Menu

Mode Gelap
 

Pendidikan

Putri Wagub Jateng Gemilang di Thailand, Empat Siswa Isriati Bawa Pulang Penghargaan

badge-check


					Putri Wagub Jateng Gemilang di Thailand, Empat Siswa Isriati Bawa Pulang Penghargaan Perbesar

SEMARANG | Kabarjateng.id — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Jawa Tengah di panggung internasional.

Empat siswa SD Hj Isriati Baiturrahman 1 Semarang berhasil meraih penghargaan dalam World Green Mech (WGM) Competition 2026 di Nonthaburi, Thailand.

Salah satu siswa yang mencuri perhatian adalah Tahani Ahla Al Alami, putri Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen.

Bersama Abrisam Haldis Alfaruq, Tahani tampil pada kategori Junior Programmer dan berhasil membawa pulang dua penghargaan, yakni STEM Overseas Award dan Excellence Award.

Prestasi serupa juga diraih Muhammad Ar Rasykhan Lubis dan Alvaro Musa Nurindra.

Keduanya mendapatkan Achievement Award dan berhasil menempati posisi kelima.

Kompetisi yang berlangsung pada Minggu (9/8/2026) tersebut mempertemukan 48 tim dari delapan negara.

Indonesia mengirimkan 11 tim untuk kategori Junior Programmer, termasuk dua tim dari SD Hj Isriati Baiturrahman 1 Semarang.

Pelatih tim, Ahmad Naufal Ilmi Fasya, mengatakan keberhasilan para siswa merupakan hasil dari persiapan yang dilakukan secara konsisten.

Menjelang perlombaan, para siswa menjalani latihan intensif sekitar 16 hingga 20 kali pertemuan.

Latihan bahkan dilakukan hampir setiap hari, Senin hingga Sabtu, mulai pukul 08.00 sampai 16.00.

Pola latihan tersebut dilakukan untuk membiasakan siswa menghadapi berbagai tantangan dalam perlombaan.

“Latihan dilakukan secara konsisten agar anak-anak benar-benar siap menghadapi kompetisi internasional,” ujar Ilmi, Selasa (11/8/2026).

Ilmi mengungkapkan Taiwan menjadi salah satu peserta yang paling diperhitungkan.

Menurutnya, peserta dari Taiwan memiliki keuntungan karena robot yang digunakan dalam kompetisi diproduksi oleh perusahaan asal negara tersebut.

Meski demikian, tim Indonesia mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Dalam perlombaan, peserta harus menyelesaikan sejumlah misi dengan menggunakan robot.

Setiap misi yang berhasil dituntaskan akan menghasilkan poin untuk menentukan hasil akhir.

Keberhasilan para siswa tersebut mendapat apresiasi dari Taj Yasin Maimoen yang hadir langsung di Thailand bersama istrinya.

Ia menyampaikan rasa syukur atas pencapaian delegasi Indonesia sekaligus mengapresiasi semakin banyaknya sekolah di Tanah Air yang berani mengikuti kompetisi internasional.

Taj Yasin juga memberikan perhatian khusus terhadap SD Hj Isriati Baiturrahman 1 Semarang.

Menurutnya, partisipasi sekolah tersebut dalam program keterampilan internasional menjadi pengalaman penting karena baru pertama kali dilakukan, tetapi langsung menghasilkan prestasi.

Ia berharap pembelajaran coding semakin berkembang di Jawa Tengah, termasuk dikenalkan sejak usia dini.

Menurutnya, coding bukan hanya mengasah kemampuan teknologi, tetapi juga melatih pola pikir logis, kreativitas, kerja sama, dan kemampuan menyelesaikan masalah.

Ketua Umum Yayasan Pusat Kajian dan Pengembangan Islam (YPKPI), KH Ahmad Daroji, turut mengapresiasi capaian para siswa.

Ia menilai kompetisi internasional menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas, kekompakan, tanggung jawab, serta kemampuan berkomunikasi dengan peserta dari berbagai negara.

YPKPI juga berencana memperkuat program pengembangan kemampuan anak di bidang teknologi.

Bahkan, Ahmad Daroji berharap Jawa Tengah dapat menjadi tuan rumah kompetisi serupa pada 2027.

Sementara itu, Wakil Kepala SD Hj Isriati Baiturrahman 1 Semarang, Falik Rusdayanto, memastikan pembinaan terhadap para siswa akan terus dilanjutkan.

Peserta yang saat ini berlaga di kategori junior akan diarahkan untuk meningkatkan kemampuan hingga kelas 5 dan 6 agar lebih siap menghadapi kompetisi dengan level yang lebih tinggi.

Falik menjelaskan, pembelajaran coding di sekolah tersebut telah diterapkan sejak kelas 1 hingga kelas 6 selama sekitar empat tahun.

Program itu awalnya dikembangkan dari pembelajaran TIK dan kemudian disesuaikan dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan pendidikan.

Pengenalan logika coding juga mulai diberikan kepada siswa TK melalui metode bermain yang disesuaikan dengan usia anak.

Prestasi di Thailand diharapkan menjadi pijakan bagi para siswa untuk terus mengembangkan kemampuan sekaligus membawa nama baik Indonesia dan Jawa Tengah di kompetisi internasional berikutnya. (dkp)

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Semarang Zoo Dorong Kesadaran Konservasi Lewat Peringatan Hari Gajah Sedunia

12 Agustus 2026 - 15:12 WIB

Bank Jateng Perluas Pembiayaan, Rp279,1 Miliar Disalurkan kepada 1.100 Debitur

12 Agustus 2026 - 14:47 WIB

Nurul Asyhar Preschool Diresmikan, LDII Kabupaten Semarang Dorong Pendidikan Berkarakter

12 Agustus 2026 - 13:07 WIB

Ratusan Pelajar Tengaran Meriahkan HUT ke-81 RI Lewat Tari Keprajuritan

12 Agustus 2026 - 12:46 WIB

Kebakaran Lahan Tebu di Lebaksiu, Polisi dan Damkar Bersama Warga Bergerak Cepat

12 Agustus 2026 - 12:14 WIB

Bidpropam Polda Jateng Ingatkan Anggota Polres Demak Jauhi Judol dan Narkoba

12 Agustus 2026 - 11:43 WIB

Trending di Daerah