Menu

Mode Gelap
 

Pendidikan · 29 Des 2025 19:52 WIB

Pemkot Semarang Terapkan Edaran Mendikdasmen soal Libur Nataru Siswa


					Wali Kota Semarang saat berkunjung ke Lapas Perempuan, Selasa (23/12) | dok Humas Pemkot. Perbesar

Wali Kota Semarang saat berkunjung ke Lapas Perempuan, Selasa (23/12) | dok Humas Pemkot.

SEMARANG, Kabarjateng.id – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menegaskan bahwa Pemerintah Kota Semarang memastikan pelaksanaan libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) bagi siswa berlangsung tanpa beban akademik berlebihan, dengan tetap mengedepankan keselamatan, pengawasan orang tua, serta penguatan karakter anak.

Agustina menyampaikan, kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut langsung dari Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 14 Tahun 2025 tentang kegiatan murid selama libur Natal dan Tahun Baru.

Menurutnya, Pemkot Semarang melalui Dinas Pendidikan telah merespons imbauan tersebut secara konkret dan terukur.

“Pemerintah Kota Semarang sudah menindaklanjuti arahan pemerintah pusat. Kami pastikan sekolah tidak membebani murid dengan pekerjaan rumah atau proyek yang berlebihan selama libur Natal dan Tahun Baru,” ujar Agustina, Kamis (25/12/2025), melalui keterangan tertulis kepada Kabarjateng.id.

Ia menjelaskan, tindak lanjut tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Dinas Pendidikan Kota Semarang Nomor B/28169/400.3/XII/2025.

Dalam edaran itu ditegaskan bahwa penugasan kepada siswa, apabila diberikan, harus bersifat sederhana, menyenangkan, dan dapat dilakukan bersama keluarga.

“Kalau pun ada aktivitas, itu sifatnya ringan, menyenangkan, dan tidak menimbulkan beban akademik maupun finansial. Libur sekolah harus menjadi ruang anak untuk beristirahat dan tumbuh secara sehat,” tegasnya.

Agustina juga menyampaikan bahwa Surat Edaran Disdik Kota Semarang telah diterbitkan pada 19 Desember 2025 dan disosialisasikan kepada seluruh satuan pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP, hingga PKBM dan SKB.

Sosialisasi dilakukan melalui sekolah masing-masing untuk diteruskan kepada orang tua atau wali murid.

“Kami memastikan informasi ini sampai ke sekolah dan orang tua. Jadi tidak ada kebingungan di lapangan terkait jadwal libur maupun ketentuan selama masa liburan,” kata Agustina.

Terkait pembagian rapor semester ganjil, Agustina menegaskan bahwa sekolah juga diminta menyampaikan pesan khusus kepada orang tua.

Pesan tersebut menekankan pentingnya pengawasan anak selama libur panjang, termasuk dalam penggunaan gawai dan pembentukan karakter.

“Pembagian rapor bukan hanya soal nilai akademik. Kami minta sekolah menyampaikan pesan resmi kepada orang tua agar pengawasan anak tetap optimal, baik dari sisi keselamatan, penggunaan gawai, maupun pembiasaan perilaku positif,” ujarnya.

Untuk jadwal libur sekolah, Agustina menjelaskan bahwa pelaksanaannya mengikuti kalender pendidikan Tahun Ajaran 2025/2026 yang telah ditetapkan.

Rincian tanggal libur dan masuk kembali sekolah disampaikan oleh masing-masing satuan pendidikan sesuai kalender resmi.

“Kalender pendidikan sudah jelas. Sekolah tinggal menyampaikan kepada orang tua dan siswa sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.

Lebih lanjut, Agustina menekankan pentingnya pengisian waktu libur dengan aktivitas yang edukatif dan menyenangkan.

Ia menyebut, Dinas Pendidikan telah memberikan panduan agar sekolah dan orang tua mengarahkan anak pada kegiatan yang mendorong literasi, kreativitas, dan kesehatan fisik.

“Kami mendorong aktivitas seperti membaca buku bersama, kegiatan literasi dan numerasi yang ringan, seni, permainan yang melatih logika dan kerja sama, olahraga, serta kegiatan budaya sesuai minat anak. Semua itu tanpa menambah beban akademik,” jelasnya.

Menghadapi libur sekolah yang bertepatan dengan puncak musim hujan, Agustina mengingatkan orang tua dan sekolah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko keselamatan anak.

Ia menekankan pentingnya edukasi kebencanaan sejak dini.

“Kami mengimbau orang tua dan sekolah memberikan edukasi Satuan Pendidikan Aman Bencana. Anak perlu tahu jalur evakuasi, nomor layanan darurat, dan memahami risiko saat beraktivitas di luar rumah, terutama di musim hujan,” katanya.

Selain faktor cuaca, Agustina juga menyoroti potensi keramaian dan mobilitas tinggi selama perayaan Natal dan Tahun Baru.

Ia meminta orang tua meningkatkan pengawasan anak, terutama di ruang publik.

“Keramaian saat Nataru perlu diantisipasi. Orang tua harus memastikan anak tidak terpisah dari keluarga, memahami keselamatan berlalu lintas, dan menggunakan gawai serta internet secara bijak,” tegasnya.

Untuk memastikan keamanan dan kenyamanan selama libur Nataru, Agustina menyatakan bahwa Dinas Pendidikan mendorong sekolah berkoordinasi dengan perangkat daerah dan unsur masyarakat.

Koordinasi ini mencakup pengamanan aset sekolah, keselamatan siswa, hingga penyediaan kanal pelaporan jika terjadi keadaan darurat.

“Kolaborasi lintas sektor penting agar masa libur berjalan aman dan kondusif,” ujarnya.

Menutup keterangannya, Agustina berharap peran orang tua menjadi kunci utama keberhasilan kebijakan libur sekolah ini.

Ia mengajak orang tua menjadikan liburan sebagai momen berkualitas bersama anak.

“Libur akhir tahun adalah kesempatan membangun komunikasi positif, menanamkan nilai karakter, menjaga rutinitas dasar anak, dan mengarahkan mereka pada aktivitas yang aman, sehat, dan bermakna. Dengan begitu, liburan benar-benar memberi dampak positif bagi perkembangan karakter dan kognitif siswa,” pungkas Agustina.

 

Penulis: Tim Kabarjateng.id
Editor: Wahyu Hamijaya

Artikel ini telah dibaca 54 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Stok Beras Tembus 4,8 Juta Ton, Mentan Tekankan Peran Daerah Perkuat Kemandirian Pangan

16 April 2026 - 22:43 WIB

Satresnarkoba Polres Boyolali Bongkar Peredaran Obat Terlarang, Satu Pelaku Ditangkap

16 April 2026 - 18:27 WIB

Kasdam IV Diponegoro Ikuti Pembukaan Retreat KPPD, Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah

16 April 2026 - 17:51 WIB

LSP Koperasi Susun Skema Pendidikan Khusus, Siapkan Manajer KD/KMP Sesuai Kebutuhan Lapangan

16 April 2026 - 17:44 WIB

Wanita di Tempellemahbang Blora Ditemukan Meninggal, Diduga Akhiri Hidup di Samping Rumah

16 April 2026 - 16:54 WIB

Gayatri Jawa Tengah: Gerakan Perempuan Berbasis Budaya dan Kepedulian Sosial

16 April 2026 - 16:22 WIB

Trending di KABAR JATENG