Menu

Mode Gelap
 

Kabar Semarang · 20 Des 2025 18:03 WIB

Fadli Zon Bersama Wali Kota Agustina Dorong Generasi Muda Kenali Sejarah Semarang Lewat Kartu Pos Lawas


					Fadli Zon Bersama Wali Kota Agustina Dorong Generasi Muda Kenali Sejarah Semarang Lewat Kartu Pos Lawas Perbesar

SEMARANG, Kabarjateng.id – Sejarah Kota Semarang kembali dihadirkan melalui medium unik berupa kartu pos bergambar yang merekam perjalanan kota sejak penghujung abad ke-19.

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menelusuri jejak masa lalu Semarang melalui visual-visual bersejarah tersebut.

Ajakan itu disampaikan Fadli Zon saat menghadiri pameran sekaligus peluncuran buku kumpulan kartu pos bergambar yang digelar di Gedung Oudetrap, kawasan Kota Lama Semarang, Jumat (19/12).

Fadli menjelaskan, kartu pos yang dipamerkan dan dibukukan berasal dari rentang waktu 1890-an hingga 1942.

Koleksi tersebut menyimpan beragam potret kehidupan kota, mulai dari suasana Kota Lama, aktivitas pelabuhan, hingga perkembangan wilayah perkotaan pada masa kolonial.

“Melalui kartu pos ini, kita bisa melihat bagaimana wajah Semarang di masa lalu, peristiwa-peristiwa penting, serta kehidupan masyarakat pada zamannya,” ujar Fadli.

Dalam proyek ini, sebanyak 198 kartu pos berhasil dihimpun. Sebagian di antaranya menampilkan bangunan ikonik yang masih berdiri hingga kini, sementara lainnya menggambarkan kawasan yang telah berubah atau bahkan hilang seiring waktu.

Menurut Fadli, penyusunan buku kartu pos tersebut bukan pekerjaan singkat. Proses riset dilakukan selama tiga hingga empat tahun, melibatkan penelusuran mendalam terhadap latar belakang setiap gambar, termasuk konteks sejarah dan peristiwa yang menyertainya.

“Setiap kartu pos menyimpan cerita. Contohnya Lawang Sewu, kita telusuri kapan dibangun, apa fungsinya, dan peristiwa apa saja yang pernah terjadi di sana. Semua itu dikaji dari berbagai sumber sejarah,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa kartu pos tidak hanya berfungsi sebagai media visual, tetapi juga menjadi sarana dokumentasi sosial yang merekam relasi antarmanusia serta dinamika kehidupan pada masa lampau.

Fadli berharap pameran ini mampu meningkatkan ketertarikan masyarakat terhadap sejarah dan warisan budaya bangsa.

“Saya mengajak generasi muda yang ingin mengenal kota-kota lama dan perjalanan sejarahnya untuk datang dan belajar dari pameran ini,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menilai pameran kartu pos memberikan pengalaman berbeda dalam memahami sejarah kota.

Visual-visual lawas tersebut dinilai mampu membawa pengunjung membayangkan kondisi Semarang di masa silam sekaligus melihat perubahan yang terjadi hingga sekarang.

“Dari kartu pos ini kita bisa membayangkan seperti apa Semarang dulu dan bagaimana perkembangannya sekarang. Ini dapat menumbuhkan rasa cinta yang lebih dalam terhadap kota kita,” ungkap Agustina.

Ia menyebut kawasan Kota Lama sebagai etalase pariwisata sekaligus gerbang wisata sejarah Semarang.

Agustina optimistis pameran dan buku kartu pos ini dapat menarik minat wisatawan serta komunitas filateli untuk berkunjung ke Semarang.

Agustina juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Semarang dalam menjaga dan menghidupkan kembali bangunan bersejarah.

Salah satunya melalui rencana revitalisasi gedung bekas Sarekat Islam agar dapat difungsikan sebagai ruang kegiatan masyarakat dan pusat aktivitas budaya.

“Bangunan bersejarah harus kita rawat dan hidupkan kembali supaya bisa dimanfaatkan oleh warga,” tegasnya.

Ia berharap pameran dan buku kartu pos ini dapat membangkitkan ingatan kolektif masyarakat, khususnya para sesepuh Semarang, untuk membuka kembali arsip-arsip lama berupa foto maupun surat bersejarah yang masih tersimpan.

“Jika memori-memori lama itu digali, sejarah Kota Semarang akan semakin lengkap dan kaya,” pungkasnya. (day)

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Wanita di Tempellemahbang Blora Ditemukan Meninggal, Diduga Akhiri Hidup di Samping Rumah

16 April 2026 - 16:54 WIB

Gayatri Jawa Tengah: Gerakan Perempuan Berbasis Budaya dan Kepedulian Sosial

16 April 2026 - 16:22 WIB

Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Pemuda Kajoran, Lima Pelaku Peragakan 19 Adegan

16 April 2026 - 16:00 WIB

Pengadilan Negeri Salatiga Intensifkan Wasmat di Rutan

16 April 2026 - 13:56 WIB

Jelang Iduladha, Jateng Perkuat Layanan Kesehatan Hewan Keliling untuk Antisipasi Penyakit

16 April 2026 - 13:33 WIB

Apresiasi Ruwatan Silayur, Wali Kota Semarang Tegaskan Upaya Nyata Tetap Jadi Prioritas

16 April 2026 - 13:15 WIB

Trending di KABAR JATENG