Menu

Mode Gelap
 

Pendidikan · 18 Nov 2025 06:01 WIB

Kota Semarang Perkuat Kapasitas Bunda PAUD untuk Pemerataan PAUD-HI 2025


					Para peserta tampak serius mendengarkan salah satu pemateri kegiatan, Rifki Nugroho, Spd, M.Kom | foto: Wahyu Hamijaya Perbesar

Para peserta tampak serius mendengarkan salah satu pemateri kegiatan, Rifki Nugroho, Spd, M.Kom | foto: Wahyu Hamijaya

SEMARANG, Kabarjateng.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang resmi membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Pemenuhan Delapan Indikator PAUD Gugus Tugas PAUD HI Kota Semarang Tahun 2025, Senin (17/11) di Hotel Dafam Kota Semarang.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 17-19 November 2025 ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kapasitas para Bunda PAUD dalam mengalokasikan layanan PAUD HI di satuan Pendidikan dan masyarakat secara lebih terstruktur, terukur, serta berkelanjutan.

Melalui Rakor ini, Disdik Kota Semarang menegaskan komitmen memperluas jangkauan layanan Pendidikan anak usia dini yang mencakup aspek kesehatan, gizi, perlindungan, legalitas identitas, sanitasi, hingga tumbuh kembang secara menyeluruh.

Pendekatan PAUD HI dipandang sebagai fondasi penting dalam meningkatkan kualitas layanan Pendidikan anak sejak dini, terutama di wilayah dengan tantangan akses dan partisipasi yang masih belum merata.

Kegiatan diikuti seluruh Bunda PAUD dari empat kecamatan percontohan di Kota Semarang yang selama ini aktif menjadi penggerak literasi, pendampingan keluarga, dan advokasi layanan Pendidikan bagi masyarakat.

Keikutsertaan para Bunda PAUD menjadi kunci utama karena mereka menjadi ujung tombak kolaborasi antara satuan Pendidikan, pemerintah, dan warga.

Mengarahkan PAUD HI agar tepat sasaran dan berkeadilan

Sub Koordinator Kurikulum PAUD dan PNF Disdik Kota Semarang, Rifki Nugroho, S.Pd., M.Kom, menyampaikan bahwa penguatan kapasitas para Bunda PAUD harus sejalan dengan arah kebijakan Pendidikan nasional maupun daerah.

Menurutnya, layanan PAUD HI bukan sekadar pemenuhan administrasi, tetapi upaya mempercepat kualitas Pendidikan dasar melalui sinergi lintas sektor.

“Pendidikan anak usia dini membutuhkan dukungan menyeluruh. Karena itu Bunda PAUD dan Pokja Bunda harus memahami delapan indikator PAUD HI agar pelaksanaan di masyarakat lebih tepat sasaran. Kota Semarang menargetkan layanan Pendidikan yang adil dan mudah dijangkau, terutama bagi keluarga yang membutuhkan,” ujarnya.

Rifki menambahkan bahwa kegiatan ini juga menguatkan peran Bunda PAUD sebagai fasilitator keluarga, penggerak sosial, sekaligus mitra strategis Disdik dalam transformasi kualitas Pendidikan di Kota Semarang.

“Dengan pemahaman yang kuat, Bunda bisa mendampingi, mengedukasi, dan memberikan contoh penerapan Pendidikan holistik bagi masyarakat,” jelasnya.

Materi Hari Pertama: Pemetaan Kebutuhan Dasar PAUD HI

Pada hari pertama, peserta memperoleh sejumlah materi inti yang menjadi kerangka dasar pelaksanaan PAUD HI di tingkat satuan Pendidikan.

Pertama di isi oleh Plt Kadisdik Kota Semarang, Joko Hartono, S.STP., M.Si diwakilkan Sekretaris Dinas, Drs. Ali Sofyan, M.M. yakni mengulas tentang Kebijakan Dinas Pendidikan Penanganan Delapan Indikator PAUD, yang menekankan pentingnya penguatan regulasi, penataan kelembagaan, dan peningkatan kapasitas tenaga pendidik.

