BREBES, Kabarjateng.id – Upaya mendukung program prioritas nasional dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia terus digencarkan di Kabupaten Brebes.
Salah satunya melalui peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB) Cabang Brebes yang berlokasi di Jalan Kotabaru, Kecamatan Brebes, Kamis (8/1/2026).
Peresmian operasional SPPG tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Brebes Hj. Paramitha Widya Kusuma bersama Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah.
Prosesi ditandai dengan pengguntingan pita serta pelepasan balon sebagai simbol dimulainya pelayanan pemenuhan gizi bagi masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah.
Setelah itu, rombongan meninjau dapur SPPG dan menyaksikan proses pendistribusian Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sejumlah sekolah.
Bupati Brebes Hj. Paramitha Widya Kusuma menyampaikan apresiasi atas inisiatif Polres Brebes dan Bhayangkari yang dinilai sejalan dengan visi pemerintah dalam menyiapkan generasi unggul sejak dini.
Menurutnya, program pemenuhan gizi bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi bagian dari investasi jangka panjang bagi masa depan daerah.
Ia menegaskan bahwa pemenuhan gizi seimbang dan higienitas makanan harus menjadi perhatian utama agar manfaat program benar-benar dirasakan oleh anak-anak.
Dengan asupan gizi yang baik, diharapkan angka stunting dapat ditekan dan kualitas kesehatan pelajar semakin meningkat.
Sementara itu, Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah menjelaskan bahwa pada tahap awal operasional, SPPG Kotabaru telah menyalurkan sebanyak 1.692 porsi makanan bergizi.
Sasaran penerima mencakup peserta didik dari jenjang PAUD, TK, SD hingga SMP di wilayah sekitar.
“Pada tahap awal, kapasitas pelayanan kami sesuaikan dengan ketentuan Badan Gizi Nasional, yakni maksimal 2.000 porsi per hari. Ke depan, kami menargetkan peningkatan kapasitas hingga 3.000 porsi per hari agar jangkauan manfaat semakin luas,” terang Kapolres.
Ketua Bhayangkari Cabang Brebes Ny. Ira Lilik menambahkan, keberadaan SPPG tidak hanya berorientasi pada peningkatan kesehatan anak, tetapi juga diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi masyarakat lokal.
Dapur SPPG melibatkan relawan serta memanfaatkan bahan pangan dari pemasok setempat.
“Kami berkomitmen menjalankan program ini secara profesional, dengan memastikan kualitas bahan, proses pengolahan yang higienis, serta menu yang bergizi dan layak konsumsi,” ujarnya.
Pada hari pertama, distribusi MBG menyasar sejumlah sekolah, di antaranya SMP Negeri 4 Brebes, SDIT Nurul Hidayah, TK-KB Nurul Hidayah, SDIT Ahmad Yani, serta beberapa lembaga pendidikan lainnya.
Kegiatan peresmian turut dihadiri unsur Forkopimda, perwakilan Dandim 0713 Brebes, kepala OPD terkait, dan tokoh masyarakat setempat. (wb)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.