Menu ✖

Mode Gelap
 

Kabar Jawa Tengah

Sudah Donor Darah 130 Kali, Kisah Pendonor Purworejo Bikin Ahmad Luthfi Tersentuh

badge-check


					Sudah Donor Darah 130 Kali, Kisah Pendonor Purworejo Bikin Ahmad Luthfi Tersentuh Perbesar

SEMARANG | Kabarjateng.id — Puluhan tahun menyumbangkan darah tanpa mengetahui siapa penerimanya. Kisah tersebut menjadi salah satu perhatian Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat memberikan penghargaan kepada ribuan pendonor darah sukarela.

Sebanyak 2.348 pendonor darah sukarela menerima apresiasi dalam Temu Donor Darah Sukarela 2026 di Balairung Astina, UTC Convention Hotel, Kota Semarang, Selasa (29/9/2026).

Mereka terdiri atas 1.743 pendonor yang telah mencapai 50 kali donor darah dan 605 orang yang tercatat sudah 75 kali mendonorkan darah.

Di tengah ribuan penerima penghargaan itu, terdapat cerita seorang pendonor asal Purworejo yang mengaku telah mendonorkan darah lebih dari 130 kali.

Komitmen tersebut telah dijalani sejak 1980. Artinya, selama lebih dari empat dekade, ia secara konsisten menyumbangkan darah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Namun, perjalanan panjang tersebut ternyata tidak seluruhnya tercatat dalam sistem pendataan donor darah.
Kondisi itu langsung mendapat perhatian Ahmad Luthfi.

Ia meminta pengelolaan data pendonor diperbaiki sehingga setiap kontribusi masyarakat dapat tercatat secara lengkap.

“Tidak boleh sampai ada masyarakat yang melakukan donor terlewatkan datanya, meskipun itu sukarela,” kata Luthfi.

Menurutnya, pencatatan bukan hanya berkaitan dengan administrasi. Data tersebut juga menjadi bagian dari penghargaan terhadap masyarakat yang telah memberikan pengabdian kemanusiaan selama bertahun-tahun.

Luthfi mengatakan, donor darah memiliki nilai sosial yang besar karena darah yang diberikan secara sukarela dapat digunakan untuk membantu pasien yang membutuhkan transfusi.

“Bagi siapapun yang memberikan darah kepada yang membutuhkan, ini merupakan suatu bentuk perwujudan amal, charity, yang diberikan dengan tulus,” ujarnya.

Ia pun mengapresiasi para pendonor yang tetap menjaga komitmen meski tidak pernah mengetahui kepada siapa darah mereka nantinya diberikan.

“Apa yang Anda berikan merupakan bentuk pengabdian. Bapak-Ibu melakukan itu tanpa pernah bertanya untuk siapa dan kepada siapa darah itu akan diberikan. Betul?” ujar Luthfi.

Para pendonor kemudian menjawab serempak, “Betul.”

Luthfi berharap semangat para pendonor tersebut dapat menginspirasi lebih banyak masyarakat untuk ikut melakukan donor darah secara sukarela.

Berdasarkan data hingga Juni 2026, seluruh Unit Donor Darah (UDD) PMI di Jawa Tengah mampu menghasilkan sekitar 17 ribu kantong darah setiap bulan.

Ketersediaan tersebut menjadi salah satu penopang pemenuhan kebutuhan transfusi darah bagi masyarakat di Jawa Tengah.

Bagi para pendonor, satu kali donor mungkin hanya membutuhkan waktu singkat.

Namun, bagi pasien yang membutuhkan transfusi, darah tersebut dapat menjadi bagian penting dalam mempertahankan kehidupan. (dkp)

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

75 Kali Donor Darah, Warga Jateng Sumbangkan 37,5 Liter untuk Kemanusiaan

29 September 2026 - 15:48 WIB

Pangdam IV/Diponegoro Ikuti Evaluasi Percepatan Koperasi Desa Merah Putih

29 September 2026 - 15:31 WIB

Yayasan Kartika Jaya Datang Melayat, Beri Dukungan untuk Keluarga Siswa yang Meninggal

29 September 2026 - 15:24 WIB

Nobar Timnas di Gubernuran Jateng Bawa Berkah bagi Pedagang Kecil

29 September 2026 - 14:57 WIB

TBC di Jateng Diburu hingga Desa, 884 Puskesmas Segera Dapat Alat Diagnostik

29 September 2026 - 14:49 WIB

Polres Tegal Bergerak Cepat Usai Terima Laporan Dugaan Pengambilan Solar Ilegal

29 September 2026 - 14:13 WIB

Trending di Daerah