Menu

Mode Gelap
 

Pendidikan

Wahid Hasyim Choir Raih Dua Medali Emas, Harumkan Indonesia di MCE ICF 2025

badge-check


					Seluruh rombongan Wahid Hasyim Choir merayakan kemenangan dua medali emas | foto: Unwahas. Perbesar

Seluruh rombongan Wahid Hasyim Choir merayakan kemenangan dua medali emas | foto: Unwahas.

KUALA LUMPUR, Kabarjateng.id – Dunia Pendidikan nasional kembali mencatatkan prestasi membanggakan melalui keberhasilan Wahid Hasyim Choir (WHC) yang merebut dua Medali Emas di ajang internasional Malaysian Choral Eisteddfod International Choral Festival (MCE ICF) 2025 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Torehan ini sekaligus menegaskan kemampuan mahasiswa Indonesia dalam mengembangkan potensi seni, budaya, dan Pendidikan musikal ke kancah global.

Kompetisi bergengsi MCE ICF yang setiap tahun diikuti puluhan peserta dari berbagai negara Asia ini menjadi salah satu panggung penting bagi institusi Pendidikan untuk menguji kualitas paduan suara generasi mudanya.

Pada pengumuman hasil Sabtu (09/11) sore, tim dari Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang disambut sorak bahagia setelah nama Wahid Hasyim Choir dipastikan membawa pulang dua Medali Emas dan status Runner-Up di dua kategori yang diikuti.

Melalui keterangan resmi siaran pers Unwahas, Pembina Wahid Hasyim Choir, M Fajar Fatkhan Fuadi, seakan tidak dapat menutupi rasa bangganya.

Ia menegaskan bahwa raihan dua Medali Emas tersebut merupakan buah dari proses panjang pembinaan talenta mahasiswa, selaras dengan visi Pendidikan Unwahas dalam memperkuat karakter, kreativitas, serta disiplin artistik.

“Ini perolehan yang spektakuler bagi kami, sesuai dengan usaha yang telah kami lalui bersama,” ungkapnya dikutip dari rilis Unwahas yang diterima Kabarjateng.id, Senin (17/11).

Pernyataan ini menggambarkan bagaimana perjalanan WHC tidak hanya sekadar latihan rutin, tetapi juga proses Pendidikan seni yang melewati seleksi, pemantapan teknik vokal, serta pembentukan mental kompetitif mahasiswa.

Di kategori Mixed Youth dan Folklore, Wahid Hasyim Choir bersaing dengan belasan kelompok internasional yang sudah memiliki pengalaman panjang pada ajang-ajang vokal global.

WHC akhirnya memastikan posisi Runner-Up dengan selisih ketat.

“Hanya beda satu poin saja dari winner-nya, hal ini tidak menyurutkan semangat kami untuk terus berproses mengingat tim yang kami bawa sebagian baru pertama kali mengikuti perlombaan, terlebih dilaksanakan di luar negeri,” pungkas Fajar.

Fajar menegaskan bahwa keberhasilan di MCE ICF menjadi momentum penting dalam perjalanan Pendidikan musik mahasiswa Unwahas.

Sementara, Kabag Kemahasiswaan Unwahas, Kamilin, yang turut mendampingi rombongan, mengapresiasi seluruh dukungan oleh pihak kampus maupun mitra.

Ia mengatakan bahwa komitmen pada Pendidikan kemahasiswaan bukan hanya terkait akademik, melainkan juga pembinaan minat dan bakat.

“Kami ucapkan terimakasih kepada BSI dan Srikandi Jawa Tengah, beserta seluruh jajaran Yayasan Wahid Hasyim Semarang karena dukungannya bisa meraih prestasi gemilang di Malaysia,” terang Kamilin.

Dalam hal ini memperlihatkan bahwa keberhasilan meraih dua Medali Emas di MCE ICF adalah kolaborasi yang lahir dari dukungan ekosistem Pendidikan Unwahas yang solid.

Selain itu, penampilan WHC di kategori Folklore bahkan memikat dewan juri internasional.

Kostum tradisional, kekayaan koreografi, serta interpretasi lagu-lagu daerah membuat Wahid Hasyim Choir menonjol dibanding peserta lain.

Pada kategori tersebut, WHC membawakan repertoar asal Kalimantan dan Bali dengan sentuhan artistik khas Indonesia.

“Kami membawakan lagu daerah Kalimantan dan juga Bali, syukur WHC kemarin menampilkan terbaik sehingga memperoleh pengakuan internasional yang gemilang,” jelas Kamilin.

Penampilan sekaligus memperlihatkan bagaimana Pendidikan seni perguruan tinggi mampu memperkenalkan identitas budaya Nusantara ke dunia.

Ditambahkan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Unwahas, Dr. Ratih Pratiwi, bahwa capaian WHC menjadi bukti mahasiswa Unwahas memiliki daya saing global melalui jalur Pendidikan non-akademik.

“Pengorbanan waktu dan tenaga terbayar sudah, bersama pelatih profesional tim WHC mampu memberikan penampilan terbaik. Tentunya sangat mengapresiasi itu dan berharap prestasi tidak hanya berhenti di sini, namun dapat terus dikembangkan ke depannya,” ujar Dr. Ratih Pratiwi.

Pernyataan tersebut menegaskan pula peran institusi Pendidikan dalam menjaga keberlanjutan prestasi mahasiswa di ranah internasional.

Melalui keberhasilan meraih Medali Emas pada MCE ICF 2025, Wahid Hasyim Choir tidak hanya membawa nama Unwahas ke pentas dunia, tetapi juga memperkuat posisi pendidikan Indonesia sebagai negara dengan tradisi vokal dan seni budaya kuat.

Prestasi sekaligus menjadi inspirasi bagi dunia Pendidikan nasional bahwa talenta Indonesia mampu bersinar melalui proses pembinaan konsisten dan profesional.

 

Editor: Wahyu Hamijaya

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Soroti Penghentian KKMP Sampangan, Dr. Edi Pranoto: Koperasi KDMP Harus Kembali ke Kedaulatan Anggota, Bukan Etalase Korporasi

16 September 2026 - 19:19 WIB

Hari Ozon Sedunia, Bandara Ahmad Yani Terapkan Teknologi Ramah Lingkungan

16 September 2026 - 18:12 WIB

Sambut HUT TNI dan HUT Kodam IV/Diponegoro, Kodim Batang Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis

16 September 2026 - 17:57 WIB

Sekda Jateng Dorong PEPABRI Terlibat Atasi Kemiskinan dan Persoalan Sampah

16 September 2026 - 16:49 WIB

Taj Yasin Dorong Generasi Muda Jadikan Museum sebagai Ruang Belajar Sejarah

16 September 2026 - 16:40 WIB

Hiace Tabrak Truk di Tol Pemalang, Dua Penumpang Terjepit

16 September 2026 - 16:22 WIB

Trending di Daerah