SEMARANG | Kabarjateng.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersiap membenahi kawasan Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP).
Revitalisasi disiapkan untuk mengembalikan daya tarik kawasan sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menempatkan pembenahan PRPP sebagai salah satu prioritas dalam rencana pembangunan infrastruktur strategis 2027-2029.
Penegasan itu disampaikan Luthfi saat memimpin rapat pembahasan usulan pembangunan infrastruktur strategis di Jawa Tengah, Kamis (17/9/2026).
“Jadi saya minta PRPP menjadi prioritas satu,” tegas Luthfi.
Ia menilai PRPP memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi ruang publik sekaligus etalase berbagai potensi yang dimiliki Jawa Tengah.
Karena itu, wajah kawasan dinilai perlu diperbarui agar lebih menarik. Penataan akan menyasar bagian depan PRPP, papan reklame, lingkungan, hingga akses menuju kawasan.
Luthfi meminta desain bagian depan PRPP mendapat perhatian khusus sehingga pengunjung memperoleh kesan berbeda sejak pertama kali datang.
“Cari konsultan yang bisa mendesain wajahnya PRPP di depan itu menjadi lebih menarik,” ujarnya.
Namun, revitalisasi tidak hanya menyangkut pembangunan fisik.
Luthfi meminta pengelola memikirkan konsep kegiatan yang mampu membuat PRPP kembali hidup dan menjadi tujuan masyarakat.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan program yang mampu meningkatkan kunjungan dan menggerakkan perekonomian.
“Kalau kita mau menarik investasi, infrastrukturnya juga harus mendukung,” katanya.
Pengembangan PRPP juga akan melibatkan pemerintah kabupaten dan kota.
Salah satu perhatian utama adalah keberadaan anjungan daerah di kawasan Grand Maerokoco.
Luthfi mendorong setiap daerah ikut mengembangkan anjungan masing-masing dengan konsep yang memiliki karakter serta daya tarik tersendiri.
Ia bahkan menyatakan siap mengumpulkan para kepala daerah untuk membahas rencana tersebut.
“Jadi bikin mereka punya legacy masing-masing,” ujar Luthfi.
Menurut Luthfi, keterlibatan kabupaten dan kota sekaligus dapat memperkuat promosi berbagai kegiatan di PRPP.
Jaringan pemerintah daerah diharapkan ikut membantu mengenalkan agenda di PRPP kepada masyarakat di berbagai wilayah Jawa Tengah.
Ia juga meminta pengelola tidak sekadar mengejar banyaknya kegiatan.
Setiap agenda harus dirancang berdasarkan target pengunjung dan memiliki strategi promosi yang jelas.
“Jangan hanya sekadar kegiatan. Kita orientasinya hasil,” tegasnya.
Sejumlah pekerjaan fisik pun telah masuk dalam usulan revitalisasi Grand Maerokoco.
Rencananya meliputi pembangunan gerbang, perbaikan jalan, trotoar, fasilitas pejalan kaki, taman, penerangan, dan drainase.
Pembenahan juga mencakup renovasi Jateng Science Center serta peningkatan fasilitas pelayanan bagi pengunjung.
Untuk kawasan Taman Mini Jawa Tengah, pemerintah mengusulkan perbaikan 34 bangunan anjungan beserta tamannya.
Selain itu, terdapat rencana pembangunan anjungan dan taman baru untuk Kabupaten Temanggung.
Direktur Utama PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT) Rudolf Tulus P Sirait mengatakan, konsep anjungan daerah ke depan akan diarahkan menjadi ruang berkumpul sekaligus destinasi kuliner.
Identitas budaya dari masing-masing daerah tetap menjadi bagian penting dalam pengembangan tersebut.
Rapat pembahasan revitalisasi PRPP turut dihadiri Direktur PRPP Shafigh Pahlevi Lontoh, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Jawa Tengah Urip Sihabudin, serta jajaran Dinas PUPR Jawa Tengah.
Revitalisasi ini diharapkan tidak berhenti pada perubahan tampilan. PRPP ditargetkan kembali menjadi kawasan yang aktif, menarik bagi pengunjung, memperkuat promosi daerah, dan membuka lebih banyak peluang ekonomi. (dkp)






