Menu

Mode Gelap
 

Kabar Jawa Tengah · 11 Mar 2026 07:23 WIB

Mudik Gratis Jateng 2026, Ratusan Bus dan Belasan Kereta Siap Angkut Perantau Pulang Kampung


					Mudik Gratis Jateng 2026, Ratusan Bus dan Belasan Kereta Siap Angkut Perantau Pulang Kampung Perbesar

SEMARANG, Kabarjateng.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menghadirkan program mudik gratis bagi warga perantauan yang ingin pulang kampung saat Lebaran 2026.

Pemerintah menyiapkan ratusan armada bus dan belasan rangkaian kereta api untuk mengangkut ribuan pemudik dari Jakarta dan Bandung menuju berbagai daerah di Jawa Tengah.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menjelaskan, pemerintah menghadirkan program ini sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat Jawa Tengah yang bekerja di luar daerah.

Selain membantu warga pulang ke kampung halaman, program tersebut juga bertujuan mengurangi kepadatan lalu lintas dan menekan risiko kecelakaan selama musim mudik.

“Pemprov Jateng menyiapkan 342 bus dan 17 rangkaian kereta api untuk program mudik gratis. Masyarakat bisa mendaftar melalui aplikasi,” kata Luthfi saat rapat lintas sektoral kesiapan arus mudik dan perayaan Idulfitri di Gradhika Bhakti Praja Semarang, Senin (9/3/2026).

Ratusan Bus Angkut Pemudik dari Jakarta dan Bandung

Pemprov Jawa Tengah akan memberangkatkan program mudik gratis menggunakan bus pada 16 Maret 2026.

Pemerintah menyiapkan 342 bus dengan kapasitas lebih dari 17 ribu penumpang.

Sebanyak 319 bus dengan kapasitas 15.960 kursi akan berangkat dari kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta menuju sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Sementara itu, 23 bus dengan kapasitas 1.150 kursi akan membawa pemudik dari Bandung menuju berbagai daerah tujuan.

Kereta Api Berangkat dari Stasiun Pasar Senen

Selain bus, Pemprov Jateng juga menyiapkan layanan mudik gratis menggunakan kereta api.

Program ini akan berlangsung pada 17 Maret 2026 dengan keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen Jakarta.

Pemerintah menyediakan 17 rangkaian kereta dengan kapasitas 1.288 kursi.

Delapan rangkaian kereta KA Jaka Tingkir akan membawa pemudik menuju Stasiun Solo Balapan dengan kapasitas 576 kursi.

Pemerintah juga menambah satu rangkaian kereta tambahan dengan kapasitas 72 kursi untuk rute yang sama.

Sementara itu, delapan rangkaian KA Tawang Jaya akan mengangkut pemudik menuju Stasiun Poncol Semarang dengan kapasitas 640 kursi.

Luthfi juga meminta para bupati dan wali kota di Jawa Tengah untuk menyambut para pemudik yang tiba di daerah masing-masing.

“Saya minta bupati dan wali kota ikut menyapa masyarakat yang pulang. Mereka merupakan duta daerah yang bekerja di perantauan,” ujarnya.

Pemprov Jateng Siapkan Program Balik Rantau

Selain program mudik, Pemprov Jateng juga menyiapkan fasilitas balik rantau gratis setelah Lebaran agar para perantau dapat kembali bekerja.

Program balik rantau menggunakan kereta api akan berlangsung pada 27 Maret 2026 dari Stasiun Tawang Semarang.

Pemerintah menyiapkan empat rangkaian kereta dengan kapasitas 320 kursi.

Sementara itu, program balik rantau menggunakan bus akan berlangsung pada 28 Maret 2026.

Pemerintah memberangkatkan bus dari beberapa titik utama, yakni Asrama Haji Donohudan Boyolali, Terminal Mangkang Semarang, dan Terminal Bulupitu Banyumas.

Selain itu, sejumlah daerah seperti Kabupaten Magelang, Blora, dan Kendal juga menggelar pemberangkatan mandiri.

Secara keseluruhan, pemerintah menyiapkan 71 bus dengan kapasitas sekitar 3.550 kursi untuk program balik rantau tersebut.

“Kami ingin memberi pelayanan terbaik bagi masyarakat. Program ini merupakan bentuk pengabdian pemerintah kepada warga,” kata Luthfi.

Program Mudik Gratis Tekan Risiko Kecelakaan

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah Arief Djatmiko mengatakan program mudik gratis juga bertujuan menekan angka kecelakaan lalu lintas selama musim mudik.

Menurutnya, banyak pemudik yang memilih sepeda motor untuk perjalanan jarak jauh.

Kondisi tersebut sering memicu risiko kecelakaan yang cukup tinggi.

“Melalui program mudik gratis ini, kami berharap masyarakat mengurangi penggunaan sepeda motor untuk perjalanan mudik sehingga potensi kemacetan dan kecelakaan dapat menurun,” kata Arief.

Ia menambahkan, Pemprov Jateng juga mengintegrasikan sistem pendaftaran mudik gratis dengan program serupa yang digelar kementerian maupun pihak swasta.

Langkah ini bertujuan mencegah pendaftaran ganda yang berpotensi membuat kursi bus atau kereta tidak terisi maksimal.

“Kami ingin seluruh program mudik gratis masuk dalam satu sistem agar tidak ada pendaftar ganda,” ujarnya. (dkp)

Artikel ini telah dibaca 11 kali

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Jallu Law School Perkuat SDM Hukum, Luncurkan 7 Modul Pelatihan Strategis

3 Mei 2026 - 16:34 WIB

Hardiknas 2026 di Jateng, Ahmad Luthfi Dorong Sekolah Tani Jadi Pilar Ketahanan Pangan

3 Mei 2026 - 11:21 WIB

Kapolres Demak Apresiasi Kondusivitas May Day, Warga Tunjukkan Kedewasaan dalam Menyampaikan Aspirasi

3 Mei 2026 - 09:36 WIB

Kapolres Demak Cup 2026 Jadi Panggung Strategi Pelajar di Dunia E-Sport

3 Mei 2026 - 07:29 WIB

Langkah Tegas Agustina, Semarang Night Carnival Dibatalkan Demi Keselamatan Warga

3 Mei 2026 - 00:22 WIB

Gubernur Luthfi Temui Massa May Day, Serap Aspirasi dan Siapkan Solusi untuk Buruh Jateng

2 Mei 2026 - 15:09 WIB

Trending di KABAR JATENG