SEMARANG, Kabarjateng.id — Di tengah perubahan sosial yang kian dinamis, komunitas perempuan Gayatri Jawa Tengah menunjukkan peran penting perempuan dalam menjaga nilai budaya sekaligus memperkuat solidaritas sosial.
Komunitas ini hadir bukan sekadar sebagai ruang berkumpul, melainkan sebagai wadah pemberdayaan yang berakar pada nilai-nilai lokal.
Gayatri Jawa Tengah menghimpun perempuan dari berbagai latar belakang dengan tujuan memperkuat peran sosial dan budaya dalam kehidupan masyarakat.
Komunitas ini terus mendorong anggotanya untuk aktif berkontribusi, baik dalam pelestarian budaya maupun dalam kegiatan sosial yang berdampak langsung.
Pembina Gayatri Jawa Tengah, Mia Soedarso, menegaskan bahwa komunitas ini berdiri dengan visi yang jelas dan kesamaan nilai di antara para anggotanya.
Ia menyebut Gayatri sebagai ruang tumbuh bersama bagi perempuan untuk meningkatkan kapasitas diri sekaligus memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.
“Gayatri menjadi wadah perempuan untuk berkembang, berdaya, dan berkontribusi nyata. Kami menggerakkan kegiatan berbasis kepedulian sosial tanpa meninggalkan nilai budaya sebagai identitas,” ujar Mia, Kamis (16/4).
Ia menambahkan, Gayatri menargetkan diri sebagai komunitas perempuan yang aktif menjaga sekaligus mengembangkan nilai sosial budaya sebagai fondasi kebersamaan dan pemberdayaan masyarakat.
Aksi Nyata Melalui Program Sosial
Sebagai wujud komitmen tersebut, Gayatri Jawa Tengah menggelar program Roadshow Ramadan Berkah pada Maret 2026.
Kegiatan ini mengedepankan semangat berbagi sekaligus membangun kepedulian kolektif di tengah masyarakat.
Selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Maret 2026, tim Gayatri menyasar berbagai kelompok rentan di sejumlah daerah, seperti Semarang, Kendal, dan Boyolali.
Mereka mengunjungi rumah difabel, desa prasejahtera, panti wreda, hingga panti asuhan.
Tim Gayatri menyalurkan bantuan berupa kebutuhan pokok, makanan siap saji, pakaian, perlengkapan kebersihan, hingga fasilitas penunjang bagi penyandang disabilitas.
Di YPAC Semarang, tim yang dikoordinasikan Dheni dan Nisel menggandeng Dekranasda Kota Semarang dan menyerahkan puluhan kursi berbahan kayu mahoni untuk mendukung aktivitas anak-anak berkebutuhan khusus.
Kegiatan tersebut menghasilkan total bantuan senilai Rp64.354.965, yang menunjukkan komitmen nyata Gayatri dalam menghadirkan dampak langsung bagi masyarakat.
Mia juga menekankan bahwa Ramadan menjadi momentum strategis untuk memperkuat empati sosial dan kepedulian terhadap sesama.
“Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk berbagi dan menumbuhkan kepedulian. Kami berharap kehadiran Gayatri dapat memberikan manfaat sekaligus menginspirasi lebih banyak pihak untuk ikut bergerak,” katanya.
Dukungan Pemerintah Daerah
Kegiatan Gayatri Jawa Tengah mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Kendal.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, menilai program tersebut memberi manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya di Desa Triharjo.
Ia berharap gerakan serupa terus berkembang dan menjangkau lebih banyak wilayah di Jawa Tengah.
“Kami mengapresiasi kontribusi Gayatri Jawa Tengah. Kegiatan ini sangat membantu masyarakat dan diharapkan terus berlanjut serta memberikan dampak yang lebih luas,” ujar Bupati yang akrab disapa Mbak Tika.
Perempuan sebagai Penggerak Perubahan
Mengusung semboyan “Berakar pada Budaya, Bergerak untuk Sesama,” Gayatri Jawa Tengah menegaskan komitmennya dalam menjaga warisan budaya sekaligus menjawab tantangan sosial masa kini.
Komunitas ini menunjukkan bahwa peran advokasi tidak selalu harus melalui jalur formal.
Langkah sederhana yang konsisten—seperti berbagi, mendampingi, dan memberdayakan—menjadi fondasi kuat dalam membangun masyarakat yang inklusif dan berdaya.
Dengan semangat kolaborasi, Gayatri Jawa Tengah terus bergerak dan membuktikan bahwa perempuan mampu menjadi penggerak utama dalam merawat nilai budaya.
Serta memperkuat solidaritas, dan menghadirkan perubahan nyata di tengah kehidupan masyarakat. (dkp)






