode Gelap
 

Semarang Raya

FKSB Kota Semarang Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Wali Kota-Wakil Wali Kota: Evaluasi dan Harapan 2026

badge-check


					Ketua FKSB Kota Semarang, Dr H KRAT AM Jumai, SE, MM | sumber: instagram. Perbesar

Ketua FKSB Kota Semarang, Dr H KRAT AM Jumai, SE, MM | sumber: instagram.

SEMARANG, Kabarjateng.id – Forum Komunikasi Ormas Semarang Bersatu (FKSB) menilai satu tahun awal kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang periode 2025-2030 sebagai fase penting dalam refleksi peletakan fondasi pembangunan kota.

Masa awal ini, sebagai periode konsolidasi birokrasi, penajaman kebijakan, serta penyelarasan program dengan visi “Semarang Semakin Hebat”.

Ketua FKSB Kota Semarang, Dr H KRAT AM Jumai, SE, MM, menekankan komitmen bahwa organisasinya menjadi mitra strategis pemerintah kota.

Utamanya dalam hal mendukung kebijakan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, sinergi antara organisasi kemasyarakatan (ormas) dan pemerintah menjadi kunci keberhasilan pembangunan daerah.

“Kami ingin ormas FKSB mendukung kebijakan pemerintah, yakni memihak kepentingan rakyat sekaligus ikut kontribusi nyata dalam pembangunan,” ujarnya dalam keterangan resmi kepada kabarjateng.id, Kamis (19/2).

Kepemimpinan Agustina Wilujeng Pramestuti bersama Iswar Aminuddin juga ia nilai, telah memulai sejumlah langkah strategis, terutama persoalan penguatan kesejahteraan masyarakat.

Mulai dari program bantuan operasional kepada RT, dukungan kegiatan pemberdayaan warga, serta peningkatan perhatian sektor sosial-keagamaan.

Seperti insentif guru keagamaan dan pengurus jenazah menurut AM Jumai telah mendapat apresiasi dari tokoh agama dan masyarakat.

Selain itu, adapula pendekatan pembangunan komunitas melalui peningkatan partisipasi warga dalam pembangunan lingkungan.

Kemudian dari sisi penguatan peran wilayah sebagai pusat pelayanan masyarakat.

Upaya menuju kota inklusif, lanjut AM Jumai juga mulai tampak melalui program pemberdayaan penyandang disabilitas dan kelompok rentan.

Dalam bidang ekonomi, pemerintah kota berupaya memperkuat UMKM, ekonomi kreatif, serta sektor jasa dan pariwisata sebagai penggerak ekonomi daerah.

Penataan anggaran yang lebih efisien dengan tetap memprioritaskan sektor pendidikan, kesehatan, dan layanan dasar juga menjadi bagian kebijakan yang perlu mendapat apresiasi.

Persoalan Klasik

Namun demikian, FKSB mencatat masih ada sejumlah “persoalan klasik” perlu mendapat perhatian serius, seperti banjir, rob, kerusakan jalan, serta drainase lingkungan.

Pemerataan pembangunan antara pusat kota dan wilayah pinggiran seperti Mijen, Gunungpati, dan Tembalang perlu peningkatan.

Tujuannya, agar masyarakat Kota Semarang mampu merasakan manfaat pembangunan secara merata.

Dari perspektif organisasi kemasyarakatan dan tokoh agama, kepemimpinan Agustina-Iswar telah memiliki komitmen sosial baik.

Akan tetapi, AM Jumai menyinggung perlunya memperkuat komunikasi publik, transparansi kebijakan, serta kolaborasi lintas sektor.

Sinergi antara pemerintah, ormas, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat perlu pendekatan sebagai faktor penentu keberhasilan pembangunan ke depan.

Mitra Produktif

Memasuki akhir 2025, FKSB menyoroti pentingnya penguatan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM dengan melibatkan ormas sebagai mitra produktif pemerintah.

Hal itu menjadi harapan AM Jumai bersama FKSB agar pemerintah kota mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat.

Pada 2026, FKSB juga memiliki rencana menggelar berbagai kegiatan penguatan soliditas organisasi, salah satunya program Kemah Pembauran Ormas.

Dengan fokus kegiatan menuju pada peningkatan kapasitas, persatuan, serta pencegahan konflik sosial masyarakat.

Secara keseluruhan, Ketua FKSB AM Jumai menilai tahun pertama kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang merupakan masa refleksi peletakan fondasi pembangunan.

Tantangan selanjutnya adalah memasuki fase akselerasi dengan memastikan program menjadi efektif, mempercepat pembangunan infrastruktur dasar.

Serta menjaga integritas dan keberpihakan pada kepentingan masyarakat luas.

“Semangatnya adalah rangkul semua elemen dan hadirkan kontribusi nyata. Dengan kebersamaan, kami optimistis Semarang akan semakin hebat, adil, dan sejahtera,” pungkas Jumai.

 

Penulis: Kabarjateng.id

Tim Editor: Wahyu Hamijaya

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Agustina Abadikan HJKS ke-479 Melalui Sampul Peringatan Filateli

1 Juni 2026 - 09:47 WIB

Musancab PDIP Brebes Tegaskan Konsolidasi Partai, Miftakhudin Nahkodai PAC Paguyangan 2025–2030

25 Mei 2026 - 14:46 WIB

Pemerintah Percepat Penanganan Banjir Plumbon, Warga Terdampak Dapat Bantuan dan Huntara

21 Mei 2026 - 01:24 WIB

Unwahas Resmi Buka Dua Prodi Baru, Teknik Pertambangan dan Fisioterapi

11 Mei 2026 - 05:31 WIB

Kapolres Semarang Dorong Perempuan Tampil Sebagai Pemimpin Tangguh di Era Digital

7 Mei 2026 - 17:35 WIB

Satu Aplikasi untuk Semua Urusan, Warga Semarang Kini Nikmati 20 Layanan Publik Lebih Mudah

6 Mei 2026 - 20:22 WIB

Trending di KABAR JATENG