Menu

Mode Gelap
 

Headline

Mbak Ita Optimistis Pudakpayung Unggul Dalam Lomba Desa/Kelurahan Tingkat Provinsi Jawa Tengah

badge-check


					Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menghadiri pemaparan dan klarifikasi lapangan lomba desa/kelurahan 2024 Tingkat Provinsi Jawa Tengah di Balai Kelurahan Pudakpayung, Kamis (20/6/2024). Perbesar

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menghadiri pemaparan dan klarifikasi lapangan lomba desa/kelurahan 2024 Tingkat Provinsi Jawa Tengah di Balai Kelurahan Pudakpayung, Kamis (20/6/2024).

SEMARANG, Kabarjateng.id – Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu optimistis Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, bisa meraih gelar juara lomba desa dan kelurahan 2024 tingkat Provinsi Jawa Tengah.

“Alhamdulillah, hari ini dilakukan penilaian lomba kelurahan dan desa Provinsi Jawa Tengah. Kota Semarang menjadi salah satu dari empat nominator lomba kelurahan/desa terbaik,” ujar Mbak Ita, sapaan akrabnya, pada Kamis (20/6/2024).

Hal ini ia sampaikan usai menghadiri pemaparan dan klarifikasi lapangan lomba desa/kelurahan 2024 Tingkat Provinsi Jawa Tengah di Balai Kelurahan Pudakpayung.

Mbak Ita menyebutkan bahwa paparan Lurah dan Ketua PKK Kelurahan Pudakpayung dalam sesi penilaian sangat lengkap, bahkan dilengkapi dengan video profil potensi dan unggulan daerah.

“Banyak unggulan di Kelurahan Pudakpayung. Kami berharap dengan paparan yang luar biasa dari Bu Lurah dan unggulan wilayah yang ditampilkan, Kelurahan Pudakpayung bisa menjadi yang terbaik,” kata Mbak Ita.

Tahun lalu, lanjutnya, Kota Semarang hanya mampu mencatatkan peringkat ketiga dalam Lomba Desa/Kelurahan Tingkat Provinsi Jawa Tengah. Namun, dengan paparan dan inovasi-inovasi di Kelurahan Pudakpayung, ia optimistis Kota Semarang bisa juara.

“Di Kota Semarang, pemerintah kota mendorong setiap kelurahan mengembangkan wilayahnya sesuai kearifan lokal masing-masing. Tidak mungkin potensi satu kelurahan diterapkan di seluruh kelurahan lain. Seperti adanya 12 sendang, curug, unggulan UMKM, dan desa mandiri,” papar Wali Kota Semarang.

Meski demikian, di balik keunggulan potensi tersebut, ada pula kekurangan yang dimiliki Kelurahan Pudakpayung, seperti banyaknya wilayah yang berpotensi mengalami bencana tanah longsor karena daerah perbukitan.

“Di sinilah peran pemerintah hadir. Kami lakukan inovasi-inovasi untuk mengantisipasi bencana tanah longsor, seperti membuat sumur resapan dan penghijauan,” terangnya.

Tak hanya itu, penurunan angka stunting yang signifikan di Kelurahan Pudakpayung juga menjadi nilai tambah.

“Dulu di Kelurahan Pudakpayung angka stuntingnya tinggi. Alhamdulillah sekarang bisa turun drastis tinggal 5 kasus. Bahkan Bu Lurah punya target hingga zero stunting tahun ini,” jelasnya.

Pamirah, Lurah Pudakpayung, menjelaskan bahwa semua bidang dan wilayah Kelurahan Pudakpayung memiliki inovasi, mulai dari kesehatan, pendidikan, pariwisata, dan sebagainya.

“Kami mengajak masyarakat agar bisa turut berkolaborasi guyub melaksanakan semua kegiatan, termasuk dalam inovasi-inovasi tersebut,” kata Pamirah.

Bahkan 16 RW di Kelurahan Pudakpayung memiliki kampung tematik unggulan yang disesuaikan dengan potensi wilayah dan kearifan lokal masing-masing.

“Kami buat tematik itu memang sesuai potensi, jadi tidak kami karang-karang. Seperti di RW 1, ada beberapa tempat wisata di sana, sehingga kami buat unggulan,” terangnya.

Yang menjadi unggulan, lanjut dia, adalah kampung Tematik Jajanan Tradisional Sekar Wangi yang ada di RW 7 Kelurahan Pudakpayung. Wilayah tersebut merupakan desa atau kampung di mana masyarakatnya mandiri dengan membuat aneka jajan tradisional.

“Itu sudah menjadi unggulan kami. Di sana ada satu RW di mana warganya membuat jajanan tradisional beraneka ragam di tiap-tiap rumah, bahkan para pelanggan datang dengan sendirinya,” sebutnya.

Pamirah mengaku pihaknya selalu menekankan agar semua wilayah di Kelurahan Pudakpayung mengangkat potensi lokal.

“Jangan hanya menonjol di satu titik saja, tapi harapannya di semua RW punya potensi unggulan,” imbuhnya.

Terkait potensi pariwisata, Kelurahan Pudakpayung memiliki keunikan tersendiri karena memiliki 12 sendang atau mata air alami.

“Kami lakukan kerja bakti bergulir untuk membersihkan dan merawat mata air atau sendang, agar mata air tidak berhenti. Bahkan ada satu sendang yang mencukupi kebutuhan air satu wilayah RW,” terangnya.

Dengan kolaborasi semua pihak, kata Pamirah, Kelurahan Pudakpayung telah menjadi kelurahan mandiri dan pemberdayaan masyarakat baik.

Lomba desa dan kelurahan ini merupakan kegiatan yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Tema yang diusung dalam lomba desa/kelurahan tingkat Provinsi Jateng Tahun 2024 ini adalah ‘Stabilitas Politik, Sosial, dan Ekonomi Mewujudkan Desa/Kelurahan Berdaya Saing Menuju Indonesia Emas’.

Selain Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik yang mewakili Kota Semarang, ada tiga kelurahan lain yang masuk nominator, yakni Kelurahan Joglo, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Kelurahan Krapyak, Kecamatan Pekalongan Utara, dan Kelurahan Mlati Norowito, Kota Kudus. (Dhany / Kabarjateng.id)

Tinggalkan Balasan

1 Komentar

semua sudah ditampilkan
Kabar Terbaru

Motif Ekonomi Picu Perampokan Maut di Konter HP Ambarawa, 53 HP Dibawa Kabur

8 Agustus 2026 - 19:25 WIB

Gubernur Jateng Dorong Pembentukan Kabupaten Brebes Selatan, Usulan Masuk Tahap Pembahasan DPRD

30 Juli 2026 - 18:09 WIB

KPK OTT Bupati Pemalang, Tambah Daftar Kepala Daerah Terjerat Korupsi pada 2026

29 Juli 2026 - 11:14 WIB

Kebakaran Hebat Terjang Pasar Modern BSB, Diduga Berawal dari Tabung Gas Bocor

26 Juli 2026 - 13:00 WIB

Diduga Dipicu Persoalan Pribadi, Seorang Perempuan di Kudus Ditemukan Terluka di Kamar Hotel

13 Juli 2026 - 20:18 WIB

Hari Pertama Sekolah di SDN Ngaliyan 01 Semarang, Orang Tua Antusias Dampingi Siswa Baru Ikuti MPLS

13 Juli 2026 - 11:54 WIB

Trending di Headline