Menu

Mode Gelap
 

Kesehatan · 21 Des 2025 20:37 WIB

Pemkot Semarang Perkuat Pelayanan Kesehatan Jelang Nataru 2025/2026


					Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengunjungi pelayanan kesehatan di Puskesmas Bangetayu, Kecamatan Genuk | dok Humas Pemkot. Perbesar

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengunjungi pelayanan kesehatan di Puskesmas Bangetayu, Kecamatan Genuk | dok Humas Pemkot.

SEMARANG, Kabarjateng.id – Pemerintah Kota Semarang memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal selama libur Natala dan Tahun Baru (Nataru) 2025 menuju 2026.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menegaskan, kesiapan pelayanan kesehatan menjadi prioritas utama Pemkot dalam menghadapi lonjakan aktivitas masyarakat dan potensi risiko kesehatan selama periode Nataru.

Menurut Agustina Wilujeng, libur Nataru identik dengan meningkatnya mobilitas warga, kunjungan wisata, serta aktivitas keagamaan dan perayaan akhir tahun.

Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan lonjakan kebutuhan kesehatan, baik pelayanan darurat, rawat inap, maupun layanan rujukan.

Karena itu, Pemkot Semarang memperkuat sistem Pelayanan Kesehatan agar tetap prima meski berada di tengah libur panjang Nataru.

“Pemkot Semarang memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan normal dan responsif selama Nataru. Rumah sakit, puskesmas, dan layanan gawat darurat kami minta siaga penuh,” ujar Agustina Wilujeng, dalam keterangan tertulis kepada Kabarjateng.id, Minggu (21/12).

Ia menjelaskan, penguatan pelayanan kesehatan dilakukan melalui kesiapsiagaan seluruh fasilitas kesehatan, mulai dari rumah sakit milik pemerintah, rumah sakit swasta, hingga puskesmas rawat inap dan non-rawat inap.

Selama Nataru, layanan kesehatan tetap dibuka dengan pengaturan jadwal tenaga medis agar masyarakat tetap memperoleh akses pelayanan kesehatan yang cepat dan aman.

Selain itu, Agustina Wilujeng menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam mendukung pelayanan kesehatan selama Nataru.

Pemkot Semarang menggandeng TNI, Polri, BPBD, Dinas Perhubungan, serta instansi terkait lainnya untuk memastikan respons kesehatan dapat dilakukan secara terpadu, khususnya dalam kondisi darurat.

“Koordinasi lintas sektor ini sangat penting agar penanganan kesehatan bisa cepat, terutama jika terjadi kecelakaan lalu lintas, bencana akibat cuaca ekstrem, atau kondisi darurat lainnya selama Nataru,” jelas Agustina Wilujeng.

Pemkot Semarang juga menyiapkan sistem rujukan kesehatan yang terintegrasi selama Nataru.

Ambulans disiagakan di sejumlah titik strategis, termasuk kawasan rawan kecelakaan dan lokasi dengan aktivitas masyarakat tinggi.

Langkah ini dilakukan agar pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan lanjutan dapat segera ditangani tanpa hambatan.

Dalam konteks kesehatan masyarakat, Agustina Wilujeng menyebutkan bahwa ketersediaan obat-obatan dan alat kesehatan turut menjadi perhatian utama.

Dinas kesehatan Kota Semarang diminta memastikan stok obat dan kebutuhan medis lainnya aman selama Nataru, sehingga pelayanan kesehatan tidak terganggu oleh keterbatasan logistik.

“Kami ingin memastikan selama Nataru, tidak ada masyarakat yang kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan. Semua harus terlayani dengan baik,” tegas Agustina Wilujeng.

Lebih lanjut, Pemkot Semarang juga mengantisipasi potensi risiko kesehatan akibat perubahan cuaca di akhir tahun.

Curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem dinilai dapat memicu penyakit musiman serta meningkatkan risiko bencana.

Oleh karena itu, kesiapsiagaan kesehatan diarahkan tidak hanya pada pelayanan kuratif, tetapi juga upaya promotif dan preventif selama Nataru.

Agustina Wilujeng mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan pribadi dan keluarga selama Nataru, terutama saat melakukan perjalanan atau mengikuti kegiatan dengan kerumunan besar.

Ia meminta warga segera memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan terdekat dari Pemkot apabila mengalami gangguan kesehatan.

“Libur Nataru harus tetap aman dan nyaman. Pemkot telah menyiapkan pelayanan kesehatan, namun masyarakat juga harus disiplin tetap menjaga Kesehatan masing-masing,” kata Agustina Wilujeng.

Dengan penguatan pelayanan kesehatan, koordinasi lintas sektor, dan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan, Pemkot Semarang optimistis mampu memberikan perlindungan kesehatan yang maksimal bagi warga selama Nataru 2025/2026.

Agustina Wilujeng menegaskan, komitmen Pemkot adalah memastikan seluruh warga dapat menikmati libur Nataru dengan rasa aman, sehat, dan nyaman melalui pelayanan kesehatan yang prima.

 

Penulis: Tim Kabarjateng.id
Editor: Wahyu Hamijaya

Artikel ini telah dibaca 56 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Ajang Tempa Atlet, Pemprov Jateng Dorong Kolaborasi Event Nasional Lebih Masif

26 April 2026 - 12:55 WIB

Sabung Ayam dan Dadu di Jetis Tengaran Diduga Masih Beroperasi, Warga Tuntut Penindakan Tegas

26 April 2026 - 12:34 WIB

Polresta Pati Tertibkan Balap Liar di JLS, Tujuh Remaja Terjaring Operasi Dini Hari

26 April 2026 - 11:18 WIB

Perkuat Sinergi, Polres Jepara Gandeng Komunitas Trail ATC Desa Bondo Jaga Kamtibmas

26 April 2026 - 11:07 WIB

Sekda Jateng Soroti Peran Olahraga bagi Veteran: Bangun Kebersamaan hingga Jaga Kesehatan

26 April 2026 - 10:02 WIB

Aksi Debt Collector di Semarang Bikin Heboh, Laporan Palsu Damkar Berujung Sanksi Unik

26 April 2026 - 09:41 WIB

Trending di KABAR JATENG