SEMARANG | Kabarjateng.id – Proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 di Jawa Tengah memasuki tahapan daftar ulang.
Sebanyak 228.016 calon peserta didik berhasil lolos seleksi dan berhak mengisi kursi di SMA maupun SMK negeri yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Tengah.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan seluruh rangkaian pelaksanaan SPMB berjalan tertib, transparan, dan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan sejak awal.
Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah, Sunarto, menjelaskan bahwa proses daftar ulang berlangsung mulai 22 hingga 25 Juni 2026 di sekolah tujuan masing-masing.
Tahapan ini menjadi langkah akhir bagi calon murid sebelum resmi tercatat sebagai peserta didik baru.
Menurut Sunarto, seluruh proses penerimaan telah dilaksanakan secara sistematis, mulai dari penyusunan aturan, sosialisasi kepada masyarakat, pembuatan akun, verifikasi dokumen, aktivasi akun, pendaftaran hingga pengumuman hasil seleksi.
Data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah menunjukkan jumlah pendaftar tahun ini mencapai 293.331 calon murid. Dari jumlah tersebut, sebanyak 228.016 peserta dinyatakan lolos seleksi.
Rinciannya, 120.417 calon murid diterima di SMA negeri, sementara 107.599 lainnya berhasil masuk ke SMK negeri.
Hasil seleksi telah diumumkan melalui portal resmi SPMB Jawa Tengah pada 21 Juni 2026 pukul 19.00 WIB.
Waktu pengumuman sengaja dipilih pada malam hari agar siswa dan orang tua dapat melihat hasil seleksi bersama di rumah.
Sunarto menuturkan, meskipun sempat terjadi lonjakan akses saat pengumuman, sistem tetap berjalan stabil dan mampu melayani kebutuhan pengguna dengan baik.
“Sistem dapat mengolah data dengan lancar dan saat ini digunakan untuk mendukung proses daftar ulang peserta yang telah diterima,” ujarnya.
Pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga mengingatkan seluruh calon murid yang lolos seleksi agar segera menyelesaikan proses daftar ulang sebelum batas waktu yang ditentukan, yakni 25 Juni 2026 pukul 15.00 WIB.
Peserta yang tidak melakukan daftar ulang hingga tenggat waktu akan dianggap mengundurkan diri.
Kursi yang kosong nantinya akan diberikan kepada peserta cadangan sesuai urutan peringkat berikutnya dalam sistem seleksi.
Pengumuman calon cadangan dijadwalkan pada 26 Juni 2026, sedangkan proses daftar ulang bagi mereka akan berlangsung pada 29 hingga 30 Juni 2026.
Sunarto berharap para peserta tidak menyia-nyiakan kesempatan yang telah diperoleh setelah melalui proses seleksi yang ketat.
Di sisi lain, pelaksanaan SPMB tahun ini mendapat respons positif dari sejumlah orang tua siswa.
Mereka menilai sistem yang diterapkan lebih terbuka dan mudah dipantau dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Pompy Saiful Rizal, orang tua siswa yang diterima di SMA Negeri 1 Semarang melalui jalur prestasi, mengaku proses penerimaan berjalan cukup transparan dan mudah diikuti.
Menurutnya, orang tua dapat memantau perkembangan seleksi secara langsung tanpa mengalami kesulitan berarti karena alur pendaftaran yang jelas dan informatif.
Meski sempat terjadi kendala akibat tingginya jumlah pengakses saat pengumuman hasil seleksi, ia menilai gangguan tersebut hanya berlangsung sementara dan sistem kembali normal dalam waktu singkat.
Apresiasi serupa juga disampaikan Astri Handayani yang mendampingi putranya saat melakukan daftar ulang di SMA Negeri 1 Semarang.
Ia menilai salah satu keunggulan SPMB tahun ini adalah keterbukaan informasi yang memungkinkan masyarakat memantau posisi peringkat dan perkembangan hasil seleksi secara daring dan real time.
Menurut Astri, mekanisme tersebut membuat proses penerimaan terasa lebih adil karena seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama untuk mengetahui perkembangan seleksi secara langsung.
“Semua informasi dapat dipantau secara terbuka, sehingga prosesnya terasa lebih transparan dan fair,” ungkapnya. (dkp)