Ia menegaskan komitmen Disdik Kota Semarang memastikan seluruh aspek layanan Pendidikan anak dapat terpantau secara terpadu.

Kedua, materi PAUD Berkualitas Menyongsong Generasi Emas oleh Ismuwati, S.Psi, memfokuskan pada pemahaman Bunda PAUD tentang standar mutu, lingkungan belajar yang aman, serta peran keluarga dalam mendukung keberhasilan Pendidikan anak.

Ketiga, Kelas Orang Tua Inspiratif oleh Rifki Nugroho (Indikator 1), yang juga menyisipkan materi tentang Penyelenggaraan Wajar Dikdas 13 Tahun.

Materi ini memperlihatkan bagaimana keluarga menjadi pusat awal dukungan Pendidikan anak dan bagaimana Bunda PAUD dapat memfasilitasi kelas orang tua di lingkungan masing-masing.

Keempat, Legalitas dan Kepemilikan Akta Kelahiran dan NIP oleh Endang Sri Rejeki, S.H., Sp.N. (Indikator 7).

Materi ini menegaskan pentingnya akta kelahiran sebagai dasar data anak untuk ijazah serta hak legal anak dalam sistem Pendidikan.

Para Bunda PAUD didorong membantu sosialisasi dan advokasi layanan administrasi kependudukan.

Materi kelima, Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) oleh Dra. Ratih Herawati, MM (Indikator 5), ditambah pemahaman transisi PAUD-SD.

Peserta dibekali cara mendampingi anak beradaptasi ke jenjang Pendidikan berikutnya tanpa tekanan akademik berlebihan.

Keenam, Penguatan Percepatan Penurunan Risiko Stunting oleh Yuli Kurniasih Purwanti, S.KM., MM (Indikator 6), yang menekankan pemahaman PMT pencegahan, tindakan penyembuhan, serta peluang kolaborasi CSR untuk tambahan gizi gratis bagi satuan Pendidikan PAUD.

Ketujuh, Pemantauan Tumbuh Kembang dan Penanganan Stunting oleh Rinta, M.Kes (Indikator 2, 3, dan 4).

Materi ini memberikan panduan kepada Bunda PAUD dalam mengenali tanda tumbuh kembang anak, status gizi, dan deteksi dini masalah kesehatan yang dapat memengaruhi capaian Pendidikan.

Terakhir, Penyediaan Air Bersih dan Sanitasi Berbasis Masyarakat oleh C.L. Dewi Prasetyani, ST., MT (Indikator 8), mengulas pentingnya lingkungan bersih dan sanitasi layak sebagai bagian dari kualitas Pendidikan anak usia dini.

Bunda PAUD Membangun Masyarakat Peduli Pendidikan

Melalui rangkaian kegiatan ini, Disdik Kota Semarang berharap layanan PAUD HI dapat semakin melekat dalam praktik Pendidikan sehari-hari di masyarakat.

Para Bunda PAUD diharapkan menjadi motor penggerak kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan pemerintah agar kualitas Pendidikan anak usia dini semakin meningkat dan menjangkau seluruh lapisan warga Semarang.

 

Editor: Wahyu Hamijaya

Artikel ini telah dibaca 38 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Mangkunegaran Run 2026 Libatkan 7.750 Pelari, Pariwisata dan UMKM Jateng Makin Bergeliat

3 Mei 2026 - 20:25 WIB

Polri Jaga Ketat Final Voli Pordus Ngadirojo

3 Mei 2026 - 18:23 WIB

Jallu Law School Perkuat SDM Hukum, Luncurkan 7 Modul Pelatihan Strategis

3 Mei 2026 - 16:34 WIB

Hardiknas 2026 di Jateng, Ahmad Luthfi Dorong Sekolah Tani Jadi Pilar Ketahanan Pangan

3 Mei 2026 - 11:21 WIB

Kapolres Demak Apresiasi Kondusivitas May Day, Warga Tunjukkan Kedewasaan dalam Menyampaikan Aspirasi

3 Mei 2026 - 09:36 WIB

Kapolres Demak Cup 2026 Jadi Panggung Strategi Pelajar di Dunia E-Sport

3 Mei 2026 - 07:29 WIB

Trending di Daerah