Ahmad Luthfi Pacu Investasi Jateng Tembus Rp 110 Triliun, Kawasan Industri Jadi Andalan

Sabtu, 24 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BATANG | Kabarjateng.id – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi terus mendorong peningkatan investasi untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah. Hingga triwulan III 2026, realisasi investasi di Jawa Tengah mencapai Rp 72,54 triliun.

Pemerintah provinsi kini membidik angka Rp 110 triliun sampai akhir tahun.

Upaya mengejar target tersebut dilakukan melalui perluasan kerja sama internasional, promosi potensi daerah, serta pengembangan kawasan industri baru.

Pemprov Jateng juga berupaya memastikan iklim usaha tetap kondusif agar investor semakin yakin menanamkan modalnya.

Ahmad Luthfi menyampaikan hal itu saat menghadiri Forum Investasi Jawa Tengah dan Detik Jateng-Jogja Award 2026 di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Jumat (23/10/2026).

Ia mengungkapkan, realisasi investasi saat ini telah mencapai 73,21 persen dari target tahunan sebesar Rp 99,09 triliun.

Meski capaian tersebut menunjukkan perkembangan positif, pemerintah daerah masih harus bekerja keras untuk meningkatkan penanaman modal pada triwulan terakhir.

Luthfi optimistis peluang investasi baru masih terbuka, termasuk rencana masuknya perusahaan asal Vietnam.

Selain itu, kerja sama antardaerah dan kemitraan internasional dinilai dapat memperluas peluang investasi di berbagai sektor.

“Kita optimistis, sebentar lagi ada perusahaan dari Vietnam akan masuk. Kemudian beberapa kabupaten/kota telah BtoB dengan kita, juga sister province dan sister city dengan kita. Artinya, kita optimistis bahwa 2026 nanti bisa menyamai capaian tahun lalu, yaitu Rp 110 triliun,” kata Luthfi.

Baca Juga  Jumat Keliling di Wonosalam, Wakapolres Demak Perkuat Sinergi dengan Warga

Berdasarkan data pemerintah provinsi, investasi Jawa Tengah pada triwulan I 2026 mencapai Rp 23 triliun.

Jumlah tersebut naik menjadi Rp 59,94 triliun pada akhir semester I, kemudian mencapai Rp 72,54 triliun hingga triwulan III.

Untuk mempercepat pertumbuhan investasi, Pemprov Jateng mengandalkan forum bisnis yang mempertemukan investor, pemerintah, dan pengelola kawasan industri. Salah satunya melalui Central Java Investment Business Forum (CJIBF).

Luthfi menyebut forum tersebut mampu menghasilkan potensi investasi hingga Rp 19 triliun dalam satu hari.

Menurutnya, kegiatan promosi semacam itu menjadi salah satu cara mempertemukan kebutuhan investor dengan peluang usaha yang tersedia di Jawa Tengah.

“Forum-forum bisnis dan investasi seperti yang diselenggarakan oleh detikcom ini dapat mempertemukan dunia usaha, kawasan industri, serta pemangku kebijakan, yaitu pemerintah. Salah satu contoh, kami punya Central Java Investment Business Forum (CJIBF) yang sehari bisa menghasilkan investasi sampai Rp 19 triliun,” ujarnya.

Selain promosi, kesiapan infrastruktur dan ketersediaan kawasan industri menjadi faktor penting dalam menarik penanaman modal.

Saat ini, Jawa Tengah memiliki sekitar tujuh kawasan industri eksisting yang tersebar di Semarang, Demak, Kendal, Batang, dan Brebes.

Pemprov Jateng juga menyiapkan sekitar 12 kawasan industri baru untuk memperluas pusat pertumbuhan ekonomi.

Pengembangan tersebut diharapkan mampu mendorong aktivitas usaha tidak hanya terpusat di wilayah yang selama ini menjadi tujuan utama investasi.

Baca Juga  DPRD Kota Semarang Dukung Pembinaan Atlet Sejak Dini, Target Juara Umum Porprov 2026

Luthfi menilai pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang mencapai 5,80 persen menjadi modal untuk meningkatkan daya saing daerah.

Ia juga menegaskan bahwa ketidakpastian geopolitik dan perang dagang tidak boleh menyurutkan upaya menjadikan Jawa Tengah sebagai tujuan investasi.

“Kawasan industri penting untuk pertumbuhan ekonomi baru. Di Jawa Tengah sekarang pertumbuhan ekonomi sudah 5,80 persen atau di atas rata-rata nasional. Ini sangat menjanjikan sekali. Manakala geopolitik tidak menentu, perang dagang dan sebagainya, tidak menyurutkan kita bahwa Jawa Tengah merupakan tujuan investasi nasional dan internasional,” katanya.

Di sisi lain, besarnya nilai investasi harus diikuti dengan realisasi proyek yang memberikan dampak nyata.

Pemerintah daerah diharapkan mampu memastikan investasi yang masuk dapat membuka lapangan kerja, menggerakkan usaha lokal, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kepastian hukum dan keamanan juga menjadi perhatian dalam upaya menjaga kepercayaan investor.

Dalam forum tersebut, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen Sudaryanto bersama Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Roy Hardi Siahaan menyatakan kesiapan mendukung keamanan kegiatan investasi.

Roy mengatakan, TNI dan Polri akan bekerja sama menjaga situasi tetap kondusif, termasuk menindak aksi premanisme dan kejahatan yang berpotensi mengganggu kegiatan masyarakat maupun dunia usaha.

“Kami memberikan jaminan untuk mengawal investasi dengan memberikan rasa nyaman ke semua pihak, baik dalam negeri maupun luar negeri. Polri dan TNI berusaha melakukan tindakan tegas terhadap premanisme dan segala bentuk kejahatan yang meresahkan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga  Tak Hanya Bapak-Bapak, Emak-Emak di Boyolali Ikut Gotong Royong Cor Jalan Bersama Satgas TMMD

Polda Jateng juga merencanakan pembentukan polsek khusus atau subsektor di kawasan industri.

Langkah tersebut ditujukan untuk mempercepat respons terhadap gangguan keamanan, didukung patroli rutin bersama TNI serta layanan pengaduan dan desk ketenagakerjaan.

“Kami juga akan lakukan patroli rutin bersama TNI untuk peningkatan keamanan dan ketertiban sebagai salah satu syarat jaminan investasi,” kata Roy.

Dalam kegiatan yang sama, Ahmad Luthfi menerima penghargaan Figur Akselerator Kemajuan kategori Investasi dan Penguatan Program Strategis Nasional dari detikcom.

Luthfi menyatakan penghargaan tersebut menjadi pengingat bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya melalui pengembangan kawasan industri dan perluasan investasi.

“Kita mendapatkan penghargaan terkait dengan investasi di wilayah kita. Bukan penghargaan ini yang menjadikan kita lebih bersemangat, tetapi ini sebagai pemicu dan pengingat kita untuk lebih giat lagi dalam rangka menciptakan pertumbuhan ekonomi baru, terutama di kawasan industri,” ungkapnya.

Dengan capaian Rp 72,54 triliun hingga triwulan III, Pemprov Jateng kini menghadapi tantangan untuk mengoptimalkan sisa waktu pada 2026.

Pemerintah tidak hanya dituntut mengejar target investasi, tetapi juga memastikan penanaman modal tersebut benar-benar berjalan dan memberikan manfaat bagi perekonomian serta masyarakat Jawa Tengah. (di)

Berita Terkait

Investasi Jateng Capai Rp72,54 Triliun, Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Figur Akselerator Kemajuan
Pangdam Diponegoro: Stabilitas Keamanan Jadi Kunci Tarik Investasi ke Jawa Tengah

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 01:38 WIB

Investasi Jateng Capai Rp72,54 Triliun, Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Figur Akselerator Kemajuan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 00:28 WIB

Ahmad Luthfi Pacu Investasi Jateng Tembus Rp 110 Triliun, Kawasan Industri Jadi Andalan

Berita Terbaru